Setelah Tampomas II Tenggelam, Rekaman Audio Beredar hingga Musisi Ciptakan Lagu

Kompas.com - 25/01/2019, 17:02 WIB
Musisi senior Iwan Fals saat wawancara eksklusif dengan Kompas.com di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAMusisi senior Iwan Fals saat wawancara eksklusif dengan Kompas.com di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018).

PT Pelni membeli kapal tersebut dari PT PANN secara angsur selama 10 tahun dengan bunga 10 persen. Kapal ini dibangun Jepang pada 1971 dan memiliki kecepatan 19,5 mil per jam.

Untuk urusan daya muat, kapal ini mampu menampung 1.250 hingga 1.500 penumpang yang terbagi atas 250 penumpang kelas dan 1.000 penumpang dek.

Pada awalnya, kapal ini melintasi Jakarta-Padang dan Jakarta-Ujung Pandang pada pertengahan 1980 untuk melayani ledakan penumpang di antara jalur lintas tersebut.

Kaset dilarang beredar

Tenggelamnya kapal Tampomas II ternyata terekam dalam bentuk audio berupa kaset. Dilansir dari Harian Kompas yang terbit pada 1 Maret 1981, terdapat perusahaan yang mencetak dan memproduksi rekaman tersebut.

Pihak itu menyimpan, memiliki dan mengedarkan suara tenggelamnya kapal. Terdapat sekitar 40.000 eksemplar kaset yang berhasil digandakan dan rencananya akan disebarkan.

Namun sekitar 30.000 kaset sudah disita oleh pihak yang berwajib. Beberapa pihak tak memperbolehkan pengedaran kaset ini karena akan menimbulkan duga bagi keluarga korban serta trauma bagi korban.

Musisi menciptakan lagu

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk mengenang tenggelamnya kapal Tampomas II, musisi legendaris Indonesia, Iwan Fals, telah membuatnya dalam sebuah karya lagu yang berjudul "Celoteh Camar Tolol dan Cemar".

Dalam lagu itu, Iwan Fals membayangkan betapa mengerikannya peristiwa kebakaran di tengah lautan itu bagi para penumpang Tampomas II.

Iwan Fals juga mengkritik lambatnya tim penyelamat hingga banyak korban jiwa berjatuhan. Bahkan, proses pembelian kapal juga tak luput dari kritik Iwan Fals.

Selain Iwan Fals, Ebiet G Ade juga menciptakan lagu terkait tenggelamnya kapal tersebut. Lagu dengan judul "Sebuah Tragedi 1981" mengisahkan heroisme Kapten Abdul Rivai yang merupakan nakhoda kapal.

Rivai lebih memikirkan keselamatan orang lain daripada dirinya sendiri, hingga dia tenggelam bersama kapal. Lagu tersebut dibuat atas permintan putri dari Kapten Abdul Rivai.

Baca juga: Tragedi Bintaro 19 Oktober 1987, Tanah Jakarta Berwarna Merah....

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.