5 Fakta SMA Gratis di Kota Surabaya, Penjelasan Risma hingga Kritikan dari DPRD

Kompas.com - 23/01/2019, 15:58 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Liverpool Gary Millar akan memberangkatkan 10 talenta muda asal Surabaya untuk berlatih sepak bola di Liverpool, Inggris. KOMPAS.com/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Liverpool Gary Millar akan memberangkatkan 10 talenta muda asal Surabaya untuk berlatih sepak bola di Liverpool, Inggris.

KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berencana membangun SMA gratis bagi para siswa miskin hingga anak-anak yang terancam putus sekolah.

Namun, rencana tersebut mendapat sorotan dari salah satu anggota Dewan Perwakilan Daerah ( DPRD) Kota Surabaya, Junaedi.

Junaedi menyebut, kewenangan untuk mengelola sekolah setingkat SMA ada di tingkat provinsi. Sedangkan, kewenangan pemerintah kabupaten/kota hanya untuk mengelola tingkat SD dan SMP.

Berikut fakta di balik rencana SMA gratis di Surabaya: 

1. Tujuan Risma membangun SMA gratis

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini foto bareng dengan Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan memamerkan sederet penghargaan yang diraih Kota Surabaya di halaman Taman Surya Balai Kota Surabaya, Rabu(16/1/2019).Dok. Pemkot Surabaya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini foto bareng dengan Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan memamerkan sederet penghargaan yang diraih Kota Surabaya di halaman Taman Surya Balai Kota Surabaya, Rabu(16/1/2019).

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, kualitas SMA swasta yang akan dibangun ini hampir sama dengan SMK yang memiliki banyak pelatihan.

"SMA swasta ini, kualitasnya seperti SMK. Nanti kita banyak pelatihan-pelatihan, sehingga kalau mereka sudah selesai sekolah di situ, maka mereka siap bekerja," kata Risma, di Balai Kota Surabaya, Rabu (16/1/2019).

Selain itu, mereka juga akan diberikan sertifikat-sertifikat pelatihan yang menjadi tanda bahwa siswa itu sudah menguasai keterampilan tersebut.

Melalui cara ini, kata Risma, maka mereka akan lebih siap dan layak untuk bekerja usai lulus sekolah.

"Nanti fasilitasnya ada laboratorium-laboratorium, seperti ada bengkel, misalnya mereka juga fokus di bangunan, nanti ada laboratorium bangunan. Jadi, yang kita perkuat nanti justru laboratoriumnya," ujar Risma.

Baca Juga: Usai Tampung Anak Putus Sekolah, Risma Akan Bangun SMA Gratis

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Perjuangan Hidup WNI Eks Kombatan di Filipina Setelah Keluar dari Penjara

Regional
Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X