5 Fakta Kunjungan Prabowo di Garut dan Tasikmalaya, Bicara "Genderuwo" hingga Kritik Pemerintah

Kompas.com - 19/11/2018, 16:00 WIB
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menggelar acara Prabowo Menyapa di Graha Intan Balarea, Garut, Jawa Barat, Sabtu (17/11/2018). Dok. Tim media pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga UnoCalon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menggelar acara Prabowo Menyapa di Graha Intan Balarea, Garut, Jawa Barat, Sabtu (17/11/2018).

KOMPAS.com - Saat mengunjungi Kota Garut, Calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, melontarkan kritikan kepada pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Prabowo mengkritik masih tingginya angka pengangguran saat ini. Namun, menurut Prabowo, banyak tenaga kerja asing (TKA) yang mudah mendapatkan pekerjaan di Indonesia.

Selain itu, Prabowo juga turut angkat bicara tentang politik "genderuwo" yang beberapa hari lalu rampai dibicarakan.

Inilah sejumlah fakta dalam kunjungan Prabowo di Garut dan Tasikmalaya.

1. Naik helikopter ke Tasikmalaya

Prabowo Subianto usai berziarah di komplek makam para sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (17/11/2018).KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHA Prabowo Subianto usai berziarah di komplek makam para sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (17/11/2018).

Pada hari Sabtu, (17/11/2018), Prabowo Subianto berkunjung ke Tasikmalaya untuk berziarah ke makam Abah Sepuh dan Anom Pondok Pesantren Suryalaya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedatanngan Prabowo langsung disambut para pimpinan dan sesepuh pondok pesantren saat mulai turun dari helikopter sampai ke area kompleks pemakaman di sekitar pesantren.

"Beliau melakukan ziarah ke makam Abah Sepuh dan Abah Anom di sini. Beliau sudah tahu ziarah ke sini dan langsung naik ke atas bukit makam di dalam komplek pesantren," jelas Pimpinan Ponpes Suryalaya KH Zaenal Abidin, Sabtu siang.

Zaenal menambahkan, sosok Prabowo sudah dikenalnya sejak era masa Orde Baru zaman Presiden Soeharto.

"Beliau adalah mantan menantu Pak Presiden Soeharto. Jadi beliau sudah paham saat berkunjung ke pesantren pasti ziarah ke makam Abah Sepuh dan Abah Anom," kata dia.

Baca Juga: Prabowo Naik Helikopter Kunjungi Ponpes Suryalaya di Tasikmalaya

2. Ponpes bantah kunjungan Prabowo terkait pilpres

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menghadiri acara Prabowo Menyapa di Graha Intan Balarea, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (17/11/2018).Dok. Tim media pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat menghadiri acara Prabowo Menyapa di Graha Intan Balarea, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (17/11/2018).

Zaenal membantah bahwa kunjungan Prabowo Subianto terkait kepentingan pencalonanannya sebagai presiden.

"Begini, ini acara kunjung mengunjungi dan tidak ada kaitannya dengan itu (Pilpres)," ungkapnya.

Namun, Zaenal menilai sosok Prabowo adalah figur yang sudah matang dan menjadi salah satu sosok yang layak untuk menjadi pemimpin di negeri ini.

Terlebih lagi, sosok Prabowo dinilainya sebagai salah satu figur yang berpengalaman di Indonesia.

"Beliau umurnya sudah 60 tahun dan mantan menantu Presiden Soeharto. Jadi beliau merupakan sosok yang matang dan berpengalaman," pungkasnya.

Baca Juga: Gus Sholah: Nabi Muhammad Tidak Pernah Menebar Kebencian dalam Berpolitik

3. Prabowo kritik masih banyak pengangguran

Dua pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-KH Maruf Amin, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama pimpinan parpol dan caleg serta Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman dan Ketua Bawaslu RI, Abhan melepaskan burung dara saat Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Dalam acara yang juga dihadiri perwakilan partai politik, dan sejumlah caleg tersebut mendeklarasikan kampanye anti politisasi sara, anti politik uang, dan anti hoax.

