Setelah Tampomas II Tenggelam, Rekaman Audio Beredar hingga Musisi Ciptakan Lagu

Kompas.com - 25/01/2019, 17:02 WIB
 Sambutan : Masyarakat Ujungpundang Rabu (28/1) banyak yang datang ke pelabuhan menyambut datangnya kapal-kapal penolong para korban Tampomas II. Tampak kapal Niaga XXIX ketika sudah merapat dan para penyambut yang kebanyakan adalah dari sanak keluarga penumpang. Sejumlah mobil ambulans tampak pula disiapkan. 
Fahmy Myala Sambutan : Masyarakat Ujungpundang Rabu (28/1) banyak yang datang ke pelabuhan menyambut datangnya kapal-kapal penolong para korban Tampomas II. Tampak kapal Niaga XXIX ketika sudah merapat dan para penyambut yang kebanyakan adalah dari sanak keluarga penumpang. Sejumlah mobil ambulans tampak pula disiapkan.

KOMPAS.com - Pada 25 Januari 1981, kapal laut Tampomas II terbakar di perairan Kepulauan Masalembu, di sekitar Jawa Timur. Saat itu, kapal sedang berlayar menuju Ujung Pandang (Makassar), Sulawesi Selatan.

Setelah terbakar di bagian mesin, terdengar suara ledakan hingga akhirnya memperbesar kerusakan yang timbul. Rencana kapten kapal pun kandas, karena kapal tak bisa bergerak ke kepulauan terdekat.

Sementara itu, sinyal SOS yang dikeluarkan oleh kapal tak berfungsi maksimal. Kondisi kapal dalam keadaan darurat. Efeknya, banyak penumpang yang loncat ke laut untuk menyelamatkan diri karena kapal sekoci tak muat menampung para penumpang.

Walaupun pada akhirnya bantuan datang, tenggelamnya Tampomas II membawa luka yang mendalam di Tanah Air. Lebih dari 400 orang dinyatakan tewas dan hilang.

Tenggelamnya kapal Tampomas II menjadi berita yang menggemparkan dunia perkapalan Indonesia, mengingat kapal itu baru enam bulan beroperasi.

Kapten kapal juga ikut tenggelam dalam kapal karena tak menyelamatkan diri. Banyak polemik soal penyebab tenggelamnya kapal, baik itu usia kapal maupun kelalaian petugas

Setelah itu, para ABK dan orang yang masih hidup dalam kapal dibawa ke persidangan. Mereka menghadapi dakwaan atas dugaan kelalaian yang mengakibatkan tenggelamnya kapal dan juga ratusan korban.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Api Menjalar dari Sebuah Kapal, Saat Tampomas II Terbakar 38 Tahun Lalu

Usia kapal

Banyak sumber yang menyatakan bahwa penyebab utamanya adalah karena usia kapal yang tak mendukung perjalanan.

Dilansir dari Harian Kompas yang terbit pada 27 Januari 1981, KM Tampomas II itu baru enam bulan di Indonesia.

Kapal dengan bobot 2.420 ton dibeli PT PANN (Pengembangan Armada Niaga Nasional) dari Komodo Marine seharga 8,9 juta dollar AS. Antara 5,8 juta dollar dari pinjaman Bank Dunia dan 2,5 berasal dari grand (hibah) Norwegia.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
'Children of Heaven' dari Baubau, Sulawesi Tenggara

"Children of Heaven" dari Baubau, Sulawesi Tenggara

Regional
Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Peduli Kesejahteraan Petani, Bupati IDP Hibahkan Ratusan Alsintan untuk 81 Poktan di Luwu Utara

Regional
Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Luwu Utara Raih 3 Penghargaan dari BI, Bupati IDP: Awal Digitalisasi Keuangan

Regional
Jateng Jadi Provinsi Pelayanan Investasi Terbaik 2021, Ganjar Janji Perhatikan Pengusaha Kecil

Jateng Jadi Provinsi Pelayanan Investasi Terbaik 2021, Ganjar Janji Perhatikan Pengusaha Kecil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.