Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Lelang Kendaraan Bekas PT Pupuk Kujang

Kompas.com - 09/01/2019, 14:02 WIB
Ilustrasi penangkapan Think StockIlustrasi penangkapan

KARAWANG, KOMPAS.com - Polsek Karawang Kota menangkap GS lantaran melakukan penipuan lelang kendaraan bekas PT Pupuk Kujang Cikampek, yang menyebabkan dua korbannya merugi ratusan juta rupiah.
 
Kapolsek Karawang Kota Kompol Iwan Ridwan mengatakan, pelaku GS merupakan mantan karyawan PT Pupuk Kujang Cikampek yang mengaku anggota panitia lelang.

Setelah melakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi serta mengumpulkan bukti, polisi kemudian menetapkan GS sebagai tersangka.
 
"Kita sudah melakukan penahanan kepada tersangka, dan tidak menutup kemungkinan dalam proses penyidikan akan berkembang ke tersangka lainnya,” kata Iwan, Rabu (9/1/2018).
 
Iwan menyebutkan, GS melakukan aksi penipuan tersebut hanya untuk keuntungan pribadi. Pelaku GS diamankan di rumahnya di Purwasari, Karawang.

Baca juga: Kasus Penipuan Wedding Organizer di Palembang: Oknum Caleg yang Bikin Malu Pengantin hingga Perempuan Golkar Sumsel
 
Modus operandi
 
Iwan mengungkapkan, modus operandi yang dilakukan GS adalah menjanjikan kepada kedua korban, F dan S , untuk menang lelang kendaraan eks PT Pupuk Kujang Cikampek. Hanya saja, GS terlebih dulu meminta sejumlah uang kepada para korban.
 
"Karena terbujuk oleh janji pelaku, akhirnya kedua korban menyerahkan uang kepada pelaku, masing-masing Rp 125 juta dan Rp 156 juta," ujar Iwan.
 
Akan tetapi, kata Iwan, sampai dengan waktu yang dijanjikan, kendaraan yang dijanjikan tidak ada. Lantaran merasa ditipu, kedua korban kemudian melapor ke Polsek Karawang Kota pada November dan Desember 2018.
 
"Yang melapor baru dua orang. Namun tidak menutup kemungkinan akan ada korban-korban lain yang merasa dirugikan atas perbuatan pelaku," katanya.
 
Akibat perbuatan GS, korban F merugi sekitar Rp 1 miliar, sedangkan korban S menderita kerugian sekitar Rp 600 juta.
 
Tersangka GS dijerat Pasal 372 dan Pasal 378 tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman minimal empat tahun penjara.

Baca juga: Calegnya Jadi Pelaku Penipuan Wedding Organizer, Perempuan Golkar Sumsel Minta Maaf
 
Manajer Humas PT Pupuk Kujang Cikampek Ade Cahya mengatakan, GS memang pernah bekerja di Pupuk Kujang sebagai staf di Bagian Umum PT Pupuk Kujang.

Namun, pihak manajemen Pupuk Kujang sudah memecat GS karena membuat ulah yang merugikan perusahaan tersebut.
 
"Dia bukan lagi karyawan Pupuk Kujang karena sudah dipecat, dan kasusnya juga sedang ditangani pihak berwenang," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.