IRPS: Reaktivasi Jalur KA Banjar-Pangandaran, 1 Kilometer Butuh Rp 15 Miliar

Kompas.com - 07/01/2019, 15:35 WIB
Karena tak ekonomis, rel kereta api Banjar-Cijulang (Jawa Barat) tidak diaktifkan sejak akhir 1980-an. Tahun 1996, Pemda Jawa Barat dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana mengaktifkan kembali jalur kereta api sepanjang 30 km tersebut dengan tujuan agar arus wisatawan ke Pantai Pangandaran dan obyek wisata di pesisir selatan Ciamis makin deras. Namun, akibat krisis moneter, rencana yang ditaksir menelan dana lebih  Rp 40 milyar itu terbengkalai. Dalam era otonomi daerah, ada tawaran dari PT KAI agar Pemda Kabupaten Ciamis ikut investasi. Tetapi itu mustahil, mengingat pendapatan asli daerah (PAD) Ciamis tak sampai Rp 20 milyar. 
NASRULLAH NARAKarena tak ekonomis, rel kereta api Banjar-Cijulang (Jawa Barat) tidak diaktifkan sejak akhir 1980-an. Tahun 1996, Pemda Jawa Barat dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana mengaktifkan kembali jalur kereta api sepanjang 30 km tersebut dengan tujuan agar arus wisatawan ke Pantai Pangandaran dan obyek wisata di pesisir selatan Ciamis makin deras. Namun, akibat krisis moneter, rencana yang ditaksir menelan dana lebih Rp 40 milyar itu terbengkalai. Dalam era otonomi daerah, ada tawaran dari PT KAI agar Pemda Kabupaten Ciamis ikut investasi. Tetapi itu mustahil, mengingat pendapatan asli daerah (PAD) Ciamis tak sampai Rp 20 milyar.

PANGANDARAN, KOMPAS.com - Reaktivasi jalur kereta api Banjar- Pangandaran, Jawa Barat, disambut antusias masyarakat. Tak terkecuali anggota komunitas pecinta dan pelestari kereta api, Indonesian Railways Preservation Society (IRPS).

Sejumlah anggota IRPS, Senin siang (7/1/2019) menemui Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata di Sekretariat Daerah Kabupaten Pangandaran untuk membahas perkembangan reaktivasi jalur kereta.

"Hari Rabu rencana bertemu Pak Gubernur (Jawa Barat) sama Pak Dirut (PT KAI)," kata Jeje.

Salah seorang anggota IRPS, Intrias mengatakan, saat ini ada empat jalur kereta api yang rencananya akan direaktivasi.

Jalur tersebut masing-masing Cibatu-Garut-Cikajang, Bandung-Soreang-Ciwidey, Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari, Banjar-Pangandaran-Cijulang.

"Secara teknis, biaya (reaktivasi jalur Banjar-Pangandaran) paling sulit dibanding yang lain," jelas dia.

Baca juga: Ridwan Kamil Siap Bantu PT KAI Tuntaskan Reaktivasi KA Pangandaran

Menurut Intrias, dulu saat dibangun, jalur ini merupakan jalur termahal di Indonesia. Saat ini pun masih bisa dikatakan jalur mahal. Untuk reaktivasinya butuh sekitar Rp 15 miliar per kilometer.

"Kadaops Bandung memperkirakan butuh Rp 15 miliar per kilometer. Ini ada 80 kilometer. Tinggal dikali, bisa lebih dari Rp 1 triliun," ucapnya.

Menurut Intrias, dulunya jalur kereta api Banjar-Pangandaran-Cijulang "mati" secara bertahap. Jalur Pangandaran-Cijulang mati lebih dulu, yakni tahun 1981.

Setahun berikutnya, giliran jalur Banjar-Pangandaran yang ditutup.

