5 Fakta Teror Pembakaran Kendaraan di Semarang, Pelaku Diduga Sudah Terlatih hingga Tak Ada Kaitan Politik

Kompas.com - 07/02/2019, 13:26 WIB
Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono KOMPAS.com/NAZAR NURDINKapolda Jateng Irjen Condro Kirono

Salah satu bukti yang kini diselidiki adalah kamera pengintai untuk menunjukkan apakah kejadian pembakaran tersebut dilakukan secara spontan atau didesain.

"Kita sedang bekerja mengumpulkan kamera pengintai, apakah ada korelasinya antara korban dengan pelaku, apakah ini spontan atau didesain," ujar Iqbal yang ditemui di Depok, Jawa Barat, Senin (4/2/2019).

Iqbal menambahkan, Polri juga membantu Polda Jateng guna mendalami semua alat bukti yang sudah terkumpul.

"Ingat kejatahatan tidak ada yang sempurna," ucapnya.

Baca Juga: Polisi Kini Selidiki Kamera Pengintai Kasus Pembakaran di Jawa Tengah

3. Kapolda Jateng: Polisi tidur di balai desa

Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Condro Kirono meminta agar TNI dan Polri yang bertugas di sejumlah desa di Jawa Tengah (Jateng) sebagai Bhabinkamtibnas dan Babinsa, tidur di balai desa setempat.

Condro mengatakan, hal itu dilakukan guna meminimalisasi kasus pembakaran mobil yang terjadi di sejumlah wilayah di Jateng.

"Saya berharap mulai malam ini Bhabinkamtibnas dan Babinsa tidur di balai desa untuk menjaga keamanan," kata Condro, Rabu (6/2/2019).

Condro mengatakan, teror pembakaran mobil di Kendal terjadi sejak Desember 2018 hingga Februari 2019. Tercatat ada sembilan kasus pembakaran mobil yang terjadi di Kabupaten Kendal.

Seluruh kejadian pembakaran mobil dilakukan pada pukul 03.00 WIB hingga 05.00 WIB. Sasarannya adalah mobil yang harganya di bawah Rp 130 juta dan mayoritas di parkir di pinggir jalan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X