Warga Dolly yang Gugat Pemkot Surabaya Bantah Dukung Prostitusi

Kompas.com - 03/09/2018, 15:23 WIB
Aksi warga penggugat Pemkot Surabaya soal penutupan Dolly KOMPAS.com/Achmad FaizalAksi warga penggugat Pemkot Surabaya soal penutupan Dolly

SURABAYA, KOMPAS.com - Kelompok warga Dolly yang melakukan gugatan class action membantah disebut mendukung prostitusi di Dolly.

Mereka mengaku hanya memperjuangkan nasib warga yang banyak kehilangan pendapatan pasca-penutupan lokalisasi Dolly 2014 lalu.

"Kami bukan mendukung prostitusi, kami hanya ingin menunjukkan bahwa masih banyak warga yang kehilangan pendapatan pasca-penutupan Dolly. Karena itu Pemkot Surabaya harus bertanggung jawab," kata Pokemon, koordinator aksi warga penggugat, Senin (3/9/2018).

Pihaknya menyebut, Pemkot Surabaya belum memiliki konsep yang jelas untuk menangani perekonomian warga pasca-penutupan Dolly.

"Seperti pemilik warung, tukang parkir, pedagang asongan, saat ini mereka tidak lagi memiliki penghasilan," ujarnya.

Sementara itu, kelompok warga eks lokalisasi Dolly menyebut, kelompok penggugat tidak mewakili warga Dolly, karena sebagian besar mereka berasal dari luar wilayah Dolly dan Jarak.

"Hanya segelintir saja yang asli warga Dolly dan Jarak," kata Kurnia Cahyanto, korlap aksi warga Eks Dolly.

Baca juga: Massa Pro dan Kontra Penutupan Dolly Berhadap di Depan PN Surabaya

Pihaknya membantah bahwa Pemkot Surabaya tidak bertanggung jawab atas masalah ekonomi warga Dolly pasca-penutupan.

"Barang-barang yang kami bawa ini adalah sebagian produk ekonomi warga eks Dolly, seperti sandal hotel, kain batik dan beberapa jenis makanan ringan. Sebenarnya masih ada banyak lagi. Tidak mungkin dibawa semua," jelasnya.

Seperti diberitakan, kelompok warga yang mengatasnamakan warga eks lokalisasi Dolly menggugat Pemkot Surabaya atas kerugian materil maupun immateril atas kebijakan penutupan Lokalisasi Dolly pada 2014 lalu.

Pemkot Surabaya dianggap tidak berhasil memulihkan ekonomi warga lokalisasi Dolly seperti yang dijanjikan. Atas gugatan itu, Pemkot Surabaya diminta membayar kerugian sebesar Rp 270 miliar.

Namun Pengadilan Negeri Surabaya menolak gugatan tersebut pada sidang putusan hari ini. Gugatan tersebut dianggap kurang memenuhi syarat gugatan class action.

Baca juga: Gugatan Class Action Warga Eks Dolly Ditolak PN Surabaya

Majalis hakim juga menyebut gugatan lebih tepat diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), karena menyangkut hubungan Pemkot Surabaya dengan warganya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lahirkan Banyak Pahlawan Nasional, Gowa Jadi Suri Teladan Daerah Lain

Lahirkan Banyak Pahlawan Nasional, Gowa Jadi Suri Teladan Daerah Lain

Regional
Kata Mandor 'Double Track' Sukabumi-Bogor: Proyek Sudah Dipastikan Aman, tapi Takdir Berkata Lain

Kata Mandor "Double Track" Sukabumi-Bogor: Proyek Sudah Dipastikan Aman, tapi Takdir Berkata Lain

Regional
Cerita Penumpang Batik Air Asal Kupang, Tak Tahu Jika Pilot Pingsan

Cerita Penumpang Batik Air Asal Kupang, Tak Tahu Jika Pilot Pingsan

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 Rusak 94 Rumah Warga di Ambon

Gempa Magnitudo 5,1 Rusak 94 Rumah Warga di Ambon

Regional
Fakta Paranormal Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Hidup Sendiri dan Meninggal karena Sakit

Fakta Paranormal Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Hidup Sendiri dan Meninggal karena Sakit

Regional
Saksi: Pelempar Sperma Remaja Bermotor, Dia Dekati Saya dan Berkata Jorok...

Saksi: Pelempar Sperma Remaja Bermotor, Dia Dekati Saya dan Berkata Jorok...

Regional
Antisipasi Telur Berdioxin, Khofifah Sidak Peternakan Ayam Petelur, Ini Hasilnya

Antisipasi Telur Berdioxin, Khofifah Sidak Peternakan Ayam Petelur, Ini Hasilnya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Teror Lempar Sperma di Tasikmalaya | Letusan Gunung Merapi

[POPULER NUSANTARA] Teror Lempar Sperma di Tasikmalaya | Letusan Gunung Merapi

Regional
Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat, hingga Dikomando Kopilot

Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat, hingga Dikomando Kopilot

Regional
Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Regional
Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Regional
Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Regional
Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Regional
Pertama di Pulau Sumatera, Bayar Pajak Pakai GoPay

Pertama di Pulau Sumatera, Bayar Pajak Pakai GoPay

Regional
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Tolong Pesantren Jangan 'Gaptek'

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Tolong Pesantren Jangan "Gaptek"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X