Polisi: 6 ASN dan 3 Sipil jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Bansos Tasikmalaya

Kompas.com - 16/11/2018, 15:58 WIB
Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto bersama Direskrimsus Polda Jabar, Kombes Samudi tengah memperlihatkan barang bukti sejumlah uang miliaran rupiah beserta dokumen lainnnya yang diduga hasil dari kejahatan korupsi hibah bansos Tasikmalaya. KOMPAS.com/AGIEPERMADIKapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto bersama Direskrimsus Polda Jabar, Kombes Samudi tengah memperlihatkan barang bukti sejumlah uang miliaran rupiah beserta dokumen lainnnya yang diduga hasil dari kejahatan korupsi hibah bansos Tasikmalaya.

BANDUNG, KOMPAS.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jabar telah menetapkan 9 tersangka dalam dugaan tindakan korupsi dalam program dana hibah bantuan sosial ( bansos) APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun anggaran 2017.

Adapun kesembilan tersangka ini terdiri dari enam orang aparatur sipil negara (ASN). Sedang tiga tersangka lainnya yakni seorang wiraswasta diketahui berinisial LSM, M, dan seorang petani berinisial S.

Keenam ASN tersebut yakni Sekda Kabupaten Tasikmalaya berinisial AK, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya MJ, Sekretaris DPKAD Kabupaten Tasikmalaya berinisial AR, Irban Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya berinisial E, Staf Bag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya berinisial AR, dan Staf Bag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya berinisial EA.

Baca juga: Ridwan Kamil Komentari Kasus Korupsi Hibah dan Bansos Kabupaten Tasikmalaya

"Jumlah tersangka yang ASN sebanyak 6 orang dengan hierarki kepangkatan yang berbeda stratanya yang paling tinggi saudara AK sebagai Sekretaris Kabupaten Tasikmalaya dan 5 orang lainnya ASN, ada Kabag dan lainnya. Kemudian kita lakukan penangkapan terhadap 3 orang, ini statusnya adalah wiraswasta," jelas Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jawa barat, Jumat (16/11/2018).

AK bersama delapan tersangka lainnya dianggap telah merugikan negara sejumlah Rp 3,9 miliar. "Ya dari kerugian negara total uang bansos itu Rp 3,9 miliar, kalau diserahkannya hanya 10 persen maka itu yang diserahkan sisanya dibagi-bagi," katanya.

Dijelaskan, bahwa pada tahun anggaran 2017 Kabupaten Tasikmlaya menganggarkan hibah dengan nama kegiatan belanja dana hibah organisasi kemasyarakatan yang bersumber dari APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017 untuk instansi, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga keagamaan se-Kabupaten Tasikmalaya.

Baca juga: Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah, Sekda Kabupaten Tasikmalaya Ditahan

Dalam kegiatan belanja dana hibah organisasi kemasyarakatan ini ada hibah untuk 21 yayasan/lembaga keagamaan yang diduga diselewengkan atau disalahgunakan ke sembilan tersangka ini.

Agung menjelaskan, modus korupsi ini berawal dari instruksi AK (Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya), MJ (Kepala Bagian Kesra Kabupaten Tasikmalaya), dan E (Mantan Kabag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya tahun 2015) kepada tersangka ARM dan tersangka EA (Staf bagian Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya) untuk mencari yayasan yang akan menerima dana hibah bantuan sosial.

Setelah diperoleh 21 yayasan, kemudian diajukan permohonan proposal hibah bantuan sosial diajukan ke pemerintah daerah tersebut untuk diproses pencairannya.

Masing-masing yayasan seharusnya menerima dana hibah hingga ratusan juta rupiah, namun nyatanya uang itu dipotong oleh para tersangka, sehingga ke 21 yayasan itu hanya menerima 10 persen dari uang dana hibah bansos dengan total Rp 3,9 miliar tersebut.

Baca juga: Polda Jabar Periksa Sekda Kabupaten Tasik terkait Dugaan Korupsi Hibah

Adapun pembagian yang dilakukan para tersangka dengan jumlah potongan yang variatif mulai dari 10 persen - 50 persen pemotongan dana hibah tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X