KILAS DAERAH

Hadiri Tulude, Wagub Sulut Ajak Masyarakat Selalu Bersyukur

Kompas.com - 25/02/2019, 16:17 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven O. E Kandouw, saat memberikan sambutan di acara Ibadah Syukur dan gelar adat Tulude di Batusaiki, Molas, Manado, Sabtu (2/2/2019 ). Dok. Humas Pemprov Sulawesi UtaraWakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven O. E Kandouw, saat memberikan sambutan di acara Ibadah Syukur dan gelar adat Tulude di Batusaiki, Molas, Manado, Sabtu (2/2/2019 ).

KOMPAS.com – Wakil Gubernur Sulawesi Utara ( Sulut) Steven O. E Kandouw, mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur dalam kondisi apapun.

Hal itu diungkapkan Kandouw saat menghadiri Ibadah syukur dan gelar adat Tulude di Batusaiki, Molas, Manado, pada awal Februari 2019.

Dalam sambutannya, Kandouw mengaku bersyukur dapat dipertemukan dengan masyarakat di acara tersebut.

“Saya juga bersyukur dan bangga karena bisa hadir di acara Tulude bersama jemaat Baitel Batusaiki dengan suasana yang cair yang pasti Roh Kudus hadir ditengah kita,” ucap Kandouw dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Senin (25/2/2019).

Terkait budaya Tulude, Kandouw menilai, warga Nusa Utara harus bangga memilikinya. Sebab, tidak semua masyarakat memiliki warisan leluhur seperti Tulude.

Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven O. E Kandouw, saat mengikuti acara Ibadah Syukur dan gelar adat Tulude di Batusaiki, Molas, Manado, Sabtu (2/2/2019 ).Dok. Humas Pemprov Sulawesi Utara Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven O. E Kandouw, saat mengikuti acara Ibadah Syukur dan gelar adat Tulude di Batusaiki, Molas, Manado, Sabtu (2/2/2019 ).

“Kultur atau budaya Tulude merupakan wujud gabungan dari cita rasa dan karsa, atau mimpi ide dan rasa menjadi satu budaya. Tidak semua masyarakat mempunyai ini,” ucapnya.

Untuk itu, atas nama pemerintah dan Gubernur Sulut, Kandouw mengapresiasi masyarakat Batu Saiki yang tetap mempertahankan cita rasa dan karsa.

Lebih lanjut, Kandouw mengatakan, Tulude bukan hanya ibadah dan gelar adat, tapi juga pemersatu masyarakat Nusa Utara yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Sulut.

“Budaya jangan in work looking, tetapi jadikan untuk kebaikan masyarakat dan pemersatu kita. Jangan budaya kita jadi ekslusif, itu tidak baik. Jadi, orang Nusa Utara walaupun diikat dengan Tulude jangan eksklusif tapi inklusif sama dengan Gereja Masehi Injil di Minasaha ( GMIM), inklusif,” beber Kandouw.

Pada kesempatan yang sama diserahkan juga bantuan senilai Rp 50 juta kepada jemaat Baitel Batu Saiki. Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Sulut Ferry Sangian.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
Pesona Mata Biru dari Siompu

Pesona Mata Biru dari Siompu

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Kisah Mbok Jainem, Warga Miskin yang Rumahnya Longsor akibat Luapan Sungai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X