Bantuan untuk Korban Bom Terlambat Diberikan, Risma Minta Maaf

Kompas.com - 05/10/2018, 17:06 WIB
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. KOMPAS.com/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akhirnya menyerahkan santunan kerusakan kendaraan bermotor kepada korban yang mendapat musibah teror bom di tiga gereja pada Mei 2018 lalu.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya memberikan bantuan tersebut.

Risma menegaskan, keterlambatan itu tidak disengaja. Sebab santunan harus melalui proses verifikasi dari kejaksaan, kepolisian, BPK, samsat, dan asuransi.

"Biar jelas itung-itungannya, sehingga tidak ada celah hukum yang dapat merugikan kedua belah pihak di kemudian hari,” kata Risma di Balai Kota, Jumat (5/10/2018).

Baca juga: Polri Sebut Terduga Teroris di Sleman Terkait Bom Surabaya

Risma mengungkapkan, santunan yang diberikan merupakan hasil donasi dari seluruh warga Surabaya.

Risma menyebut, peristiwa bom di Surabaya Mei lalu menyisakan duka bagi seluruh masyarakat Surabaya, khususnya mereka yang terkena dampak bom.

Karena itu, ia berpesan agar warga Surabaya semakin kuat dan bisa mengambil pelajaran dari kejadian tersebut.

"Kita harus lebih baik dan tangguh ke depannya," ucap Risma.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Surabaya, Imam Siswandi mengatakan, wujud bantuan berupa uang yang diserahkan sebanyak Rp 226.198.000.

Menurut dia, uang itu diserahkan untuk 64 korban yang kendaraannya terdampak ledakan bom.

"Paling banyak sepeda motor, sisanya baru mobil," jelas Imam.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X