Kisah Mahasiswa Polisikan Rektor di Riau, Dicap Penyebar Fitnah hingga Dilempar Disertasi 250 Halaman

Kompas.com - 10/12/2018, 19:21 WIB
Ilustrasi cekcok dengan pasangan saat berkendara learnthatlanguagenow.comIlustrasi cekcok dengan pasangan saat berkendara

KOMPAS.com - Usai perdebatan sengit, MR melempar Komala Sari (35) dengan disertasi setebal 250 halaman milik Komala. Atas perbuatannya tersebut, Komala melaporkan MR ke polisi.

Perdebatan antara MR dan Komala terkait perpanjangan kontrak Komala sebagai dosen di kampus yang dipimpin MR. 

Seperti diketahui, MR adalah rektor di salah satu universitas terkenal di Riau. Dirinya juga menjadi salah satu dosen penguji Komala.

Komala adalah mahasiswa yang tengah mengambil program doktor di bidang Ilmu Lingkungan di Universitas Riau (Unri). 

Berikut fakta lengkapnya:

1. Usai berdebat, Komala dilempar disertasi 

Ilustrasi kekerasan dalam hubunganthinkstock/lolostock Ilustrasi kekerasan dalam hubungan

Komala Sari melaporkan salah satu dosen pembimbing disertasinya, MR, ke polisi pada hari Rabu (3/10/2018).

"Kejadiannya pada hari Senin 1 Oktober 2018. Lalu saya buat laporan ke Polda Riau tiga hari setelah kejadian, Rabu 3 Oktober 2018," ungkap Komala.

Setelah dikonfirmasi, Komala menjelaskan, dirinya sempat memilih tidak melapor ke polisi. Namun, akhirnya Komala memutuskan untuk membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

"Sempat saya diamkan sejenak. Tapi enggak enak juga rasanya diperlakukan seperti itu. Makanya saja lapor (polisi) saja," akui Komala.

Korban melaporkan MR ke Polda Riau dengan tuduhan tindak penganiayaan dan atau penghinaan. 

Baca Juga: Mahasiswa di Pekanbaru Dilempar dengan Disertasi, Rektor Dipolisikan

2. Berawal dari perdebatan kontrak kerja sama

Calon mahasiswa harus rajin melakukan riset untuk menentukan jurusan dan kampus yang tepat untuk studinya.Jacob Ammentorp Lund Calon mahasiswa harus rajin melakukan riset untuk menentukan jurusan dan kampus yang tepat untuk studinya.

Selain menjadi mahasiswa program doktoral, Komala juga menjadi dosen di Unri. Lalu saat Komala menemui MR di ruangan Rektor, MR mencoba menanyakan perkara perpanjangan kontrak sebagai dosen.

Saat itu Komala sebetulnya hanya ingin meminta tanda tangan MR sebagai syarat mengajukan seminar untuk program doktoralnya.

Namun, pertanyaan Komala tentang kontrak kerja sama sebagai dosen ternyata berujung perdebatan.

"Saya dikontrak di Unri dua tahun. Tapi kata anak buahnya, saya diputus kontrak kerja sama atas perintah dia (rektor). Jadi saya tanyakan ke dia apa benar. Tapi dia bilang bukan dia yang memutus kontrak tersebut," kata Komala.

Entah kenapa, di ujung perdebatan MR melempar Komala dengan disertasi yang tengah diajukan Komala.

"Dia lempar disertasi saya sambil mengatakan saya binatang tidak bermoral. Ucapan dia disaksikan oleh wakil rektor satu," sebut Komala.

Baca Juga: Tak Punya Beras dan Uang Kos, 2 Mahasiswa Todong Warga Pakai Parang

3. Komala dituduh penyebar fitnah dan pembohong

Ilustrasi bullyingWavebreakmedia Ilustrasi bullying

Usai perdebatan di ruang kerja MR, masalah semakin panjang. Komala tidak segera mendapat tanda tangan untuk seminar dari MR. Hal itu membuat Komala geram dan kecewa.

