Diduga Ikut Kampanye Caleg, 2 Perangkat Desa Dipanggil Bawaslu Magelang

Kompas.com - 08/02/2019, 12:33 WIB
Petugas Bawaslu Kabupaten Magelang sedang meminta keterangan dua oknum perangkat desa di Kecamatan Secang, yang diduga ikut terlibat kampanye salah satu caleg, Kamis (7/2/2019). Dok Bawaslu Kabupaten MagelangPetugas Bawaslu Kabupaten Magelang sedang meminta keterangan dua oknum perangkat desa di Kecamatan Secang, yang diduga ikut terlibat kampanye salah satu caleg, Kamis (7/2/2019).


MAGELANG, KOMPAS.com - Bawaslu Kabupaten Magelang kembali memanggil perangkat desa yang diduga tidak netral.

Kali ini, seorang kepala dusun (kadus) dan perangkat desa dari Kecamatan Secang, berinisial IN dan HW.

Keduanya diduga terlibat aktif dalam kegiatan kampanye dan melanggar pasal 494 juncto 280 ayat 3 UU 7 tahun 2017.

"Padahal sesuai ketentuan regulasi tersebut, kades, kadus dan perangkat desa tidak boleh terlibat kampanye," jelas Kordiv Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Magelang Fauzan Rofiqun, dalam keterangan pers tertulis resmi, Kamis (7/2/2019) sore.

Fauzan mengungkapkan, pihaknya memanggil IN pada Jumat 1 Februari 2019 untuk dimintai klarifikasi. Namun IN dan HW ternyata tidak hadir sehingga dipanggil ulang pada Senin 4 Februari 2019.

Baca juga: Bawaslu Tak Temukan Pelanggaran Spanduk Selamat Datang Sandiaga di Madiun

Menurutnya, klarifikasi ini diperlukan untuk mengungkap dugaan ketidaknetralan oknum kadus dan perangkat desa dalam kampanye salah satu caleg pada akhir Januari 2019 lalu.

Berdasar temuan Panwascam Secang, lanjutnya, oknum kadus dan perangkat desa tersebut diduga terlibat aktif dalam kampanye salah satu parpol yang diadakan di lingkungannya.

“Kasus ini telah kami lakukan kajian dan klarifikasi beberapa pihak terkait. Posisi kasus ini sudah kami register dan akan dibahas di Gakkumdu. Selanjutnya nanti biar proses hukum berjalan sesuai fakta fakta di lapangan,” tambah Fauzan.

Dijelaskan, kasus ini bermula ketika caleg salah satu partai mengadakan kampanye berupa senam bersama dalam pasar pagi di Dusun Sendangsari, Desa Madyocondro, Kecamatan Secang.

Pada saat kampanye tersebut, kadus IN tampil sebagai MC dan turut serta meramaikan suasana kampanye. IN bahkan sempat membagikan selembar uang Rp 50.000 kepada peserta senam. Adapun perangkat desa HR hadir di lokasi kampanye.

Padahal sebelumnya, jajaran Panwascam Secang telah melakukan pencegahan dengan memperingatkan secara lisan. Namun peringatan ini ternyata tidak diindahkan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang MH Habib Shaleh, menegaskan pihaknya akan memproses semua bentuk pelanggaran sesuai ketentuan perundang-undangan. Termasuk dugaan ketidaknetralan perangkat desa.

"Kami berharap kasus ini menjadi pelajaran bersama. Netralitas seharusnya menjadi harga diri seoarang abdi masyarakat. Tidak boleh ASN terlibat atau melibatkan diri dalam kampanye," kata Habib.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penipuan Bermodus Jual Gula dan Minyak Murah, Korbannya Merugi Ratusan Juta Rupiah

Penipuan Bermodus Jual Gula dan Minyak Murah, Korbannya Merugi Ratusan Juta Rupiah

Regional
Diduga Putus Cinta, Perempuan Muda Lompat dari Lantai 4 Penginapan di Bali

Diduga Putus Cinta, Perempuan Muda Lompat dari Lantai 4 Penginapan di Bali

Regional
Mantan Bupati Malang Dipecat dari PDI-P Karena Membelot di Pilkada

Mantan Bupati Malang Dipecat dari PDI-P Karena Membelot di Pilkada

Regional
Imbas Kerumunan Rizieq Shihab, RS Covid-19 di Kabupaten Bogor Hampir Penuh

Imbas Kerumunan Rizieq Shihab, RS Covid-19 di Kabupaten Bogor Hampir Penuh

Regional
Derita Fransiskus, Bocah 7 Tahun yang Lumpuh dan Terbaring Lemas di Kereta Bayi

Derita Fransiskus, Bocah 7 Tahun yang Lumpuh dan Terbaring Lemas di Kereta Bayi

Regional
Kondisi Terkini Gunung Merapi, Titik Longsoran Baru dan Intensitas Gempa Guguran

Kondisi Terkini Gunung Merapi, Titik Longsoran Baru dan Intensitas Gempa Guguran

Regional
Oknum Pegawai Pelabuhan “Nyabu” dengan Teman Wanita, hanya Terancam Dimutasi

Oknum Pegawai Pelabuhan “Nyabu” dengan Teman Wanita, hanya Terancam Dimutasi

Regional
Gara-gara Hujan Deras hingga Laut Pasang, 4.235 Rumah di Serdang Bedagai Terendam Banjir

Gara-gara Hujan Deras hingga Laut Pasang, 4.235 Rumah di Serdang Bedagai Terendam Banjir

Regional
Urus E-KTP Jelang Pilkada, Warga Berkerumun di Kantor Disdukcapil Makassar

Urus E-KTP Jelang Pilkada, Warga Berkerumun di Kantor Disdukcapil Makassar

Regional
Proyek Migas di Karawang Timur Rampung, Pasokan Gas di Jabar Aman

Proyek Migas di Karawang Timur Rampung, Pasokan Gas di Jabar Aman

Regional
4 Fakta Bupati Jombang Positif Covid-19, Sempat Isolasi Mandiri dan ASN Jalani Tes Swab

4 Fakta Bupati Jombang Positif Covid-19, Sempat Isolasi Mandiri dan ASN Jalani Tes Swab

Regional
Duduk Perkara Tagihan Listrik 2 Warga Gunungkidul Senilai Rp 60 Juta, Kesalahan Pencatatan dan Dibayar Nyicil

Duduk Perkara Tagihan Listrik 2 Warga Gunungkidul Senilai Rp 60 Juta, Kesalahan Pencatatan dan Dibayar Nyicil

Regional
2 Agen yang Ganti Isi Galon dengan Air Biasa Ditangkap Saat Beraksi di Atas Truk

2 Agen yang Ganti Isi Galon dengan Air Biasa Ditangkap Saat Beraksi di Atas Truk

Regional
Ahli Epidemiologi: Tempat Wisata dan Rumah Makan Rawan Penyebaran Covid-19 Saat Libur Cuti Bersama

Ahli Epidemiologi: Tempat Wisata dan Rumah Makan Rawan Penyebaran Covid-19 Saat Libur Cuti Bersama

Regional
Cerita Unik, Bunga Keladi Setara Avanza, Tersesat di Hutan gara-gara Tanaman 'Janda Bolong'

Cerita Unik, Bunga Keladi Setara Avanza, Tersesat di Hutan gara-gara Tanaman "Janda Bolong"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X