Upaya Semarang Wujudkan Mimpi Jadi Kota Pusaka Dunia...

Kompas.com - 22/09/2018, 15:35 WIB
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah. Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan kawasan Kota Lama Semarang, Jawa Tengah.

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah masih terus berupaya menjadikan kawasan Kota Lama Semarang sebagai kota pusaka dunia yang diakui UNESCO pada 2020 mendatang.

Pemerintah bersama Badan Pengelola Kawasan Kota Lama masih menyusun dokumen atau dossier agar pengajuannya diterima oleh pihak UNESCO.

"Penyusunan dossier sampai hari ini masih terus dilakukan. Kami pemerintah dan BP2K ada workshop di Belanda untuk menuntaskan penyusunan dossier untuk Kota Lama," kata Plh Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryati Rahayu, Sabtu (22/9/2018).


Ita menjelaskan, dalam penyusunan dossier, pihaknya dibantu dengan jajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan utusan UNESCO. Mereka bahu membahu menyusun dossier di Belanda.

Penyusunan dokumen itu, sambung dia, harus dilakukan secara cermat. Apabila penyusunan dossier gagal, maka kota lama Semarang tidak ditetapkan sebagai kota pusaka dunia.

"Penyusunan dossier harus betul benar agar tidak seperti Jakarta dengan kota tua. Dossier nanti disusun agar lengkap, setelah itu akan dikoreksi di Singapura. Penyusunan akan disesuaikan dengan standar UNESCO," tambahnya.

Pemkot Semarang menargetkan pada 2019, dossier telah dikirimkan ke pihak UNESCO untuk dilakukan evaluasi. Jika diterima, tentunya harapan menjadi salah satu kota pusaka akan terwujud.

"Tahun depan dossier diterima. Kami harap bosa masuk nomine dan mendapat world heritage," sebut ketua badan pengelola kawasan kota lama ini.

Kota Lama di Semarang berpeluang menjadi kota pusaka dunia yang diakui UNESCO pada 2020. Keyakinan itu diperoleh setelah tim peneliti lintas instansi berdiskusi dan melakukan pertemuan di Gedung Oudetrap Semarang, Senin (26/2/2018).

Kepala Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arif Rahman mengatakan, strategi pembangunan di Kota Lama Semarang berjalan baik karena memadukan strategi kebudayaan dan strategi perekonomian.

Revitalisasi Semarang tidak saja untuk menghidupkan lagi roh kebudayaan yang hilang. Lebih dari itu, aktivitas perekonomian di Kota Lama harus dikembalikan.

"Kalau lihat peluang Kota Lama Semarang jadi world heritage itu besar, apalagi di tahun 2020," ujar Arif.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X