BBKSDA Riau Selidiki Temuan Jejak Harimau Sumatera di Kebun Karet Warga

Kompas.com - 11/07/2018, 13:34 WIB
Jejak harimau sumatera yang ditemukan di perkebunan karet warga Desa Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar, Kampar, Riau, Selasa (10/7/2018). Kompas.com/dok. BBKSDA Riau KOMPAS.com/Kontributor Pekanbaru, Idon TanjungJejak harimau sumatera yang ditemukan di perkebunan karet warga Desa Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar, Kampar, Riau, Selasa (10/7/2018). Kompas.com/dok. BBKSDA Riau

PEKANBARU, KOMPAS.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam ( BBKSDA) Riau masih menyelidiki temuan jejak harimau sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) di perkebunan karet warga Desa Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui keberadaan harimau. Sebab, jejak yang ditemukan beberapa hari lalu tidak jauh dari permukiman warga atau sekitar satu kilometer. Sehingga kejadian ini menjadi kekhawatiran bagi warga setempat.

Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau Heru Sutmantoro mengaku bahwa saat ini tim sedang melakukan monitoring di lokasi.

"Kami belum dapat informasi kehadiran harimau kembali," jawab Heru saat dihubungi Kompas.com, Rabu (11/7/2018).

Baca juga: Jejak Harimau Sumatera di Kebun Karet Warga, BBKSDA Riau Turunkan Tim

Dia mengatakan, sejauh ini temuan jejak harimau masih selidiki benar atau tidak jejak dari harimau sumatera.

"Dugaan sementara jejak harimau sumatera. Ukuran jejak sekitar 10 sentimeter. Usianya sekitar 2-3 tahun," tutur Heru.

Menurut dia, terkait keberadaan harimau di areal perkebunan karet warga, merupakan hal yang rutin dilakukan harimau dalam kurun waktu tertentu pada daerah kekuasaannya (home range).

"Biasanya harimau melakukan penandaan pada lokasi-lokasi tertentu dengan menggunakan air kencingnya agar daerah kekuasaannya tidak dikuasai oleh harimau lain," sebut Heru.

Sehingga, pihaknya mengaku tidak bisa memastikan kapan harimau kembali lagi ke lokasi yang sama.

Baca juga: Keluarga Yakin Rizky Belum Meninggal karena King Kobra, Tubuhnya Diletakkan di Halaman Rumah

"Kami mengharapkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan gangguan terhadap keberadaan harimau tersebut. Apabila dijumpai kembali, maka masyarakat diharapkan dapat menghubungi tim penanganan konflik yang telah turun ke lapangan," ucapnya.

Dia menambahkan, untuk memastikan keberadaan harimau sumatera di perkebunan karet warga, pihak pemerintah desa diminta untuk memasang umpan.

"Kami minta dipasangkan umpan. Tapi sampai saat ini belum dilakukan," kata Heru.

Sebelumnya, warga Desa Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar, Kampar, Riau menemukan jejak harimau sumatera di kebun karet, Rabu (4/7/2018) lalu.

Kemudian temuan jejak tersebut beredar di media sosial. BBKSDA Riau yang mendapat informasi langsung menerjunkan tim reaksi cepat ke lokasi.

Kompas TV Setelah 4 bulan pencarian petugas gabungan menangkap Harimau Bonita yang menewaskan 2 warga di Riau.

 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Uang Study Tour, Ayah Bunuh Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah

Gara-gara Uang Study Tour, Ayah Bunuh Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah

Regional
Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruangan SMA 1 Pangkah Tegal Dilalap Api

Regional
Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Wapres Ma'ruf Amin Ingin Indonesia Jadi Produsen Ekonomi Halal Terbesar di Dunia

Regional
Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Driver Ojol Asal Sragen yang Kena Peluru Nyasar Polisi Dioperasi, Kondisinya Membaik

Regional
Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk 'Gojek Tuyul' di Malang

Polisi Cari Pemasok Kartu Ponsel untuk "Gojek Tuyul" di Malang

Regional
Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Tak Ada Gempa Susulan Usai Gempa 6,0 Guncang Maluku, Apa Penyebabnya?

Regional
Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Dedi Mulyadi Usulkan Omnibus Law untuk Atasi Banjir DKI, Jabar dan Banten

Regional
Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Warga 84 Desa di Sumenep Kurang Tertarik Jadi Penyelenggara Pilkada

Regional
Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Gojek Tuyul Pemilik 41 Akun Diduga Memiliki Jaringan

Regional
3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

3 Tersangka Susur Sungai Sempor Digunduli, Dinas Pendidikan Sleman: Mereka Tidak Ditekan

Regional
Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Kalau Sudah Definitif, Isdianto Wajib Dicalonkan sebagai Gubernur

Regional
Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Alasan Budi Bunuh Anaknya dan Buang Jasad Korban ke Gorong-gorong Sekolah

Regional
Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Tak Sadar Diberi Uang Palsu, Kakek Penjual Rujak Ini Sempat Bolak Balik Antar Pesanan Pelaku

Regional
Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Seorang Pemuda di Lamongan Ditemukan Tewas di Sungai

Regional
Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Iming-iming Nilai Bagus, Oknum Guru SMA Cabuli Siswinya Sendiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X