Keluarga Yakin Rizky Belum Meninggal karena King Kobra, Tubuhnya Diletakkan di Halaman Rumah - Kompas.com

Keluarga Yakin Rizky Belum Meninggal karena King Kobra, Tubuhnya Diletakkan di Halaman Rumah

Kompas.com - 11/07/2018, 08:12 WIB
Foto Rizky sedang bermain dengan ular king cobra saat Car Free Day (CFD) di Bundaran Besar Palangkaraya, Minggu (8/7/2018).Handout/Rizky Ahmad Foto Rizky sedang bermain dengan ular king cobra saat Car Free Day (CFD) di Bundaran Besar Palangkaraya, Minggu (8/7/2018).

PALANGKARAYA, KOMPAS.com — Keluarga masih yakin bahwa Rizky (17) yang telah dinyatakan meninggal dunia secara medis setelah dipatuk ular king kobra peliharaannya masih hidup.

Oleh karena itu, sejak dibawa pulang dari rumah sakit, tubuh Rizky belum juga dimakamkan. Keluarga melakukan ritual khusus untuk menyembuhkannya.

Baca juga: Keluarga Tak Percaya Rizky Tewas Dipatuk King Kobra, Jenazah Tak Dimakamkan

Suwardi, ayah Rizky, menuturkan, keluarga tidak langsung percaya bahwa Rizky telah tiada lantaran bagian tubuh Rizky masih terasa hangat dan tidak kaku seperti orang yang telah meninggal pada umumnya.

“Walau sudah memasuki hari kedua, kami tetap yakin bahwa anak kami belum meninggal karena badannya masih hangat dan berkeringat. Kami masih upayakan untuk melakukan ritual agar anak kami bisa sembuh dan pulih seperti biasa,” kata Suwardi saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Selasa.

Baca juga: Rizky Tewas Dipatuk Ular King Kobra yang Ditolongnya Saat Banjir

Rizky (17) tak menyangka bahwa ular king kobra yang dipeliharanya membuat nyawanya sendiri melayang.Handout/Rizky Ahmad Rizky (17) tak menyangka bahwa ular king kobra yang dipeliharanya membuat nyawanya sendiri melayang.
Hingga Selasa (10/7/2018) malam, berdasarkan pantauan, di rumah Rizky masih berlangsung ritual yang dilakukan oleh pihak keluarga dan pawang ular. Siapa pun tidak diizinkan untuk mengambil gambar dan mendokumentasikan semua kegiatan ritual tersebut.

Tubuh Rizky sudah dua hari diletakkan di atas ranjang di halaman rumah korban yang ditutupi dengan kelambu dan pembatas dari kain.

Ular king kobra yang menggigit Rizky disimpan di dalam kotak dan diletakkan persis di sisi tubuh korban. Si ular sempat beberapa kali dilepas di dalam kelambu serta dibiarkan beberapa saat bersama dengan tubuh Rizky.

Baca juga: Cerita Pemilik 10 Ular Piton, Biaya Rp 3 Juta Per Bulan hingga Tolak Tawaran Rp 150 Juta untuk Syahrini (2)

Ini adalah bagian dari ritual yang dipercaya oleh warga setempat. Ritual dipimpin oleh seseorang yang disebut Amang Rambo.

“Kami yakin bahwa Rizky akan tetap pulih kembali,” ungkap Suwardi.

Rizky dinyatakan meninggal dunia setelah dipatuk ular king kobra peliharaannya saat atraksi di kegiatan car free day (CFD) di Bundaran Besar Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Minggu (8/7/2018).

Dia dipatuk di lengan bagian kanan, tetapi tak langsung jatuh. Rizky masih terus bermain dengan ular tersebut. Barulah sekitar satu jam kemudian, Rizky mulai merasa lemas sehingga langsung dilarikan ke RS Doris Sylvanus Palangkaraya.

Baca juga: Cerita Pemilik 5 Ekor Ikan Arapaima, Biaya Rp 200.000 Per Hari hingga Didatangi Polisi

Plt Wakil Direktur Pendidikan dan Kemitraan Rumah Sakit Umum Doris Sylvanus, dr. Theodorus Sapta Atmadja, mengatakan, pihaknya sempat memberikan perawatan intensif kepada Rizky sesaat setelah dibawa ke rumah sakit.

