Fakta di Balik Cerita Risma Angkat Anak Asuh - Kompas.com

Fakta di Balik Cerita Risma Angkat Anak Asuh

Kompas.com - 12/01/2019, 21:59 WIB
Anak berusia 7 tahun itu mencium tangan Risma setelah diangkat menjadi anak asuhnya.Twitter Anak berusia 7 tahun itu mencium tangan Risma setelah diangkat menjadi anak asuhnya.

KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengangkat seorang anak asuh saat bertemu dengan 53 anak putus sekolah.

Peristiwa yang terjadi pada awal tahun 2019 tersebut menjadi viral akhir-akhir ini.

Salah satu hal yang menarik warganet adalah percakapan antara Risma dan anak asuhnya yang dipaksa untuk mengamen oleh keluarganya. 


Risma menegaskan, ia akan total untuk membantu para anak putus sekolah di Surabaya.

Program pendampingan psikologis juga disiapkan untuk mengarahkan perkembangan pribadi anak-anak tersebut.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Rekaman video Risma dan anak berbaju biru menjadi viral

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, memberikan pembinaan kepada 53 anak putus sekolah di rumah dinasnya, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Jumat (4/1/2019).KOMPAS.com/GHINAN SALMAN Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, memberikan pembinaan kepada 53 anak putus sekolah di rumah dinasnya, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Jumat (4/1/2019).

Video Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sedang berbincang dengan seorang anak laki-laki berusia tujuh tahun menjadi perbincangan warganet.

Penggalan video yang diunggah oleh akun @koRnHurry pada Selasa (8/1/2019) itu di-retweet hampir 11.000 kali.

Tidak hanya itu, unggahan itu juga dikomentari oleh ratusan akun. Sebagian besar memuji aksi Risma yang mengangkat anak tersebut menjadi anak asuhnya.

"Ya sudah ikut saya, nanti saya belikan sepatu, saya belikan tas, saya belikan buku, kamu sekolah. Oke? Salaman dulu!" kata Risma dengan menggunakan dialek Jawa.

Anak itu pun terlihat menerima tawaran yang diberikan Risma dan mencium tangan Risma.

Baca Juga: Video Risma Angkat Pengamen Cilik Jadi Anak Asuhnya Viral di Twitter

2. Anak asuh Risma dipaksa mengamen oleh keluarganya

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat mengikuti doa bersama lintas agama di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Rabu (26/12/2018).Dok. Pemkot Surabaya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat mengikuti doa bersama lintas agama di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Rabu (26/12/2018).

Anak berbaju biru tersebut sempat menceritakan pengalamannya kepada Risma. Ia pernah diminta untuk mengamen dari kota ke kota hingga Indramayu, Karawang, bahkan Jakarta, oleh kerabat keluarganya.

"Terus sama Pakde, saya ditinggal. Pakde kabur. Terus saya minta tolong polisi, terus diturunkan di (terminal) Bungurasih naik bus, polisinya enggak ikut," ujarnya.

Risma pun secara spontan mengatakan bahwa anak ini pintar karena bisa terpikir untuk meminta bantuan polisi.

Dialog yang dilakukan Risma dengan anak ini diselingi dengan humor-humor ringan, misalnya saat Risma menyebut dirinya cantik.

“Eh coba lihat, masa kamu enggak mau punya ibu cantik seperti ini?” kata Risma yang kemudian disambut tawa hadirin yang hadir.

Baca Juga: Banyak Penghargaan Diraih, Risma: Saya Bingung Taruhnya di Mana

3. Komitmen Risma untuk para anak bermasalah

Wali Kota Surabaya Mengatur Lalu Lintasistimewa Wali Kota Surabaya Mengatur Lalu Lintas

Risma menyatakan komitmennya untuk membina anak-anak putus sekolah. Hal itu disampaikannya saat Risma menemui 53 anak-anak, yang tertangkap razia petugas sedang mengamen, membolos dan bekerja di sekitar Jembatan Suramadu, di rumah dinasnya di Jalan Sedap Malam, Surabaya, Jumat (4/1/2019).

Rata-rata anak-anak tersebut berusia 14-15 tahun. Risma mengaku ingin anak-anak ini kembali ke sekolah dan menjalani kehidupannya dengan lebih baik.

"Ini enggak bagus kalau kemudian menular ke anak-anak yang lain. Karena itu, kemudian saya harus memotong mata rantai ini, anak-anak itu harus mau sekolah," kata Risma.

Pemerintah kota akan memberikan pembinaan kepada anak-anak yang terjaring ini. Ketika mereka sudah siap, akan dikembalikan ke sekolah asal masing-masing untuk melanjutkan pendidikan.

Baca Juga: Gelar Doa Bersama, Risma Harap Amblesnya Jalan Gubeng Jadi Bencana Terakhir

4. Perlakuan khusus untuk 53 anak yang terjaring razia

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.KOMPAS.com/GHINAN SALMAN Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Tri Rismaharini menegaskan akan memberikan pendampingan bagi 53 anak yang mengalami masalah pendidikan dan kesejahteraan sosial.

Salah satunya, memberikan pembinaan secara psikologis, agar anak-anak ini mau melanjutkan pendidikannya.

Risma mengatakan, setelah dilakukan outreach ke rumah masing-masing, diketahui bahwa anak-anak itu mempunyai berbagai permasalahan sosial. Sehingga, beberapa anak putus sekolah.

Menurutnya, kebanyakan anak-anak putus sekolah ini menjalani kehidupannya dengan cara mengamen dan bekerja serabutan.

Kendati demikian, Risma ingin agar ke depan anak-anak itu bisa kembali sekolah dan mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

Baca Juga: Ini yang Dilakukan Risma Saat Menghadapi 53 Anak Putus Sekolah

5. Mengajak mantan anak putus sekolah yang sudah sukses

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan sambutan dalam acara Industrial Relations Conference III di Surabaya, Selasa (8/11/2016).KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan sambutan dalam acara Industrial Relations Conference III di Surabaya, Selasa (8/11/2016).

Saat bertemu dengan 53 anak yang terkena razia, Risma juga menghadirkan beberapa anak yang dulunya sempat putus sekolah, namun kini telah sukses dan berhasil bekerja di tempat yang lebih baik.

Dengan kehadiran mereka, Risma berharap anak-anak putus sekolah tersebut termotivasi untuk kembali melanjutkan pendidikannya.

"Makanya saya tadi berikan contoh kakak-kakaknya yang sudah pada kuliah, sudah kerja, bisa memberikan semangat ke mereka. Bahwa mereka sebetulnya tidak sendiri punya masalah itu," ujar Risma.

Baca Juga: Jalan Raya Gubeng Masuk Tahap Pemadatan, Risma Janji 7 Hari Kelar

Sumber: KOMPAS.com (Ghinan Salman)



Close Ads X