"Ini sangat tidak profesional, karena dikaitkan bisnis dengan perkuliahan," tuturnya.

Selain itu, sejak kejadian tersebut dirinya sering dituduh sebagai pembohong dan penyebar fitnah.

"Kita bicara sesuai fakta. Saya tunggu dia ngomong jujur apa yang disampaikannya. Bersumpah di atas Al Quran mau dia enggak?" terangnya.

Sementara itu, menurut Komala, harusnya dari akhir Juli, Agustus, September, Oktober dan November sudah dua kali seminar dan semuanya sudah selesai.

" Disertasi sudah acc. Tiga pembimbing sudah oke. Jadi tinggal tanda tangan dari dia (rektor). Dia kan penguji keempat dari tujuh orang penguji," tambah Komala.

"Jadi atas kejadian itulah saya lapor ke Polda Riau. Selain itu saya juga lapor ke Ombudsman Riau," tutupnya.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa di Jabar Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf Amin

4. Tawaran Unri untuk selesaikan masalah secara internal 

IlustrasiShutterstock Ilustrasi

Setelah pihak kampus mengetahui dirinya melapor polisi, Komala sempat diajak menyelesaikan masalah dengan Rektor MR secara kekeluargaan.

Pihak kampus meminta Komala mencabut laporannya ke polisi terkait perbuatan Rektor MR.

"Kalau saya tidak cabut laporan, saya tidak bisa maju seminar. Ini kan sudah intervensi," sambungnya.

Sementara itu, Rektor MR masih belum memberi keterangan resmi terkait laporan Komala terhadap dirinya.

Baca Juga: Unggah Video Mantan Pacar ke Situs Porno, Mahasiswa S-2 Ditangkap Polisi

5. Polisi akan dalami laporan Komala

IlustrasiKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto membenarkan adanya laporan atas nama Komala Sari tersebut.

"Iya, ada. Masih didalami," jawab Sunarto pada Kompas.com, Minggu (9/12/2018). 

Dia menambahkan, kasus tersebut ditangani oleh Direktorat Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Riau.

Sementara itu, Korban melaporkan MR ke Polda Riau dengan tuduhan tindak penganiayaan dan atau penghinaan seperti yang diatur dalam Pasal 315 atau Pasal 352 KUHP.

Baca Juga: 5 Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di UGM, Rektor Minta Maaf hingga Tim Khusus dari UGM

Sumber: KOMPAS.com (Idon Tanjung)

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Tak Terima Penghulu Hendak Nikahkan Anaknya, Ibu Pengantin: Stop Bapak

Regional
Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Tidak Mau Disebut Kebobolan Soal Klaster Secapa AD, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bandung

Regional
Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Sering Dikucilkan hingga Tersulut Emosi

Kronologi Wanita Ngamuk dan Lempar Al Quran, Sering Dikucilkan hingga Tersulut Emosi

Regional
Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Industri Olahan Cokelat Nglanggeran Gunungkidul, Mulai Bangkit di Tengah Pandemi

Regional
Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Terjatuh Saat Berolahraga, Ketua DPRD Samarinda Tutup Usia

Regional
Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Duduk Perkara Wanita Ngamuk dan Lempar Alquran, Emosi Dituding Tukang Lapor Polisi

Regional
Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Investigasi Kematian Warga di Boven Digoel, Komnas HAM Papua Keluarkan 5 Rekomendasi

Regional
Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Antisipasi Erupsi Gunung Merapi, BPBD Klaten Petakan Tempat Evakuasi Warga

Regional
Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Menolak Dirawat di Bantul, Pasien Covid-19 Pilih Pulang ke Madura

Regional
Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Ini Kondisi Covid-19 di Surabaya Setelah 2 Pekan Waktu yang Diberikan Jokowi Habis

Regional
Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Ridwan Kamil: Klaster Secapa AD adalah Anomali, Akan Ditangani Langsung Mabes TNI

Regional
Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga Sekitar Secapa AD Hegarmanah

Regional
Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Regional
Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Regional
Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X