Rizky dirawat 24 jam secara intesif di ruang ICU dan sempat diberikan enam vial suntikan serum anti-bisa ular. Rizky juga dipasangi alat bantu pernapasan.

Namun, setelah lebih dari 24  jam dirawat di ICU dan tidak ada perubahan apa pun, tim medis menyatakan Rizky telah meninggal dunia.

"Apabila pihak keluarga melakukan ritual untuk berupaya menyelamatkan Rizky, semua itu sudah di luar medis sehingga kita tidak bisa bertanggung jawab untuk hal yang terjadi di luar medis tersebut,” ungkap Theodorus kepada Kompas.com melalui telepon, Selasa.


Komentar

Terkini Lainnya

Lagi, Seorang Wanita Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis Raja Minyak

Lagi, Seorang Wanita Jadi Korban Penipuan Modus Hipnotis Raja Minyak

Megapolitan
Menurut Boediono, Rapat di Istana Tak Pernah Setujui Penghapusan Utang Sjamsul Nursalim

Menurut Boediono, Rapat di Istana Tak Pernah Setujui Penghapusan Utang Sjamsul Nursalim

Nasional
Kasus Mayat Perempuan Dalam Karung, Keluarga Tidak Tahu Supartini Hamil

Kasus Mayat Perempuan Dalam Karung, Keluarga Tidak Tahu Supartini Hamil

Regional
Banyak Artis Jadi Caleg, KPU Serahkan ke Pemilih untuk Menilai

Banyak Artis Jadi Caleg, KPU Serahkan ke Pemilih untuk Menilai

Nasional
Gerindra Pastikan Prabowo Tetap Bertemu SBY Sebelum Pendaftaran Capres-Cawapres

Gerindra Pastikan Prabowo Tetap Bertemu SBY Sebelum Pendaftaran Capres-Cawapres

Nasional
789 Bidang Tanah di Pasar Gembrong Terkena Imbas Proyek Tol Becakayu

789 Bidang Tanah di Pasar Gembrong Terkena Imbas Proyek Tol Becakayu

Megapolitan
Kardus Isi Jam Dinding Dikira Bom Tergeletak di Jalan, Warga Geger

Kardus Isi Jam Dinding Dikira Bom Tergeletak di Jalan, Warga Geger

Regional
Golkar Sulit Coret Dua Caleg Mantan Koruptor, Ini Alasannya

Golkar Sulit Coret Dua Caleg Mantan Koruptor, Ini Alasannya

Nasional
Dari Tampomas hingga Abeto, Kapal Laut yang Pernah Angkut Jemaah Haji Indonesia ke Jeddah

Dari Tampomas hingga Abeto, Kapal Laut yang Pernah Angkut Jemaah Haji Indonesia ke Jeddah

Nasional
Densus 88 Tangkap 7 Orang Terduga Teroris di Banyuasin

Densus 88 Tangkap 7 Orang Terduga Teroris di Banyuasin

Regional
Usung Caleg Mantan Koruptor, Kaderisasi Parpol Dinilai Mandek

Usung Caleg Mantan Koruptor, Kaderisasi Parpol Dinilai Mandek

Nasional
Terduga Mata-mata Rusia Tawarkan Seks demi Masuk Organisasi Penting AS

Terduga Mata-mata Rusia Tawarkan Seks demi Masuk Organisasi Penting AS

Internasional
Kota Pertama 'Torch Relay' Asian Games 2018, Yogyakarta Terbukti Aman

Kota Pertama "Torch Relay" Asian Games 2018, Yogyakarta Terbukti Aman

Regional
KPU Diminta Tak Ragu Coret Caleg Mantan Koruptor

KPU Diminta Tak Ragu Coret Caleg Mantan Koruptor

Nasional
Mardani Ali Sera Ada di Luar Kota Saat Pelemparan Bom Molotov di Rumahnya

Mardani Ali Sera Ada di Luar Kota Saat Pelemparan Bom Molotov di Rumahnya

Megapolitan

Close Ads X