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO (NUT)
23-09-2018KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Dua pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-KH Maruf Amin, dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bersama pimpinan parpol dan caleg serta Ketua Komisi Pemilihan Umum, Arief Budiman dan Ketua Bawaslu RI, Abhan melepaskan burung dara saat Deklarasi Kampanye Damai Pemilu Serentak 2019 di Lapangan Monumen Nasional, Jakarta, Minggu (23/9/2018). Dalam acara yang juga dihadiri perwakilan partai politik, dan sejumlah caleg tersebut mendeklarasikan kampanye anti politisasi sara, anti politik uang, dan anti hoax. KOMPAS/WISNU WIDIANTORO (NUT) 23-09-2018

Selain ke Tasikmalaya, Prabowo Subianto juga mengunjungi Kota Garut. Di kota tersebut, Prabowo mengkritik pemerintah yang terkesan tak peduli dengan fenomena meningkatnya jumlah pengangguran.

Menurut Prabowo, tingkat pengangguran yang semakin tinggi tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan lapangan kerja bagi warganya. Namun di sisi lain tenaga kerja asing (TKA) justru terlihat mudah mendapatkan pekerjaan di Indonesia.

"Ini politisi klasik dari Jakarta berpidato, ekonomi kita bagus, rakyat gembira kok. Rakyat mau kerja boleh, saking banyaknya lapangan kerja, tenaga kerja dari asing boleh berbondong-bondong masuk, tapi rakyat kita banyak yang nganggur," ujar Prabowo seperti dikutip dari siaran pers tim media Prabowo-Sandiaga, Sabtu (17/11/2018).

Hal itu ia ungkapkan dalam acara 'Prabowo Menyapa' di Graha Intan Balarea, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (17/11/2018).

Baca Juga: Kampanye di Garut, Prabowo Sebut Banyak Orang Jadi Pengangguran

4. Prabowo di Garut promosi buku "Paradoks Indonesia"

Caleg muda Partai Gerinda Garut menunjukan buku Paradoks Indonesia karya Prabowo SubiantoKOMPAS.com/ ARI MAULANA KARANG Caleg muda Partai Gerinda Garut menunjukan buku Paradoks Indonesia karya Prabowo Subianto

Selain mengkritik pemerintah, Prabowo juga mempromosikan buku berjudul "Paradoks Indonesia".

Menurut Prabowo, yang juga penulis buku tersebut, buku tersebut berupa kumpulan data soal kondisi bangsa ini dan perjalanan bangsa yang saat ini sudah mengarah tidak baik.

"Dari data yang saya kumpulkan puluhan tahun, semua fakta yang saya kumpulkan, menunjukan bangsa ini ke arah yang tidak baik," katanya.

Prabowo berharap buku tersebut dibaca oleh masyarakat dan bukan hanya sekadar dipajang saja.

Baca Juga: Ke Garut, Prabowo Promosikan Buku Karyanya, "Paradoks Indonesia"

5. Komentar Prabowo tentang politik "genderuwo"

Ilustrasi PolitikKOMPAS Ilustrasi Politik

Calon Presiden Prabowo Subianto melihat citra politik saat ini bergeser jauh dari arti yang sebenarnya. Hingga, politik saat ini terkesan menakutkan hingga muncul politik Genderuwo.

"Secara keilmuan, politik itu artinya keinginan untuk memperbaiki kehidupan rakyat, tapi sekarang jadi menakutkan hingga ada Genderuwo politik," katanya saat menemui warga Garut di Kampung Sukaraja Desa Jatisari Kecamatan Karang Pawitan Sabtu (17/11/2018).

Namun, Prabowo enggan melanjutkan kelakarnya tersebut sambil setengah bercanda.

"Saya juga nggak tahu tampangnya (Genderuwo politik), jangan dilanjutkan bicaranya ada TV disini, Piss, Piss," katanya sambil mengacungkan dua jari.

Baca Juga: Prabowo: Politik Saat Ini Jadi Menakutkan, hingga Ada Istilah "Genderuwo Politik"

Sumber: KOMPAS.com (Ari Maulana Karang, Kristian Erdianto, Irwan Nugraha)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X