Kompas.com - 12/07/2018, 22:33 WIB
Suasana pengumuman hasil PPDB di SMAN 2 Kota Magelang, Kamis (12/7/2018). KOMPAS.com/IKA FITRIANA Suasana pengumuman hasil PPDB di SMAN 2 Kota Magelang, Kamis (12/7/2018).

MAGELANG, KOMPAS.com - Maraknya penyalahgunaan Surat Keterangan Miskin (SKTM) pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 memaksa sekolah untuk lebih cermat. Sekolah harus benar-benar memastikan bahwa pengguna SKTM berasal dari keluarga tidak mampu.

Di SMA Negeri 2 Kota Magelang misalnya, sekolah membentuk tim verifikasi yang bertugas mengecek data SKTM yang dilampirkan calon siswa dengan kondisi riil di tempat tinggal masing-masing. Verifikasi faktual ini juga diinstruksikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

"PPDB tahun ini memang butuh kecermatan, terutama soal SKTM. Kami bentuk 5 tim verifikasi, masing-masing beranggotakan 2 orang guru. Tugas mereka mengecek keakuratan data SKTM yang dilampirkan calon siswa baru," jelas Kepala SMA Negeri 2 Agung Mahmudi Ariyanto, ditemui dikantornya, Kamis (12/11/2018).

Selain itu, calon siswa baru pengguna SKTM juga wajib membuat surat bermaterai berisi pernyataan bahwa dirinya memberikan data yang sebenarnya. Apabila data yang diberikan tidak sesuai kenyataan maka SKTM akan dicoret dan tidak berlaku untuk pendaftaran PPDB di SMA Negeri 2 Kota Magelang.

Baca juga: Imbas SKTM Palsu, Pengumuman PPDB Ditunda

Poster Imbauan

Upaya lain untuk menekan penyalahgunaan SKTM, lanjut Agung, adalah dengan memasang banner/poster di komplek sekolah berisi imbauan supaya orangtua calon siswa baru tidak mudah melampirkan SKTM yang tidak sesuai kenyataan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ya, kami juga pasang banner/poster, isinya kurang lebih imbauan agar orangtua calon siswa baru itu tidak pakai SKTM kalau memang berasal dari keluarga mampu," ungkapnya.

Agung menyebutkan, hasil seleksi PPDB yang diumumkan Kamis (12/7/2017), ada 288 calon siswa yang diterima di SMAN 2 Kota Magelang. Dari jumlah tersebut 86 orang diantaranya merupakan pengguna SKTM yang lolos verifikasi faktual.

"Semula ada 90 pengguna SKTM, namun ada 4 orang yang dicoret karena tidak sesuai kenyataan. Namun ada juga yang menggundurkan diri alias tidak jadi melampirkan SKTM," ungkapnya.

Baca juga: Ini yang Harus Dilakukan Kades saat Mengeluarkan SKTM

Dari jumlah tersebut, kata Agung, sekolahnya termasuk sekolah yang menerima calon siswa baru pengguna SKTM terbanyak. Bahkan, melebihi batas minimal 20 persen kuota calon siswa miskin sebagaimana ditentukan pemerintah.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X