Kisah Maman Si Peternak Lele Asal Indramayu, Kena Tipu Pengepul Ratusan Juta Rupiah hingga Teknik Digital E-Fishery

Kompas.com - 11/12/2018, 18:13 WIB
Para pekerja sedang memindahkan lele dari kolam ke truk, di kawasan tambak lele di Desa Krimun, Kecamatan Lohsarang, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (7/12/2018). Sebelum dinaikkan ke truk, lele ditimbang. Setiap hari, para juragan lele di Desa Krimun dan desa tetangga, Desa Puntang, memanen puluhan ton lele. KOMPAS/WINDORO ADIPara pekerja sedang memindahkan lele dari kolam ke truk, di kawasan tambak lele di Desa Krimun, Kecamatan Lohsarang, Indramayu, Jawa Barat, Jumat (7/12/2018). Sebelum dinaikkan ke truk, lele ditimbang. Setiap hari, para juragan lele di Desa Krimun dan desa tetangga, Desa Puntang, memanen puluhan ton lele.

KOMPAS.com - Usaha budidaya lele milik Sarman alias Maman di Desa Krimun, Kecamatan Lohsarang, Indramayu, Jawa Barat, tidak dibangun dalam sekejap.

Di balik kesuksesannya, Maman harus berjuang keras setiap hari agar bisa meraup pendapatan kotor hingga ratusan juta per hari. Terkadang, Maman terkena tipu dari para pengepul lele dari kota-kota besar.

Untuk diketahui, lebih dari separuh lahan di Desa Krimun dan Puntang merupakan usaha tambak lele. Bahkan Desa Krimun, tempat tinggal Maman, kurang lebih 80 persen dari luas lahan 615 hektar, dimanfaatkan untuk budidaya lele.

Maman berbagi pengalamannya dalam membudidayakan kampung lele bersama warga desa lainnya. Inilah faktanya:

1. Awalnya beternak udang windu, akhirnya beralih ikan lele

Sarman (40), salah satu juragan lele di Desa Krimun, Lohsari, Indramayu, Jawa Barat, sedang mengawasi para pekerjanya merawat dan memanen lele di sejumlah kolam miliknya. Saat ini ia memiliki 200 kolam lele, dan 100 kolam lele lainnya yang digadaikan para peternak lele kepadanya. Dari ratusan kolam tersebut, setiap hari ia memanen lele seberat tujuh ton. KOMPAS/WINDORO ADI Sarman (40), salah satu juragan lele di Desa Krimun, Lohsari, Indramayu, Jawa Barat, sedang mengawasi para pekerjanya merawat dan memanen lele di sejumlah kolam miliknya. Saat ini ia memiliki 200 kolam lele, dan 100 kolam lele lainnya yang digadaikan para peternak lele kepadanya. Dari ratusan kolam tersebut, setiap hari ia memanen lele seberat tujuh ton.

Sekiar akhir 80-an, warga di Desa Krimun dan Puntang dikenal sebagai peternak udang windu. Namun, di awal 90-an terjadi bencana yang meghancurkan budidaya udang windu milik warga.

Saat itu, air laut di pesisir pantai Losarang tercemar limbah dan membuat ribuan benur mati.

Para petambak rugi akhirnya merugi hingga ratusan juta rupiah. Salah seorang petambak udang, Carmin Iswahyudi, tak luput dari bencana tersebut.

Di tengah kegalauan, Carmin mengamati beberapa peternak lele yang “bermain di pinggiran” ternyata selamat dari bencana limbah.

Carmin yang akrab disapa Maming akhirnya mencoba untuk beternak lele. Saat itu dirinya menebar ribuan bibit lele asal penangkaran di Cirebon, dan Parung Bogor.

Keputusan Carmin atau sering dipanggil Pak Maming, ternyata berhasil. Bibit yang dia sebar ke 20 kolam yang masing-masing seluas 500 persegi telah menghasilkan 7 ton ikan lele dalam sehari.

Tahun 2003, Maming membentuk kelompok peternak lele. Saat itu jumlah total tambak lele sudah mencapai 25 hektar.

Baca Juga: Penghasilan Rp 100 Jutaan Per Hari, Kisah Juragan Lele di Indramayu

2. Beternak lele terus berlanjut ke generasi berikutnya

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat panen ikan lele di Desa Jambesari Kecamatan Sempu Senin (19/9/2016)Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat panen ikan lele di Desa Jambesari Kecamatan Sempu Senin (19/9/2016)

“Nama lain selain Pak Maming, ada Haji Mardiah, Pak Drajat, dan Haji Ronny. Sekarang muncul generasi baru seperti Pak Mahfud, dan Pak Apri, dan saya,” kata Sarman (40), salah satu juragan lele generasi baru, Jumat (7/12/2018) siang.

Maman pun menceritakan, setiap panen lele, para pengepul lele sudah menunggu untuk mengangkutnya ke kota-kota besar, seperti di wilayah Jabodetabek.

“Panen dilakukan siang menjelang sore seperti hari ini. Sampai Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, atau Bekasi, malam,” tutur Sarman yang akrab dipanggil Juragan Maman.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesal Sering Disebut Duda, Pria Ini Bunuh Temannya secara Sadis

Kesal Sering Disebut Duda, Pria Ini Bunuh Temannya secara Sadis

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MPLS di Jateng Belum Boleh Tatap Muka

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, MPLS di Jateng Belum Boleh Tatap Muka

Regional
Kepala Bappeda Jatim Meninggal karena Covid-19, Khofifah: Kami Sangat Kehilangan

Kepala Bappeda Jatim Meninggal karena Covid-19, Khofifah: Kami Sangat Kehilangan

Regional
Asrama Pondok Pesantren di Puncak Bogor Hangus Terbakar

Asrama Pondok Pesantren di Puncak Bogor Hangus Terbakar

Regional
Kasus Dugaan Prostitusi Artis H, Polisi Tetapkan R sebagai Tersangka

Kasus Dugaan Prostitusi Artis H, Polisi Tetapkan R sebagai Tersangka

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak Pemkot Gorontalo Akan Lakukan Pembatasan Khusus di Kecamatan

Kasus Covid-19 Melonjak Pemkot Gorontalo Akan Lakukan Pembatasan Khusus di Kecamatan

Regional
Marak Kapal Cantrang di Natuna, Nelayan Mengadu ke Susi

Marak Kapal Cantrang di Natuna, Nelayan Mengadu ke Susi

Regional
Muncul Klaster Pekerja Media di Jatim, Gugus Tugas Covid-19: Kami Yakin Bisa Ditangani

Muncul Klaster Pekerja Media di Jatim, Gugus Tugas Covid-19: Kami Yakin Bisa Ditangani

Regional
Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Wanita Ini Jual Rumah dan Siap Dinikahi Pembelinya

Regional
Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Ibu-ibu Bawa Anaknya Demo Tuntut Sekolah Dibuka, Ini Tanggapan Disdik Pamekasan

Regional
Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Positif Corona, Sekda Grobogan: Keluhan Saya Tidak Bisa Tidur Nyenyak

Regional
Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Mahasiswanya Gantung Diri Diduga Depresi Skripsi Sering Ditolak Dosen, Ini Penjelasan Universitas

Regional
2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

2 Pasien Covid-19 di Riau Merasa Nyeri di Perut dan Ulu Hati

Regional
Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Regional
Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X