"Karena dianggap kalah dengan jalan raya. Seharusnya tetap dipertahankan jalurnya. Sekarang kenyataannya diperlukan kereta api lagi. Sekarang baru kepikiran. Kalau (jalur) dipertahankan bisa lebih murah (reaktivasinya)," jelas Intrias.

Jalur kereta api Banjar-Pangandaran melewati empat terowongan dan sejumlah jembatan. Empat terowongan tersebut yakni Terowongan Philip, Hendrik, Juliana, dan Wilhelmina.

Baca juga: KA Pangandaran, Langkah Awal Reaktivasi Jalur Kereta Banjar-Pangandaran

Intrias menambahkan, tahun 1997 pernah ada rencana menghidupkan jalur Banjar-Pangandaran ini oleh keluarga Cendana. Saat itu sudah ada penguatan Terowongan Philip di Batulawang.

"Zaman Pak Harto sudah dirapihin. Tapi kena krismon saat itu tahun 1997. Berhenti. Lalu terjadi penjarahan besar-besaran (terhadap rel kereta)," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Organisasi Profesi Nakes Laporkan Akun yang Rendahkan Perjuangan Lawan Corona

Organisasi Profesi Nakes Laporkan Akun yang Rendahkan Perjuangan Lawan Corona

Regional
PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, 5 Kecamatan Zona Merah

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, 5 Kecamatan Zona Merah

Regional
Mulai 8 Juni 2020, Karawang Gelar Tes Swab Massal

Mulai 8 Juni 2020, Karawang Gelar Tes Swab Massal

Regional
Bertambah 71 Pasien Positif, Kasus Corona di Kalsel Capai 1.213

Bertambah 71 Pasien Positif, Kasus Corona di Kalsel Capai 1.213

Regional
Disangka Perampok ATM, Ternyata Polisi Lagi Menghisap Sabu

Disangka Perampok ATM, Ternyata Polisi Lagi Menghisap Sabu

Regional
Update Covid-19 di Sumut, Jumlah Pasien Semakin Bertambah

Update Covid-19 di Sumut, Jumlah Pasien Semakin Bertambah

Regional
Sepuluh Pasien Baru Covid-19 di Sulut, 1 dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Sepuluh Pasien Baru Covid-19 di Sulut, 1 dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan Saat Sedang Tidur

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan Saat Sedang Tidur

Regional
Jelang PSBB Tahap III Berakhir, Pasien Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah di Gresik

Jelang PSBB Tahap III Berakhir, Pasien Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah di Gresik

Regional
Terungkap, Motif Pembunuhan PSK Online di Hotel di Sleman

Terungkap, Motif Pembunuhan PSK Online di Hotel di Sleman

Regional
Berusia 84 Tahun, Nenek Ini Jadi Pasien Tertua yang Sembuh dari Covid-19 di Ambon

Berusia 84 Tahun, Nenek Ini Jadi Pasien Tertua yang Sembuh dari Covid-19 di Ambon

Regional
Ayah Perkosa Anak Gadisnya hingga Hamil, Modus Cek Keperawanan, Terungkap setelah Melapor ke Ibu

Ayah Perkosa Anak Gadisnya hingga Hamil, Modus Cek Keperawanan, Terungkap setelah Melapor ke Ibu

Regional
Seorang Ibu Tewas Ditusuk Tetangga, Diduga Persoalan Batas Tanah

Seorang Ibu Tewas Ditusuk Tetangga, Diduga Persoalan Batas Tanah

Regional
Remaja 19 Tahun Jadi Tersangka, Jual 167 Ekor Burung Cucak Hijau yang Dilindungi

Remaja 19 Tahun Jadi Tersangka, Jual 167 Ekor Burung Cucak Hijau yang Dilindungi

Regional
Risma Blusukan ke RS Temui Cleaning Service hingga Tenaga Medis, Ini yang Dilakukan

Risma Blusukan ke RS Temui Cleaning Service hingga Tenaga Medis, Ini yang Dilakukan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X