Kompas.com - 03/12/2018, 16:44 WIB
Salah satu lokasi galian pasir di kawasan bukit Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin) Kota Tasikmalaya yang hampir rata, Senin (3/12/2018) KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHASalah satu lokasi galian pasir di kawasan bukit Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin) Kota Tasikmalaya yang hampir rata, Senin (3/12/2018)

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Beberapa lokasi penambangan pasir ilegal di Kecamatan Mangkubumi dan Bungursari, Kota Tasikmalaya, masih terlihat bebas beroperasi sampai sekarang.

Seperti di Jalan Mangkubumi-Indihiang (Mangin), terlihat beberapa titik galian C dengan alat berat dan antrean truk pengangkut pasir bebas melakukan aktivitasnya.

Para penambang liar seakan tak pernah jera meski sering terkena operasi penertiban oleh Polda Jawa Barat dan Dinas Pertambangan Provinsi Jabar.

"Kalau di Kota Tasikmalaya itu sangat aman, Pa, beli pasir di sini banyak lokasinya, gampang ditemui. Soalnya, katanya izinnya hanya di warga sekitar saja, bisa langsung menggali, surganya kalau di Tasik pasir mah. Kalau di Garut, sekarang sudah susah mencari galian pasir, soalnya izinnya ribet," jelas Mur (46), salah seorang sopir truk pasir asal Garut, yang antre di lokasi galian pasir Jalan Mangin, Senin (3/12/2018).

Mur menambahkan, lokasi tambang pasir di Jalan Mangin, Kota Tasikmalaya, mudah ditemui karena titik-titiknya banyak di pinggir jalan raya. Bahkan, para penambang secara terang-terangan melakukan operasi tanpa menghiraukan aturan yang sejatinya berproses panjang dan harus dikeluarkan oleh Dinas Pertambangan Provinsi Jawa Barat.

"Di Kota Tasik kan luas bukitnya, jadi katanya gak usah pakai izin provinsi segala. Kondisi lingkungan masyarakat ada izin, bisa langsung jalan. Tapi sekarang bukitnya sudah habis, tinggal sedikit," ungkap Par (56), salah seorang sopir truk lainnya dengan nada polos.

Baca juga: Polda Jawa Barat Tutup 4 Tambang Pasir Ilegal di Garut dan Sumedang

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lokasi galian pasir di sepanjang Jalan Mangin dan beberapa lokasi yang tersembunyi lainnya di wilayah Mangkubumi, diketahui menjadi incaran truk pembeli pasir dari berbagai daerah. Setiap hari, truk pembeli pasir dari Garut, Banjar, Ciamis, Pangandaran sampai Cilacap, Jawa Tengah, berada di titik-titik lokasi galian C.

Bahkan, sopir truk dari Garut dan Cilacap, Jawa Tengah, rela menginap di lokasi galian pasir supaya mendapatkan antrean tak terlalu lama.

"Saya dari Cilacap, Mas, antre di sini sejak malam. Pasir di Tasik kualitasnya bagus, jadi kalau dijual di Cilacap mahal," tambah Sunanto (56), sopir truk lainnya asal Cilacap, Jawa Tengah.

Izin tak ribet

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.