Terbukti Ber-SKTM Palsu, 200 Siswa Diminta Daftar SMA Swasta

Kompas.com - 12/07/2018, 23:29 WIB
Ilustrasi Masalah SKTM dalam PPDB Jateng 2018 Dok. Instagram Ganjar_PranowoIlustrasi Masalah SKTM dalam PPDB Jateng 2018

UNGARAN, KOMPAS.com - Sebanyak 200 siswa di enam kabupaten/kota di Jawa Tengah terpaksa didiskualifikasi dari PPDB SMA karena terbukti menggunakan SKTM yang tidak sesuai.

Keenam Kabupaten/Kota tersebut adalah Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kendal, Grobogan, Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang.

Pencoretan dilakukan setelah dilakukan verifikasi faktual ke rumah masing-masing siswa pengguna SKTM.

"Hasil verifikasi faktual menilai 200 siswa tersebut tidak layak menggunakan SKTM. Sesuai perintah Pak Gubernur, kami lakukan pencoretan," kata kepala Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Wilayah I Semarang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng, Bagus Surjanto, di kompleks Tarubudaya, Ungaran, Kamis (12/7/2018).

Baca juga: Aneka Cara Cegah SKTM Palsu, Dari Bentuk Tim Verifikasi Sampai Pasang Poster..

Menurut Bagus, 200 siswa pemegang SKTM yang tidak sesuai tersebut tersebar di 38 SMK Negeri dan 68 SMA Negeri di enam Kabupaten/Kota tersebut. Sedangkan daya tampung SMA tersebut sebanyak 21.753 siswa, dengan kata lain jumlah siswa ber-SKTM yang diterima adalah 3.290 atau sekitar 20 persen dari siswa yang diterima.

Adapun pada PPDB SMA di enam daerah tersebut ada 3.290 siswa berSKTM dan yang dinyatakan berSKTM layak ada 2.656 siswa, sisanya ada 73 siswa dinyatakan tidak layak.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian untuk daya tampung SMK di enam daerah tersebut adalah 16.966 siswa. Sedangkan yang mendaftar dengan SKTM ada 2.714, sebanyak 127 diantaranya dinyatakan tidak layak.

"Setelah verifikasi faktual, terdeteksi untuk SMA ada 73 siswa dengan SKTM tidak layak dan untuk SMK ada 127. Total yang kami coret ada 200, silakan mendaftar ke sekolah swasta," katanya.

Baca juga: Dilema Kades Hadapi Keluarga yang Mendadak Miskin di Musim PPDB

Secara terpisah, Humas SMAN 2 Ungaran, Mashudi mengatakan, panitia PPDB SMAN 2 Ungaran telah mencoret satu peserta berSKTM. Pencoretan dilakukan setelah verifikasi faktual mendapati siswa tersebut berasal dari keluarga mampu.

Verifikasi faktual meliputi kondisi rumah tinggal, pekerjaan orang tuanya, fasilitas yang dimiliki dan lainnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X