Fakta Pembunuhan Andriana di Bogor, Pelaku Muncul di Medsos hingga Lokasi Pembunuhan Terkenal Rawan

Kompas.com - 10/01/2019, 13:05 WIB
Petugas kepolisian sedang memasang garis polisi di lokasi penusukan seorang siswi SMK, di sebuah gang di sekitar Jalan Riau, Kecamatan Baranangsiang, Kota Bogor, Selasa (8/1/2019).KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi Bempah Petugas kepolisian sedang memasang garis polisi di lokasi penusukan seorang siswi SMK, di sebuah gang di sekitar Jalan Riau, Kecamatan Baranangsiang, Kota Bogor, Selasa (8/1/2019).

KOMPAS.com — Polisi mengaku sudah mengantongi identitas pelaku penusukan seorang siswi SMK Baranangsiang, Kota Bogor. Diduga pelaku berinisial S. Menurut polisi, motif sementara pembunuhan tersebut adalah dendam dan sakit hati.

Seperti diketahui, dalam rekaman CCTV, seorang pria berbaju biru dan celana warna hitam menusuk dada korban dengan sebilah pisau.

Pelaku lalu kabur dan meninggalkan korban sekarat di sebuah gang di sekitar Jalan Riau, Baranangsiang, tak jauh dari indekos korban.

Berikut ini fakta lengkap kasus pembunuhan Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18) pada hari Selasa (8/1/2019):

1. Polisi kantongi identitas pelaku, berinisial S

Ilustrasi olah TKPKOMPAS.com Ilustrasi olah TKP

Kepolisian Resor Bogor Kota telah mengantongi identitas pelaku penusukan terhadap siswi SMK Baranangsiang, Andriana Yubelia Noven Cahya Rejeki (18).

Kepala Polresta Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fiuser menyebut, diduga pelaku berinisial S.

Hendri menjelaskan, muncul inisial S tersebut setelah polisi bertemu dengan salah satu teman korban yang mengenali ciri-ciri fisik pelaku dari rekaman CCTV.

"Sebenarnya, ini serba buta. Data yang kami dapat ini, kami nggak tahu dia (pelaku) itu siapa. Rekaman CCTV juga tidak terlihat jelas," ucap Hendri di Mapolresta Bogor Kota, Rabu (9/1/2019).

"Tapi, berdasarkan keterangan dari teman korban ada yang kenal dengan ciri fisik orang (pelaku) di dalam CCTV itu," tambahnya.

Baca Juga: Kronologi Penusukan Noven, Siswi SMK di Bogor

2. Terduga pelaku S sempat muncul ke media sosial

Ilustrasi media sosialdiego_cervo Ilustrasi media sosial

Kecurigaan polisi semakin bertambah setelah S membuat statement di media sosial terkait soal penangkapan terhadap dirinya.

Kata Kapolresta Bogor, S sempat menulis di media sosialnya dan akan menuntut orang-orang yang telah memfitnahnya itu.

"Pelaku kan belum ketangkap. Nah, dia itu sempat mem-posting tulisan di medsosnya untuk mengonter tuduhan bahwa ia telah ditangkap. Justru, di situ jadi titik terang kita untuk masuk," katanya.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya


Close Ads X