WNA Prancis yang Kabur dari Tahanan Polda NTB Diduga Suap Oknum Polisi

Kompas.com - 30/01/2019, 23:36 WIB
Poster DPO Dorfin Felix telah disebar namun yang bersnagkutan belum berhasil ditangkap. KOMPAS.com/FITRI RPoster DPO Dorfin Felix telah disebar namun yang bersnagkutan belum berhasil ditangkap.

MATARAM, KOMPAS.com-Dorfin Felix (43), gembong narkoba yang kabur dari sel tahanan Polda NTB Minggu pekan lalu, masih terus diburu. Meskipun demikian, kemungkinan WNA asal Prancis itu masih berada di Lombok sangat tipis.

Selain memburu Dorfin, Polda NTB juga tengah sibuk melacak aliran dana suap dari sang gembong narkoba itu ke anggota Polda NTB.

Anggota polisi itu diduga kuat terlibat memuluskan kaburnya tahanan Polda NTB yang kasusnya telah masuk tahap P21 dan tinggal penyerahan berkas dan dokumen serta jadwal persidangan.

Irwasda Polda NTB Kombes Pol Drs Agus Salim membeberkan aliran dana suap atau gratifikasi yang diduga diterima Kasubdit Pamtah (Pengamanan Tahanan) Polda NTB Kompol TM. 


Baca juga: WNA Prancis Tersangka Narkoba Kabur dari Tahanan Polda NTB

Diduga kuat, aliran dana yang diterima Kompol TM berasal dari luar negeri, dari orang tua Dorfin yang langsung mengirim pada TM untuk memenuhi kebutuhan sehari hari Dorfin.

"Kami mencoba juga mendalami apakah dia ada menerima aliran dana dari dalam negeri, yang kedua kami mencoba mendalami pada perbankan. Kami sudah mencoba meminta inquiry, berapa banyak dia punya rekening. Kami langsung ke PPATK, di rekening itu ada atau tidak angka angka, kita berdoa mudah mudahan angka angka yang kalian (wartawan) bilang sepuluh itu ketemu, tapi semoga dak ketemu," beber Agus Salim.

Terkait dua rekening yang diduga digunakan menerima suap gembong narkotika itu, Polda NTB telah memblokir rekening itu. Polisi juga mengirim permintaan pada Bank Indonesia (BI) berapa banyak rekening yang dia punya.

"Dan dari rekening yang diperiksa itu jumlah yang masuk tidak signifikan, pertama Rp 7 juta dan yang kedua Rp 7,5 juta dari keluarga tersangka," katanya.

Agus Salim mengatakan, intensitas komunikasi TM dengan tersangka dan keluarganya sangat intens dalam 4 bulan terakhir menjelang tersangka Dorfin kabur. Bahkan, terdeteksi 18 kali hubungan telepon antara TM dan keluarga tersangka.

Selain suap atau gratifikasi yang diterima TM, TM dinyatakan telah melanggar kode etik, melanggar SOP pengamanan tahanan.

"Kan tidak boleh berhubungan dengan tahanan atau tersangka, tapi dia memberikan fasilitas fasilitas, seperti dibelikan handphone, dibelikan kartunya dan sekaligus mengunakan atau daftarnya mengunakan nama kawan kita ini (TM)," sesal Agus.

Selain membelikan ponsel menggunakan uang kiriman keluarga Dorfin, TM juga membelikan televisi bagi tahanan. Tiap hari Dorfin makan enak karena dibelikan makanan yang disukainya.

Apa yang dilakukan TM telah melanggar kode etik SOP pengamanan tahanan.

Saat ini TM masih ditahan di Rumah Tahanan Polda NTB. Selain diperiksa Propam karena pelanggaran kode etik SOP pengamanan, TM juga diperiksa penyidik Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) Direskrimsus Polda NTB, Selasa kemarin.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisnis Arak Jawa untuk Biaya Hidup, Anak Punk Diamankan Polres Ngawi

Bisnis Arak Jawa untuk Biaya Hidup, Anak Punk Diamankan Polres Ngawi

Regional
Kisah Fendi, Derita Penyakit Misterius 4 Tahun Terbaring Kaku Seperti Kayu

Kisah Fendi, Derita Penyakit Misterius 4 Tahun Terbaring Kaku Seperti Kayu

Regional
Pimpin Aksi Bersih Teluk Ambon, Gubernur Murad Ajak Warga Bebaskan Maluku dari Sampah

Pimpin Aksi Bersih Teluk Ambon, Gubernur Murad Ajak Warga Bebaskan Maluku dari Sampah

Regional
Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Regional
Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Regional
Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Regional
Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Regional
Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Regional
KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

Regional
Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Regional
Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul 'Traffic Cone' Sebelum Tewas

Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul "Traffic Cone" Sebelum Tewas

Regional
Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Regional
Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Regional
'Naik Kelas' Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

"Naik Kelas" Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

Regional
Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemprov Jabar Bentuk Payung Hukum dan Satgas

Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemprov Jabar Bentuk Payung Hukum dan Satgas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X