Kompas.com - 29/10/2018, 07:52 WIB
Menteri Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup Republik Kongo, Arlette Soudan-Nonau  saat melakukan simulasi pemadaman kebakaran lahan gambut di DAOPS Manggala Agni, Kubu Raya, Kalimantan Barat (27/10/2018) KOMPAS.com/YOHANES KURNIA IRAWANMenteri Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup Republik Kongo, Arlette Soudan-Nonau saat melakukan simulasi pemadaman kebakaran lahan gambut di DAOPS Manggala Agni, Kubu Raya, Kalimantan Barat (27/10/2018)

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pemerintah Republik Kongo belajar mengelola lahan gambut dari Indonesia dalam kunjungan lapangan yang dilakukan oleh Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup Republik Kongo, Arlette Soudan-Nonau beserta rombongan di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (27/10/2018).

Sejak ditemukannya daerah rawa gambut yang sangat besar dengan luas mencapai 145.000 kilometer persegi di perbatasan antara Republik Kongo dan Republik Demokratik Kongo pada 2017 yang lalu, pemerintah kedua negara sepakat untuk mengelola kawasan tersebut sehingga bermanfaat untuk masyarakat.

"Rawa gambut yang ditemukan di daerah yang disebut dengan Kongo Basin merupakan kawasan penyimpanan air terbesar ke dua di dunia setelah Amazon," ujar Arlette saat mengunjungi DAOPS Manggala Agni di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Sabtu sore.

Rawa gambut di Kongo Basin, sebut Arlette, menyimpan 30 juta giga ton karbon yang setara dengan 15 tahun emisi yang dihasilkan negara Amerika dan setara dengan 3 tahun Co2 untuk di seluruh dunia.

Arlette menambahkan, Indonesia dinilai telah melewati berbagai tahapan dan sudah berhasil menghadapi tantangan selama ini, sehingga dia berharap apa yang dipelajari akan sangat berguna diterapkan di negaranya.

Baca juga: Kapolri: Siapa Pun Pelaku Pembakaran Hutan Gambut, Tangkap!

Kedatangan Arlette ke Indonesia merupakan undangan dari Menteri LHK RI Siti Nurbaya untuk belajar dan mengamati pengelolaan Iahan gambut di Kalimantan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kunjungan tersebut dirancang agar dapat memberikan pemahaman mengenai kebijakan terkait pengelolaan Iahan gambut di Indonesia.

United Nations on Environment Programme (UNEP) dalam kegiatan the 3rd Partners Meeting of Global Peatland Initiative (GPl-3) di Brazzavilles, juga meminta lndonesia untuk berbagi pengalaman pengelolaan Iahan gambut di Indonesia.

"Pengalaman yang didapatkan tersebut akan diterapkan pada pengelolaan Iahan gambut di Lembah Kongo (Congo Basin)," sebut Arlette.

Indonesia dinilai telah memiliki pengalaman yang panjang dalam pengelolaan Iahan gambut yang luasnya mencakup lebih dari 36 persen Iuasan Iahan gambut tropis di dunia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.