Kompas.com - 31/08/2018, 12:15 WIB
Ketua KPK Agus Rahardjo dan Pimpinan Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus di Gedung KPK Jakarta, Jumat (13/7/2018). KOMPAS.com/ABBA GABRILLINKetua KPK Agus Rahardjo dan Pimpinan Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus di Gedung KPK Jakarta, Jumat (13/7/2018).

KUPANG, KOMPAS.com — Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus mengatakan, pihaknya sudah mempunyai peta sejumlah pengadilan yang berpotensi terjadi korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Penegasan itu disampaikan Jaja kepada Kompas.com di Hotel Aston Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (31/8/2018).

Menurut Jaja, pihaknya terus memantau pergerakan sejumlah hakim yang berpotensi besar menggunakan jabatannya untuk melakukan KKN.

"Polanya hampir sama dengan yang terjadi di Pengadilan Negeri Medan, cuma namanya modus kejahatan, tentunya terus berkembang," ujar Jaja.

Baca juga: Ketua KY: Hakim yang Terkena OTT KPK Akan Dipecat jika Terbukti Bersalah

Di sisi lain, lanjut Jaja, kewenangan KY sangat terbatas untuk melakukan pemantauan lebih dalam meski punya hak untuk melakukan penyadapan.

Jaja menyebut, KY tidak bisa melakukan OTT seperti yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami punya kewenangan penyadapan, tapi tidak sekuat KPK karena kami punya kode etik. Jadi ketika sudah ada unsur pidana, kami akan berhenti sehingga itu yang jadi masalah buat kami," imbuhnya.

Baca juga: Hakim PN Pontianak Gugurkan Gugatan Praperadilan Kasus Candaan Bom FN

Jaja mengatakan, hakim yang berpotensi melakukan penyuapan umumnya berada pada lingkungan bisnis yang kuat, terutama di kota-kota besar.

"Memang ada juga di kota-kota kecil, tapi tidak sistemik, seperti yang ada di kota besar," ucapnya.

Untuk itu, KY sudah memetakan termasuk faktor-faktor penyebab yang menimbulkan perilaku KKN sehingga itulah yang dirumuskan KY dalam proses pencegahannya.

Kompas TV Menurut catatan Komisi Yudisial, Pengadilan Negeri Medan  memiliki integritas yang tidak terlalu baik.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.