Kejati Jabar Geledah Kantor PUPR Tasikmalaya Terkait Korupsi Proyek Jalan

Kompas.com - 13/11/2018, 11:43 WIB
Tim Kejati Jabar membawa dokumen seusai menggeledah kantor PUPR Kabupaten Tasikmalaya terkait dugaan korupsi jalan tahun anggaran 2017, Senin (12/11/2018) kemarin. KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHATim Kejati Jabar membawa dokumen seusai menggeledah kantor PUPR Kabupaten Tasikmalaya terkait dugaan korupsi jalan tahun anggaran 2017, Senin (12/11/2018) kemarin.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Tim Kejaksaan Tinggi ( Kejati) Jawa Barat dengan penjagaan ketat petugas kepolisian bersenjata lengkap menggeledah kantor PUPR Kabupaten Tasikmalaya, Senin (12/11/2018).

Penggeledahan itu terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi proyek jalan baru Ciawi-Singaparna tahun 2017 dengan pagu anggaran Rp 25 miliar.

"Penggeledahan ini terkait adanya tindakan dana korupsi proyek jalan Cising (Ciawi-Singaparna) tahun 2017 dengan pagu anggaran Rp 25 miliar dan kerugian negara mencapai Rp 2,5 miliar," jelas Kasi Penyidikan Kejati Jabar, Januar.

Ditambahkan Januar, dugaan korupsi ini dengan modus mark up spesifikasi pengerjaan secara bersama-sama antara pemborong bersama dinas terkait dan pemerintah daerah. Barang bukti yang disita dari kantor tersebut yakni 75 dokumen proyek tersebut dan 4 buah hard disk terkait proyek.

"Kami menyita 75 dokumen terkait proyek mulai dari perencanaan, pengerjaan sampai ke pencairan dana. Juga, 4 buah hard disk kami amankan juga," ungkapnya.

Baca juga: Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Alkes Pemkab Garut Meninggal Dunia

Selain itu, kepala dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya yang saat itu menjabat berinisial BA, tambah Januar, telah diperiksa bersama pemborong berinisial EK dan rekan-rekannya.

"Rekanan sudah dipanggil dan sudah diperiksa dari dinas termasuk kepala dinas lama yang menjabat pada tahun 2017. Sumber dana dari APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017," ungkapnya.

Selama beberapa jam, tim Kejati Jabar menggeledah kantor tersebut dan tak boleh seorang pun yang tak berkepentingan bisa masuk ke kantor tersebut.

Rekanan dan dinas melalui kepala dinas diduga telah merencanakan manipulasi mark up terkait pengerjaan proyek puluhan miliar tersebut.

Saat itu, kepala daerah di Kabupaten Tasikmalaya masih dijabat Bupati Uu Ruzhanul Ulum, yang kini telah dilantik menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat.

Saat Uu dinyatakan menang di Pilgub Jabar, sempat terjadi pergantian kepala dinas PUPR Kabupaten Tasikmalaya lama Bambang Alamsyah kepada kepala dinas baru Yusef Yustisiawandana pada 14 Agustus tahun 2018. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X