Penjelasan Polda NTB soal Isu Suap Rp 10 Miliar kepada Polisi dari Tersangka Narkoba

Kompas.com - 31/01/2019, 11:16 WIB
WNA asal Prancis Dorfin Felix (35) dilaporkan berniat ingin bunuh diri paska tertangkap vawa 2. 477,95 gram narkotika  ke Lombok, dia terancam hukuman 20  tahun penjara. KOMPAS.com/ FITRI RACHMAWATIWNA asal Prancis Dorfin Felix (35) dilaporkan berniat ingin bunuh diri paska tertangkap vawa 2. 477,95 gram narkotika ke Lombok, dia terancam hukuman 20 tahun penjara.

MATARAM, KOMPAS.com — Kepala Bidang Humas Polda NTB Kombes I Komang Suartana, Kamis (31/1/2019), mengatakan, pihaknya telah mengklarifikasi isu atau rumor tentang aliran dana Rp 10 miliar dari tersangka Dorfin Felix, tersangka kasus narkoba, kepada TM, oknum Kasubdit Pengamanan Tahanan Polda NTB, TM.

"Dari hasil penelusuran aliran tersebut setelah Polda NTB berkoordinasi dengan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) tidak ditemukan aliran dana dengan jumlah tersebut, tidak ada dana Rp 10 miliar tersebut," katanya.

"Kami mohon dan berharap agar isu atau rumor adanya dana Rp 10 miliar yg diembuskan tersebut untuk tidak dibesar-besarkan karena dari hasil penelusuran rekening oleh penyidik tidak ditemukan nilai tersebut. Mohon bantuan media untuk bisa meluruskan ke masyarakat," kata Suartana kembali.

Sebelumnya, Irwasda Polda NTB Kombes Pol Drs Agus Salim mengatakan, munculnya informasi soal aliran dana Rp 10 miliar ke oknum polisi menyebabkan Tim Mabes Polri langsung turun tangan dan melakukan pemeriksaan.

Baca juga: WNA Prancis yang Kabur dari Tahanan Polda NTB Diduga Suap Oknum Polisi

Kompas.com sempat melihat sejumlah pejabat Mabes Polri dan Polda NTB mengecek ruang tahanan Polda NTB, tempat Dorfin Felix kabur. Hanya saja, semua informasi terkait itu tertutup karena merupakan pemeriksaan internal. Pengecekan ruangan tahanan juga dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan TM oleh tim penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda NTB, Senin (28/1/2019).

"Tim dari Mabes Polri datang mengecek kebenaran informasi itu, kami bantu prosesnya, dan kita memang mendalami juga meskipun itu belum terbukti kebenarannya," kata Agus Salim.

Menurut Agus, Irwasda mencoba juga mendalami apakah TM menerima aliran dana dari dalam negeri. Hal itu didalami dengan memeriksa transaksi perbankan.

"Kita sudah menciba meminta inquiry, berapa banyak dia punya rekening (TM), kita langsung ke PPATK. Di rekening itu ada atau tidak angka angka, kita berdoa mudah-mudahan angka angka yang kalian (wartawan) bilang sepuluh itu (Rp 10 miliar) ketemu, tapi semoga tak ketemu," harap Agus Salim.

Meski demikian, Agus mengakui pihaknya melacak adanya aliran dana sebesar Rp 14,5 juta kepada TM dengan dua tahap pengiriman. Pertama Rp 7 juta dan kedua Rp 7,5 juta.

"Baru dua kali TM menerima dana dari keluarga Dorfin," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejari Karawang Gelar Sidang Online Selama Pandemi Covid-19

Kejari Karawang Gelar Sidang Online Selama Pandemi Covid-19

Regional
Selama Pandemi Corona, Warga Jateng Bakal Terima Bantuan Langsung Tunai

Selama Pandemi Corona, Warga Jateng Bakal Terima Bantuan Langsung Tunai

Regional
UPDATE: Pasien 05 Positif Covid-19 di Kepri Meninggal Dunia

UPDATE: Pasien 05 Positif Covid-19 di Kepri Meninggal Dunia

Regional
Putus Rantai Penyebaran, Perumahan Tempat Tinggal Pasien Positif Corona Diisolasi

Putus Rantai Penyebaran, Perumahan Tempat Tinggal Pasien Positif Corona Diisolasi

Regional
900 Pemudik Tiba di Kabupaten Tasikmalaya dalam Sehari, Puskesmas Perbatasan Kewalahan.....

900 Pemudik Tiba di Kabupaten Tasikmalaya dalam Sehari, Puskesmas Perbatasan Kewalahan.....

Regional
Berstatus PDP Corona, Seorang Anggota KPU di Sulut Meninggal Dunia

Berstatus PDP Corona, Seorang Anggota KPU di Sulut Meninggal Dunia

Regional
Pembatasan Jam Operasional Pusat Keramaian di Solo Diperpanjang hingga 12 April

Pembatasan Jam Operasional Pusat Keramaian di Solo Diperpanjang hingga 12 April

Regional
Alasan Gubernur Kepri Datangkan Dokter dari China: Mereka Punya Pengalaman Tangani Covid-19

Alasan Gubernur Kepri Datangkan Dokter dari China: Mereka Punya Pengalaman Tangani Covid-19

Regional
Per 30 Maret, Kasus Positif Corona di Riau Bertambah Jadi Dua Orang, Satu Sembuh

Per 30 Maret, Kasus Positif Corona di Riau Bertambah Jadi Dua Orang, Satu Sembuh

Regional
Update 29 Maret, Jumlah Warga Kepri Positif Covid-19 Naik Jadi 14 Orang

Update 29 Maret, Jumlah Warga Kepri Positif Covid-19 Naik Jadi 14 Orang

Regional
Penyebaran Virus Corona tak Ganggu Produksi Pertanian di Papua

Penyebaran Virus Corona tak Ganggu Produksi Pertanian di Papua

Regional
Ayah di Kalbar Tembak Anaknya hingga Tewas, Begini Kronologinya

Ayah di Kalbar Tembak Anaknya hingga Tewas, Begini Kronologinya

Regional
Akses Keluar-Masuk Kota Tegal Ini Tetap Dibuka Selama Isolasi Wilayah

Akses Keluar-Masuk Kota Tegal Ini Tetap Dibuka Selama Isolasi Wilayah

Regional
Satu Pasien Positif Sembuh, Riau Siap Tangani Covid-19

Satu Pasien Positif Sembuh, Riau Siap Tangani Covid-19

Regional
Pemilik Toko Tidak Patuhi Instruksi, Polisi Sita 48 Kardus Minuman Keras di Timika

Pemilik Toko Tidak Patuhi Instruksi, Polisi Sita 48 Kardus Minuman Keras di Timika

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X