Fakta di Balik Kasus Ujaran Kebencian Kepada Jokowi di Bangka Belitung

Kompas.com - 03/09/2018, 13:10 WIB
Ilustrasi.Thinkstock Ilustrasi.

KOMPAS.com - Kasus ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo melalui media sosial kembali diungkap oleh polisi di Kepulauan Bangka Belitung.

Dua orang berinisial SD (20) dan FZ (16) ditetapkan menjadi tersangka, namun pihak kepolisian tidak menahan mereka.

Fakta-fakta dibalik kasus tersebut ditemukan oleh Kompas.com.


1. Tiga pemuda diamankan 

ILUSTRASISHUTTERSTOCK ILUSTRASI

Kapolres Bangka AKBP M Budi Ariyanto mengatakan, tiga pemuda diamankan karena diduga mengunggah dan menyebarkan video yang berisi ujaran kebencian di grup Whatsappp.

Video tersebut diunggah pelaku dan tersebar di melalui aplikasi bertukar pesan WhatsApp pada Kamis (30/8/2018) sekitar pukul 19.00 WIB.

"Pelaku yang diduga melakukan ujaran Kebencian adalah SD (20), IK (15), dan FZ (16) yang semuanya beralamat di Balun Ijuk Merawang," ujar M Budi Ariyanto, Sabtu (1/9/2018).

Video tersebut segera menjadi viral di media sosial.

Baca Juga: Hina Presiden di Facebook, Warga di Ambon Diadukan ke Polisi

2. Alasan pelaku

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi
 

Salah satu pelaku SD, mengatakan, video yang diunggah hanya sebatas candaan dan tidak menyangka akan berdampak hukum. SD mengaku membuat video yang sempat viral tersebut saat video call bersama FZ.

Setelah menjadi viral, sejumlah masyarakat melaporkan ujaran kebencian yang ada di video tersebut ke polisi.

Kabag Ops Polres Bangka Komisaris S Sophian menjelaskan, SD dan FZ sudah diperiksa sebagai tersangka dan disangka melanggar Pasal 27 Ayat 3 UU ITE dengan ancaman pidana empat tahun penjara. Sementara IK masih dinyatakan sebagai saksi.

"Proses penyidikan terhadap SD dan FZ dilakukan berdasar Laporan Polisi Nomor: LP/B-1313/VIII/2018/Babel/Res Bangka tanggal 31 Agustus 2018 pukul 20.00 WIB," ujar Kabagops.

Baca Juga: Diduga Hina Presiden di Facebook, Pelaku Ditangkap dan Dibawa ke Mabes Polri

3. Dua tersangka tidak ditahan polisi

Ilustrasi media sosial cyber bullyOcusFocus Ilustrasi media sosial cyber bully

Dua tersangka SD (20) dan FZ (16) pengunggah video yang diduga berisi konten penghinaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak ditahan oleh polisi meski statusnya tersangka.

Halaman:



Close Ads X