5 BERITA POPULER NUSANTARA: Korban Banjir Kampar Minim Bantuan hingga Tarif Endorse Kosmetik Oplosan

Kompas.com - 18/12/2018, 08:06 WIB
Warga menaiki sampan untuk keluar dari rumahnya yang telah terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu meter lebih di Kabupaten Kampar KOMPAS.com/ CITRA INDRIANIWarga menaiki sampan untuk keluar dari rumahnya yang telah terendam banjir dengan ketinggian mencapai satu meter lebih di Kabupaten Kampar

KOMPAS.com - Kurang lebih sudah 15 hari warga Desa Buluh Cina, Kampar, Riau, terendam banjir. Persediaan bahan makanan milik warga pun semakin menipis.

Menurut warga, bantuan sembako hanya baru sekali diperoleh sejak banjir melanda. Banjir juga telah membuat aktivitas warga terganggu.

Mereka harus menggunakan sampan untuk melintasi genangan banjir. Sayangnya, banyak warga tak memiliki sampan.

Sementara itu, polisi di Pekanbaru telah menetapan seorang tersangka dalam kasus perusakan atribut Partai Demokrat.

Dalam kasus itu, Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo juga menanggapi cuitan Andi Arief, yang menuding keterlibatan Polda Riau.

Berikut ini berita populer Nusantara secara lengkap:

1. Minimnya bantuan bagi korban banjir di Kampar, Riau

Sejumlah anak-anak korban banjir di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, yang sedang makan nasi putih dicampur mie instan, Sabtu (15/12/2018)KOMPAS.com/IDON TANJUNG Sejumlah anak-anak korban banjir di Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, yang sedang makan nasi putih dicampur mie instan, Sabtu (15/12/2018)

Desa Buluh Cina ada sekitar 800 kepala keluarga (KK) yang terdampak banjir tersebut.

"Hampir semua warga yang kena banjir. Sudah banyak juga yang mengungsi," kata Nazir.

Nazir mengatakan, saat ini banyak warga yang mengungsi ke Desa Baru dan tempat tetangga yang lebih tinggi. Sejauh ini, bantuan yang diterima baru sekali saja.

"Bantuan sembako baru sekali datang. Tapi sudah mau habis pula," kata dia. Hal yang sama diakui, Sabariah (51), korban banjir lainnya.

Dia mengatakan, bantuan dari pemerintah berupa beras, minyak goreng, mi instan, dan telur ayam.

Para korban banjir ini rata-rata membutuhkan bantuan sembako. Sebab, warga tidak bisa bekerja.

"Tidak bisa kerja. Kebun sawit dan karet direndam air. Mau keluar saja tidak bisa, karena saya tidak ada sampan," ujar Jefrizal (38), warga lainnya.

Baca berita selengkapnya: Desa di Kampar Riau Ini Sudah 15 Hari Kebanjiran, Warga Butuh Bantuan

2. Kasus perusakan atribut partai di Pekanbaru

Ketum Partai Demokrat SBY dan petinggi Partai Demokrat lainnya melihat atribut yang dirusak dan dibuang ke parit oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/12/2018).KOMPAS.com/IDON TANJUNG Ketum Partai Demokrat SBY dan petinggi Partai Demokrat lainnya melihat atribut yang dirusak dan dibuang ke parit oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/12/2018).

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Pekanbaru dalam kasus perusakan atribut partai di Pekanbaru, Riau. Tiga tersangka itu adalah HS, KS dan MW.

Tersangka HS merupakan pelaku perusakan atribut Partai Demokrat di Jalan Jenderal Sudirman.

Sedangkan tersangka KS dan MW, merupakan pelaku perusakan atribut caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Baca berita selengkapnya: Tiga Orang Jadi Tersangka Perusakan Atribut Partai di Pekanbaru

3. Kapolda Riau jawab tudingan Andi Arief

Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo dan jajaran saat mengadakan konferensi pers kasus perusakan atribut partai di Pekanbaru, Riau, Senin (17/12/2018).KOMPAS.com/IDON TANJUNG Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo dan jajaran saat mengadakan konferensi pers kasus perusakan atribut partai di Pekanbaru, Riau, Senin (17/12/2018).

