Gus Sholah: Nabi Muhammad Tidak Pernah Menebar Kebencian dalam Berpolitik

Kompas.com - 19/11/2018, 15:25 WIB
Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, KH. Salahuddin Wahid, saat menerima kunjungan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, awal Oktober 2018. KOMPAS.com/Moh. SyafiiPengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, KH. Salahuddin Wahid, saat menerima kunjungan Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, awal Oktober 2018.

SURABAYA, KOMPAS.com - KH Solahudin Wahid ( Gus Sholah), Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang yang juga adik mantan Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), mengajak para politisi di Indonesia meneladani cara berpolitik Nabi Muhammad SAW.

Kata Gus Sholah, di momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, banyak sifat-sifat nabi yang bisa diteladani politisi di Indonesia dalam konteks komunikasi politik. Diantaranya, nabi selalu berkomunikasi dengan cara yang baik dan tidak menebar kebencian dan permusuhan.

"Dalam Alquran Surat Ali Imron 159 disebutkan bahwa Nabi selalu menyampaikan pesan dengan santun, lemah lembut dan tidak perna menebar kebencian, tidak memaksa dan tidak menyerang orang dalam perkataannya," kata Gus Sholah dikonfirmasi, Senin (19/11/2018).

Nabi dalam ajarannya juga seorang yang jujur dan dapat dipercaya. Jujur menurutnya adalah menyampaikan fakta apa adanya dan tidak menutupi fakta untuk kepentingan tertentu, apalagi sengaja menyebar berita hoaks.


Baca juga: Sambut Maulid Nabi, Warga Gorontalo Siapkan Kue Kolombengi dan Wapili

"Saya rasa masih banyak sifat Nabi yang perlu diteladani bagi para politisi di negeri ini. Jika cukup melakukan 3 sifat saja yakni jujur, dapat dipercaya dan berkata baik, itu sudah bagus jika benar diterapkan," jelasnya.

Sifat-sifat Nabi tersebut bahkan berlaku tidak hanya dalam konteks berpolitik saat ini, namun juga relevan diterapkan dalam kehidupan manusia baik bagi seorang pemimpin, seorang bapak, maupun individu dalam kehidupan sehari-hari.

Gus Sholah juga menyinggung banyaknya fenomena dakwah dan khutbah Jumat di masjid dengan materi menghujat dan menyerang kelompok lain. Kata dia, materi dakwah tersebut sudah tidak sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya pengurus masjid perlu melakukan seleksi materi dan pendakwah atau khotib salat Jumat yang akan beraktivitas di masjid. "Saya rasa pengurus masjid perlu menertibkan hal-hal semacam itu," ujarnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Regional
Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Regional
60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

Regional
Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Regional
Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Regional
Hendak ke Yogya, Polisi Pulangkan Suporter Persis Kembali ke Solo

Hendak ke Yogya, Polisi Pulangkan Suporter Persis Kembali ke Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X