Selama Pemekaran Daerah Dimoratorium, Ridwan Kamil Sebaiknya Mekarkan Desa

Kompas.com - 10/09/2018, 14:03 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Ayi Hambali. Dok DPD RIAnggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Ayi Hambali.

BANDUNG, KOMPAS.com - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Ayi Hambali menyarankan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan pemekaran desa.

Itu bisa menjadi solusi jangka pendek selama kebijakan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) masih dimoratorium pemerintah pusat.

"Saya mendengar pidato Kang Emil tentang rendahnya alokasi pemerintah pusat untuk Jabar. Jatim rata-rata mendapat Rp 1 juta per orang per tahun. Jabar hanya Rp 600.000 per orang per tahun," ungkapnya di Bandung, Senin (10/9/2018).

Padahal jumlah penduduk Jabar lebih banyak. Begitupun dengan luasan areal Jabar lebih luas dibanding Jatim dan Jateng. Untuk meningkatkan alokasi pemerintah pusat, Emil berencana memekarkan 13 DOB.

Baca juga: Ridwan Kamil Dukung Pemekaran Bandung Timur

Namun rencana pemekaran itu akan bertabrakan dengan moratorium DOB. Untuk itu, selama dimoratorium, Emil sebaiknya memekarkan lebih banyak desa sehingga bisa menyerap dana desa dari pemerintah pusat lebih banyak.

" Dana desa untuk Jateng-Jatim lebih dari Rp 2 triliun. Jabar sendiri tidak mencapai Rp 1,5 triliun karena jumlahnya sedikit," ucapnya.

Ayi mengungkapkan, sejak UU Otonomi Daerah diterbitkan, Papua memekarkan 302 desa dan Kalimantan 102 desa. Sedangkan Jabar berkurang 7 desa karena ditenggelamkan dalam proyek Jatigede.

Pemekaran desa, sambung Ayi, nantinya di SK-kan Kemendagri. Meski demikian, kewenangannya ada di tangan gubernur.

Besaran Dana Desa

Ayi mengungkapkan, pada 2016-2017, pemerintah mengeluarkan dana desa sebesar Rp 60 triliun. Dengan dana tersebut, setiap desa rata-rata mendapat Rp 800 juta.

Pada 2019, dana desa dianggarkan Rp 70 triliun, dengan asumsi rata-rata desa menerima Rp 900 jutaan.

"Biasanya ada daerah yang realisasinya kurang karena kesalahan desa dalam membuat laporan dan kabupaten/kota yang kurang dalam membimbing laporan, sehingga pencairannya ditunda," ucapnya.

Seharusnya, pada 2019 ini, anggaran dana desa mencapai Rp 80 triliun. Namun karena beberapa alasan, dana yang akan disalurkan Rp 70 triliun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

6 Korban Tewas Tertimbun Longsor di Tanah Laut Kalsel Akhirnya Ditemukan

Regional
Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Korban Longsor di Manado Ditemukan Berkat Bantuan Sasa, Anjing Pelacak Polisi

Regional
Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bali, Ini Faktanya

Wanita Asal Subang Ditemukan Tewas Mengenaskan di Bali, Ini Faktanya

Regional
Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Di Tengah Duka, Pencuri Satroni Rumah Korban Sriwijaya Air di Serang Banten, Warga: Maling Biadab

Regional
Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Fakta Ambruknya Pondok Pesantren di Cianjur, Santri Sedang Shalat Magrib, Diduga Kelebihan Beban

Regional
Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di 'Homestay' Bali

Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Tewasnya Perempuan Tanpa Busana di "Homestay" Bali

Regional
Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Penumpang KM Dobonsolo Tujuan Ambon Terjatuh ke Laut, Tim SAR Masih Lakukan Pencarian

Regional
Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Pengungsi Banjir Menginap di Kandang Ayam, Bupati Tanah Laut Sebut Mereka Tak Mau Pindah

Regional
Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Regional
Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Regional
Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di 'Homestay', Diduga Dibunuh

Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di "Homestay", Diduga Dibunuh

Regional
Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Regional
Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Regional
Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Regional
Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X