Semoga Korban Gempa Lombok Cepat Pulih...

Kompas.com - 01/08/2018, 15:45 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kedua kiri) berdialog dengan anak-anak korban gempa di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7). Presiden Jokowi mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan untuk perbaikan Rp 50 juta per rumah korban gempa yang mengalami kerusakan. ANTARA FOTO/Ahmad SubaidiPresiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kedua kiri) berdialog dengan anak-anak korban gempa di Desa Madayin, Kecamatan Sambelia, Selong, Lombok Timur, NTB, Senin (30/7). Presiden Jokowi mengatakan pemerintah akan memberikan bantuan untuk perbaikan Rp 50 juta per rumah korban gempa yang mengalami kerusakan.

SOLO, KOMPAS.com - Gempa bermagnitudo 6,4 mengguncang Lombok, Bali dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 29 Juli 2018 sekitar pukul 05.47 WIB. Gempa mengakibatkan 16 orang meninggal dunia, ratusan luka-luka dan ribuan rumah milik warga hancur.

Korban luka berat mencapai 223 orang, sedangkan 120 lainnya luka ringan. Sebanyak 1.345 rumah mengalami kerusakan dan membuat 2.663 orang terpaksa mengungsi.

Presiden RI Joko Widodo berjanji memberikan bantuan maksimal uang Rp 50 juta bagi warga yang rumahnya rusak terkena gempa. Pemerintah memastikan pemulihan fisik dan psikologis dari para korban gempa.

Berikut ini daftar bantuan dari pemerintah untuk para korban gempa di Lombok:

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi lokasi dan posko Tagana Gempa Bumi 6,4 SR di Desa Madiyan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Senin (30/7/2018).KOMPAS.com/LALU M SYAMSUL ARIFIN Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi lokasi dan posko Tagana Gempa Bumi 6,4 SR di Desa Madiyan, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Senin (30/7/2018).

1. Bantuan tunai Rp 50 juta untuk renovasi rumah

Saat mengunjungi Desa Madyan, Sambelia, Lombok Timur, Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah pusat akan memberikan bantuan uang tunai maksimal 50 juta untuk renovasi rumah yang rusak akibat gempa.

Jokowi yang didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Lombok, Tuan Guru Bajang Zainul Madji, sempat melakukan diskusi dengan masyarakat di tenda pengungsian. Saat itu, kesepakatan tercapai untuk besarnya bantuan bagi pembangunan rumah masyarakat yang rusak berat.

"Masing-masing rumah yang rusak berat akan diberikan dana sebesar Rp 50 juta. Pembangunan dan supervisi akan dibantu oleh TNI, sedangkan untuk pengawasan dilakukan oleh Gubernur, Bupati dan perangkat yang lain," ujar Jokowi.

Bantuan uang tunai renovasi rumah tersebut direncanakan akan diberikan pada pekan ini.

Baca selengkapnya: Jokowi: Rumah yang Rusak Berat Akan Diberi Bantuan Rp 50 Juta

Jenazah korban gempa Lombok dipulangkan ke Malaysia, Selasa (31/7/2018).Dok. Humas RSUD Provinsi NTB Jenazah korban gempa Lombok dipulangkan ke Malaysia, Selasa (31/7/2018).

2. Rp 15 juta untuk ahli waris korban meninggal

Halaman:
Baca tentang
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Regional
Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Regional
Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Regional
Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Regional
Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Regional
Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Regional
Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Regional
Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Regional
Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Regional
Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Regional
Video Viral Detik-detik Plafon Maliboro Mall di Yogyakarta Ambrol

Video Viral Detik-detik Plafon Maliboro Mall di Yogyakarta Ambrol

Regional
2 Tersangka Baru Susur Sungai yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Langsung Ditahan

2 Tersangka Baru Susur Sungai yang Tewaskan 10 Siswa SMPN 1 Turi Langsung Ditahan

Regional
Balas Dendam, Alasan 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK Gowa ke Bagasi Mobil

Balas Dendam, Alasan 4 Pria Ngaku Polisi Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK Gowa ke Bagasi Mobil

Regional
Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Pukuli dan Masukkan Pelajar SMK ke Bagasi Mobil, 4 Pria Ngaku Polisi Ternyata Salah Sasaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X