Bupati Temanggung Siap "Ngamen" Pasarkan Produk Lokal

Kompas.com - 09/10/2018, 11:04 WIB
Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq ditemani putranya menyalami tamu undangan seusai serah terima jabatan di Pendopo Pengayoman, komplek Pemda setempat, Kamis (27/9/2018).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq ditemani putranya menyalami tamu undangan seusai serah terima jabatan di Pendopo Pengayoman, komplek Pemda setempat, Kamis (27/9/2018).

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, siap "ngamen" untuk mengembangkan segala potensi lokal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Bupati Temanggung Muhamad Al Khadziq mengakui, wilayah ini masih belum menunjukkan taringnya dan bersaing dengan daerah lain di Indonesia, khususnya Jawa Tengah.

"Kami siap ngamen ke mana pun, menjadi marketing, jualan produk- produk lokal Temanggung supaya ada efek positif bagi roda ekonomi masyarakat Temanggung, juga menumbuhkan pengusaha-pengusaha muda," kata Khadziq saat memberikan paparan dalam diskusi bersama Peguyuban Pengusaha Temanggung, Senin (8/10/2018) malam.

Khadziq mendorong para pengusaha untuk ikut andil dalam upaya pengembangan potensi masyarakat di sekitarnya. Ia menyebut, misalnya, potensi kopi yang melimpah di kawasan lereng Sumbing dan Sindoro perlu mendapat dukungan para pengusaha.

Ia pun berencana akan mencanangkan program "sehari minum kopi Temanggung" untuk mengangakat potensi tersebut.

"Kopi yang diminum harus kopi lokal Temanggung. Bikin kopi yang harganya di bawah Rp 500, kalau lebih dari itu tetap akan kalah dengan kopi merek pabrikan, pengusaha harus siap," tandas Khadziq yang baru saja menjabat sebagai bupati sebulan lalu itu.

Baca juga: Istri Ditahan KPK, Bupati Temanggung Ditemani Anak saat Sertijab

Kemudian, batik Temanggung juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Sejauh ini masyarakat lebih memilih membeli batik ke luar daerah karena harga yang lebih murah.

Sama halnya dengan kuliner dan seni budaya khas Temanggung yang belum dikemas secara optimal. Ia ingin sektor ini menjadi produk berkualitas nasional, bahkan internasional, sehingga mampu menarik wisatawan datang ke kabupaten ini.

"Silakan masyarakat berkreasi, jangan takut. Pemerintah siap memberikan perlindungan, pembelaan. Kami terbuka untuk dialog dengan pengusaha dan warga. Harapan kami 5 tahun ke depan produk lokal akan terkenal," paparnya.

Sementara itu, dalam diskusi tersebut, Khadziq menyerap sejumlah aspirasi pengusaha yang selama ini menjadi hambatan mereka dalam pengembangan usaha, di antaranya persoalan perizinan dan masyarakat yang belum terbuka dengan investasi.

"Selain itu juga dialog antara dunia usaha dengan pemerintah yang belum bagus, jadi kami ingin membuka dialog-dialog itu karena dengan dialog masalah bisa diselesaikan bersaman," ujarnya.

Baca juga: Sebagian Wilayah Temanggung Alami Krisis Air

Ketua Paguyuban Pengusaha Temanggung, Budi Santoso, mengaku siap mendukung dan mengakomodasi produk-produk lokal masyarakat. Ia menilai, banyak produk lokal seperti kopi asli Temanggug, yang masih harus dikembangkan secara profesional.

"Kopi perlu dikelola profesional, sehingga maju, bisa dijual keluar daerah. Kami pengusaha di bidang swalayan juga menjual produk lokal setempat, kami minta mereka untuk menjaga kualitas," urainya.

Budi berharap pesoalan-persoalan seperti perizinan serta dialog antara pengusaha dan pemerintah daerah bisa betul-betul terealisasi.



Terkini Lainnya

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

Nasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan
'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

"Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

Nasional
Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Megapolitan
Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Internasional
Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Megapolitan
KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

Nasional
4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

Megapolitan
[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

Internasional
Mengintip 'War Room' TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Mengintip "War Room" TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Nasional
Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Nasional

Close Ads X