5 BERITA POPULER NUSANTARA: Korban Banjir Kampar Minim Bantuan hingga Tarif Endorse Kosmetik Oplosan

Kompas.com - 18/12/2018, 08:06 WIB
Ketum Partai Demokrat SBY dan petinggi Partai Demokrat lainnya melihat atribut yang dirusak dan dibuang ke parit oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/12/2018). KOMPAS.com/IDON TANJUNGKetum Partai Demokrat SBY dan petinggi Partai Demokrat lainnya melihat atribut yang dirusak dan dibuang ke parit oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/12/2018).

Para korban banjir ini rata-rata membutuhkan bantuan sembako. Sebab, warga tidak bisa bekerja.

"Tidak bisa kerja. Kebun sawit dan karet direndam air. Mau keluar saja tidak bisa, karena saya tidak ada sampan," ujar Jefrizal (38), warga lainnya.

Baca berita selengkapnya: Desa di Kampar Riau Ini Sudah 15 Hari Kebanjiran, Warga Butuh Bantuan

2. Kasus perusakan atribut partai di Pekanbaru

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Pekanbaru dalam kasus perusakan atribut partai di Pekanbaru, Riau. Tiga tersangka itu adalah HS, KS dan MW.

Tersangka HS merupakan pelaku perusakan atribut Partai Demokrat di Jalan Jenderal Sudirman.

Sedangkan tersangka KS dan MW, merupakan pelaku perusakan atribut caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Baca berita selengkapnya: Tiga Orang Jadi Tersangka Perusakan Atribut Partai di Pekanbaru

3. Kapolda Riau jawab tudingan Andi Arief

Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo dan jajaran saat mengadakan konferensi pers kasus perusakan atribut partai di Pekanbaru, Riau, Senin (17/12/2018).KOMPAS.com/IDON TANJUNG Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo dan jajaran saat mengadakan konferensi pers kasus perusakan atribut partai di Pekanbaru, Riau, Senin (17/12/2018).

"Ada dua fakta dan informasi dari perusakan atribut Partai Demokrat di Riau yang cukup memprihatinkan. Pertama, pengakuan suruhan pengurus PDIP. Kedua ada informasi keterlibatan Polda. Dua-duanya membahayakan dan masih kami dalami. Ini bukan seledar (sekedar) baleho!!!"

Itulah cuitan Andi Aries, Wakil Sekjen DPP Partai Demkorat Andi Arief, di akun Twitternya @AndiArief.

Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo langsung menambah tudingan dalam cuitan Andi tersebut. Kapolda juga meminta Andi untuk berhati-hati dalam berpendapat.

"Kita tentunya sebagai warga masyarakat tidak boleh menduga-duga, berandai-andai. Hati-hati, menduga, berandai-andai, ada sanksi hukumnya. Dan kendali sepenuhnya ada di tangan saya kegiatan mapolda dan jajaran," ucap Widodo.

"Karena kalau tidak bisa dipertanggungjawabkan, itu ada pertanggungjawaban hukum," tegas Widodo.

Baca berita selengkapnya: Dituding Terlibat Perusakan Atribut Demokrat, Kapolda Riau Minta Andi Arief Hati-hati

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

Muncul Klaster Penularan Covid-19 dari Satu Desa di Kulon Progo

Regional
16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

16 Pegawai BPOM Ambon Sembuh dari Covid-19, Sudah Ada yang Kembali Bekerja

Regional
Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

Mengeluh Lemas dan Tidak Nafsu Makan, Nenek Ini Ternyata Positif Covid-19

Regional
Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

Cegah Krisis Pangan akibat Pandemi, Anak Muda Semarang Mulai Bertani

Regional
Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Proyek Tol Cisumdawu Molor karena Pembebasan Lahan, Ini Keinginan Pemilik Tanah

Regional
Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

Keluarga Minta Pelaku Pembunuhan Staf KPU Yahukimo Dihukum Setimpal

Regional
Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

Munculkan 12 Kasus Covid-19, RS SMC Jadi Klaster Baru di Samarinda

Regional
Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

Staf KPU yang Tewas di Yahukimo Dikenal Idealis, Punya Mimpi Tulis Buku

Regional
Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Cekcok Mulut, Residivis Pembunuhan Ini Tikam Ayah Kandung hingga Tewas

Regional
Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

Genangan 50 Cm Surut, Tol Padaleunyi KM 130 Dapat Dilalui Kembali

Regional
Jerinx Jadi Tersangka Kasus 'Kacung WHO', Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

Jerinx Jadi Tersangka Kasus "Kacung WHO", Ini Tanggapan IDI Wilayah Bali

Regional
Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

Abaikan Protokol Kesehatan Saat Datangi Hajatan, 3 Warga Ini Terinfeksi Covid-19

Regional
Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Sudah 2 Kepala Dinas di Banjar Kalsel Meninggal Dunia Setelah Terinfeksi Covid-19

Regional
Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Kesulitan Internet, Guru dan Siswa Gunakan HT untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Regional
65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

65 Tenaga Kesehatan RSUD dr Soedono Madiun di Swab, Dua Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X