KPU Surakarta Tak Permasalahkan Kotak Suara Berbahan Karton Kedap Air

Kompas.com - 03/01/2019, 08:27 WIB
Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti di Solo, Jawa Tengah, Kamis (3/1/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKetua KPU Surakarta Nurul Sutarti di Solo, Jawa Tengah, Kamis (3/1/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta tidak terlalu mempermasalahkan terkait kotak suara Pemilu 2019 yang terbuat dari bahan kertas karton kedap air atau dupleks.

Menurut Ketua KPU Surakarta Nurul Sutarti, perlengkapan kotak suara diatur dalam Pasal 341 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, dijelaskan bahwa kotak suara transparan.

Dalam Pasal 7 Ayat 1 PKPU mengatur bahwa kotak suara Pemilu 2019 berbahan dasar karton kedap air yang transparan satu sisi atau disebut juga dupleks. Sehingga, lanjut Nurul dalam proses pengadaan kotak suara tetap sesuai ketentuan.

"Meskipun ada kotak suara berbahan aluminiun di Kota Solo dan ini proses penghapusan. Januari ini akan proses pelelangan kotak suara berbahan aluminium," kata Nurul kepada Kompas.com di Solo, Jawa Tengah, Kamis (3/1/2019).

Baca juga: KPU Sulbar Kembali Uji Kekuatan Kotak Suara Kardus, Kali Ini Dilempar ke Laut

Nurul menjelaskan, kotak suara berbahan karton kedap air tidak hanya digunakan saat Pemilu 2019, tetapi sudah dipergunakan sejak Pemilu 2014 dan Pilkada 2015. Sehingga, isu soal kotak suara berbahan karton bukan hal baru.

Nurul menyebutkan, ada 1.732 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di Solo. Setiap TPS ada lima kotak suara. Kemudian saat proses rekapitulsasi penghitungan suara di setiap PPK ada 11 kotak suara.

"Totalnya ada 8.715 kotak suara yang kita distribusikan di 1.732 TPS di Solo menjelang Pemilu 2019," ungkapnya.

Guna mengantisipasi kerusakan, Nurul mengungkapkan, semua losgistik Pemilu 2019 dibungkus menggunakan plastik. Pihaknya juga memastikan keamanannya selama di gudang KPU, baik dari serangan tikus maupun rayap.

Baca juga: Uji Kotak Suara dari Kardus dengan Diduduki dan Diangkat 4 Orang, Begini Hasilnya

Terlepas dari kerawanan, kata Nurul, yang menjadi catatan penting adalah pemilih, masyarakat mengawal proses selama pemungutan, penghitungan sampai rekapitulasi itu yang lebih penting.

"Juga pengawas, PPS dan penyelenggara dari Bawaslu jajaranya, parpol atau peserta pemilu saksinya harus cerdas dan paham terhadap proses secara teknis dari pemungutan hingga rekapitulasi," tegasnya.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Regional
Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Regional
Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Regional
Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Regional
Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Regional
Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Regional
Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Regional
Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

Regional
Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Regional
Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Regional
3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

Regional
Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Regional
Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X