Guru Honorer Cabuli Siswi SMP di Samping Mesjid

Kompas.com - 19/09/2018, 19:11 WIB
Pelaku pencabulan anak di bawah umur diamankan di Polresta Sidoarjo. KOMPAS.com/GHINAN SALMANPelaku pencabulan anak di bawah umur diamankan di Polresta Sidoarjo.

SIDOARJO, KOMPAS.com - Kasus pencabulan kembali dialami anak di bawah umur di Sidoarjo, Jawa Timur.

Abdul Syukur (32), seorang guru honorer, tega mencabuli NA, gadis belia berusia 14 tahun.

Guru honorer asal Kecamatan Blega, Bangkalan, Madura ini mencabuli korban sebanyak empat kali.

Perbuatan asusila yang dilakukan Abdul Syukur itu bermula dari perkenalannya dengan korban melalui media sosial, MiChat.

Setelah berkenalan di media sosial, keduanya sepakat untuk bertemu. Dari situ, tersangka sudah merencanakan untuk melakukan perbuatan asusila.

Baca juga: Tukang Kredit Cabuli Anak di Bawah Umur Saat Tagih Utang

Tersangka yang berangkat ke Sidoarjo mengendarai mobil rental, menemui korban di sekitar mesjid Kelurahan Sarirogo, Kecamatan Kota Sidoarjo.

Setelah korban masuk mobil, pelaku lantas melancarkan aksinya dengan menciumi dan menyetubuhi korban.

"Pelaku ini sangat keterlaluan karena yang bersangkutan telah mencabuli korban di dalam mobil yang sedang parkir di samping masjid," ucap Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris, Rabu (19/9/2018).

Harris menjelaskan, pelaku yang sudah beristri itu dipergoki warga saat sedang bercumbu di dalam mobil. Warga yang menggerebek pelaku ini geram karena korban masih duduk di bangku SMP.

"Setelah digerebek warga, akhirnya banyak warga yang melihat perilaku pelaku ini. Orang tua korban kemudian melaporkan ke Polresta Sidoarjo," tuturnya.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 82 UURI No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UURI No 23 tahun 2012 tentang perlindungan anak.

Guru honorer tersebut terancam hukuman penjara paling lama 15 tahun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Regional
25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

25 Karyawan, Kontraktor, dan Mitra Kerja Pertamina Sorong Positif Covid-19

Regional
Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Dua Anggota DPRD Jepara dan Tiga Stafnya Positif Corona, Kantor DPRD Ditutup

Regional
Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Dirjen Dikti Kemendikbud: Data Kita Tidak Ada Profesor Hadi Pranoto

Regional
Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Kota Tegal Catatkan 28 Kasus Baru Covid-19, Paling Banyak Tenaga Kesehatan

Regional
Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Begal Sadis di Palembang Terjadi Lagi, Ibu Hamil Jatuh dari Motor

Regional
Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Khofifah: Ada Sopir Ambulans Antar Jenazah Covid-19 dari Jatim ke Jakarta...

Regional
Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Ambon Kembali Jadi Zona Merah Covid-19, Pemkot: Masyarakat Kurang Disiplin

Regional
Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Pernikahan Putri Edy Rahmayadi Akan Digelar dengan Konsep Berbeda

Regional
Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Ketua DPRD Magetan Angkat Indriana, Siswi SMK yang Tinggal di Kandang Ayam Jadi Anak Asuh

Regional
Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Penumpang Pesawat Positif Corona dari Surabaya Sempat Ada di 15 Lokasi di Pontianak

Regional
Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Dimarahi Emak-emak Pedagang Kaki Lima, Mahyeldi: Itu Risiko Jadi Wali Kota

Regional
DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

DIY Tambah 28 Pasien Sembuh Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Bantul

Regional
Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Meski Kesulitan Bayar UKT, Dokter Residen di RSUP Kandou Manado Tetap Layani Pasien

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X