Usai Dilantik, Anggota DPRD Kota Malang Hasil PAW Langsung Bimtek

Kompas.com - 10/09/2018, 17:51 WIB
40 Anggota DPRD Kota Malang hasil PAW saat dilantik di gedung DPRD Kota Malang, Senin (10/9/2018) KOMPAS.com/ANDI HARTIK40 Anggota DPRD Kota Malang hasil PAW saat dilantik di gedung DPRD Kota Malang, Senin (10/9/2018)

MALANG, KOMPAS.com - Kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Kota Malang kembali penuh setelah pelantikan 40 anggota dewan hasil Pergantian Antar Waktu ( PAW) dalam Rapat Paripurna Istimewa di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (10/9/2018).

40 anggota dewan baru itu menggantikan anggota dewan sebelumnya yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tahun anggaran 2015.

Pasca-dilantik, para anggota dewan itu langsung mendapatkan bimbingan teknis dan pengarahan dari Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Soni Sumarsono di ruang rapat internal DPRD Kota Malang. Sebab, tugas mereka sebagai anggota legislatif sudah menunggu.

Mereka harus menyelesaikan sejumlah agenda mendesak yang sempat terbengkalai. Diantaranya, mengesahkan APBD Perubahan tahun anggaran 2018 dan membahas RAPBD tahun anggaran 2019 serta Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) masa akhir jabatan wali kota periode 2013 - 2018.


Baca juga: Pelantikan 40 Anggota DPRD Kota Malang Hasil PAW Diapresiasi

"Jadi habis dipercepat SK-nya, kemudian dilantik dipercepat, dan bimteknya dipercepat. Jadi ini sehari dua hari ini full. Dari mulai proses SK, pelantikan, bimtek," katanya.

"Jadi langsung hari ini kita berikan pengarahan dan lusa sudah mulai bekerja menyusun seluruh alat kelengkapan dewan. Langkah kedua lain - lain kita bicarakan sambil jalan," katanya.

Wakil Ketua DPRD Kota Malang Abdurrochman mengatakan, pihaknya mengebut pembentukan alat kelengkapan dewan. Targetnya, pada Rabu (12/9/2018) nanti, agenda yang sempat tertunda sudah bisa dilanjutkan.

"Rabu sudah mulai pembahasan. Makanya nunggu Bamus (Badan Musyawarah) dulu," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 41 anggota DPRD Kota Malang ditangkap KPK akibat kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang tahun anggaran 2015. Hal itu membuat fungsi DPRD lumpuh.

Sebab, dari 41 anggota itu, hanya satu yang sudah resmi diganti, yakni Yaqud Ananda Gudban dari fraksi Hanura digantikan oleh Nirma Cris Desinidya. Sementara 40 lainnya membiarkan kursinya kosong.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X