Penemuan Mayat Balita Kembali Tambah Jumlah Korban KM Arista Jadi 17 Tewas

Kompas.com - 16/06/2018, 17:50 WIB
Proses evakuasi korban kapal tenggelam di perairan Makassar,  Rabu (13/6/2018). KOMPAS.com/Hendra CiptoProses evakuasi korban kapal tenggelam di perairan Makassar, Rabu (13/6/2018).

MAKASSAR, KOMPAS.comKorban tenggelamnya KM Arista di perairan Makassar kembali ditemukan dalam upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan, Sabtu (16/6/2018). Korban yang ditemukan hari ini yakni Ramla, seorang anak berusia 4 tahun.

Humas Basarnas Makassar, Hamsidar, yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Temuan terhadap jenazah Ramla menambah jumlah korban tewas kejadian ini menjadi 17 orang.

Baca juga: Ini Data Korban Kapal Tenggelam di Perairan Makassar 


“Masih ada 2 korban yang dinyatakan hilang, tapi sudah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Jadi, total korban tewas tenggelamnya KM Arista sudah 17 orang, 55 orang berhasil selamat dan masih ada 1 orang lagi yang masih dalam pencarian,” kata Hamsidar, Sabtu.

Jenazah balita itu ditemukan mengapung oleh masyarakat sekitar 4 Nautikal Mile dari Pelabuhan Rakyat Paotere, Makassar. Tim SAR Gabungan yang mendapat informasi, langsung melakukan evakuasi.

Baca juga: Cari Penumpang Kapal Tenggelam di Waduk Cirata, Tim SAR Gunakan Robot ROV

Ramla sudah dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara. Penemuan korban terjadi di hari keempat pencarian korban kapal tersebut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Regional
Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Regional
Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Regional
Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Regional
Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Regional
Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Regional
2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X