"Ada dua fakta dan informasi dari perusakan atribut Partai Demokrat di Riau yang cukup memprihatinkan. Pertama, pengakuan suruhan pengurus PDIP. Kedua ada informasi keterlibatan Polda. Dua-duanya membahayakan dan masih kami dalami. Ini bukan seledar (sekedar) baleho!!!"

Itulah cuitan Andi Aries, Wakil Sekjen DPP Partai Demkorat Andi Arief, di akun Twitternya @AndiArief.

Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo langsung menambah tudingan dalam cuitan Andi tersebut. Kapolda juga meminta Andi untuk berhati-hati dalam berpendapat.

"Kita tentunya sebagai warga masyarakat tidak boleh menduga-duga, berandai-andai. Hati-hati, menduga, berandai-andai, ada sanksi hukumnya. Dan kendali sepenuhnya ada di tangan saya kegiatan mapolda dan jajaran," ucap Widodo.

"Karena kalau tidak bisa dipertanggungjawabkan, itu ada pertanggungjawaban hukum," tegas Widodo.

Baca berita selengkapnya: Dituding Terlibat Perusakan Atribut Demokrat, Kapolda Riau Minta Andi Arief Hati-hati

4. Ini tarif artis untuk endorse kosmetik oplosan di Kediri

Ilustrasi kosmetikeverydayplus Ilustrasi kosmetik

Tarif paling murah sepekan Rp 7 juta. Sedangkan tarif paling mahal Rp 15 juta dalam sepekan.

"Endorse artis sudah berlangsung selama 2 tahun. Tinggal mengalikan saja berapa nilainya," kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan, Senin (17/12/2018).

Luki tidak menjelaskan detail berapa masing-masing tarif 6 artis yang diendorse pemilik usaha kosmetik oplosan asal Kediri Jawa Timur itu.

"Yang pasti keenam artis yang pernah diendorse akan diperiksa," ujar dia.

Sejauh ini, kata Luki, dari 6 artis yang pernah diendorse, baru 3 yang mengonfirmasi akan hadir dalam pemeriksaan polisi yakni VV, NR, dan NK.

Baca berita selengkapnya: Ini Tarif Endorse Artis dalam Kasus Kosmetik Oplosan

5. KM Awu Jakarta sempat miring dan minta bantuan

Kapal tenggelam.Thinkstock Kapal tenggelam.

Kapal Motor (KM) Awu Jakarta berpenumpang ratusan orang dilaporkan miring kanan setelah keluar dari dermaga Pelabuhan Bima, Nusa Tenggara Barat, Senin (17/12/2018).

Bantuan tim pencarian dan penyelamatan (SAR) sempat diminta untuk mengevakuasi penumpang dari atas kapal.

Namun, setelah Tim SAR Pos Bima tiba di lokasi, KM Awu Jakarta berhasil menuju dermaga Pelabuhan Bima, sehingga evakuasi ratusan penumpang kapal tersebut batal dilakukan.

Penyebab kapal tersebut miring belum diketahui dan masih diselidiki.

Baca berita selengkapnya: KM Awu Miring Setelah Keluar Pelabuhan Bima, Sempat Minta Bantuan Evakuasi Penumpang

Sumber: KOMPAS.com (Robertus Belarminus, Achmad Faizal, Idon Tanjung)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

Regional
4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Regional
Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Regional
Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Regional
Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Regional
Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Regional
Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Regional
Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Regional
Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Regional
Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Regional
Dicopot oleh Bupati Ogan Ilir, Seorang ASN Mengadu ke Komisi ASN

Dicopot oleh Bupati Ogan Ilir, Seorang ASN Mengadu ke Komisi ASN

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X