7 LSM Laporkan Perusahaan Sawit atas Dugaan Kejahatan Lingkungan

Kompas.com - 25/05/2018, 16:26 WIB
Koalisi aktivis lingkungan di Aceh mempolisikan PT Cemerlang Abadi atas dugaan melakukan tindakan kejahatan lingkungan di Aceh. Satu di antaranya PT Cemerlang Ababdi dituding masih beroperasi padahal masa berlaku HGU-nya sudah habis. KOMPAS.com/ DASRPIANI Y ZAMZAMIKoalisi aktivis lingkungan di Aceh mempolisikan PT Cemerlang Abadi atas dugaan melakukan tindakan kejahatan lingkungan di Aceh. Satu di antaranya PT Cemerlang Ababdi dituding masih beroperasi padahal masa berlaku HGU-nya sudah habis.

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Tujuh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh, yakni Walhi, GeRAK, Forum LSM, HaKA, JKMA, LBH Banda Aceh dan MaTA, melaporkan PT Cemerlang Abadi (CA) ke Reskrimsus Polda Aceh atas dugaan melakukan tindak pidana lingkungan.

Kapala Divisi Advokasi Walhi Aceh, Muhammad Nasir mengatakan, perusahaan perkebunan sawit yang beroperasi di Kecamatan Babahrot, Aceh Barat Daya (Abdya), itu dilaporkan karena diduga tidak memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), tidak memiliki izin lingkungan serta melakukan praktik kejahatan perusakan lingkungan setelah izin Hak Guna Usaha (HGU) berakhir dan Izin Usaha Perkebunan (IUP-B) tidak dilanjutkan.

Menurut Nasir, dari temuan tim koalisi di lapangan, hingga kini PT Cemerlang Abadi masih melakukan aktivitas pembukaan lahan dan penanaman kelapa sawit, meskipun HGU PT CA ini sudah berakhir sejak 31 Desember 2017.

“Kendati demikian dalam rentang waktu Januari hingga Mei 2018, perusahaan diduga melakukan land clearing (pembersihan lahan baru) seluas lebih kurang 269 hektar dengan menggunakan dua unit ekskavator. Sementara izin HGU telah berakhir dan belum diperpanjang,” ujar Nasir saat menggelar konperensi pers di Banda Aceh, Kamis petang (24/5/2018).

Baca juga: Di Forum Rektor, Jokowi Minta Dibuat Jurusan Kelapa Sawit dan Kopi

Nasir menyebutkan, perusahaan itu telah melanggar Undang-undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 98/Permentan/Ot.140/9/2013 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan, Permen ATR/Ka BPN No 5 Tahun 2015 tentang izin Lokasi, Qanun Aceh Nomor 2 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup serta peraturan dan perundang-undangan lainnya.

"Itu alasan yang menjadi dasar pertimbangan kami untuk melaporkan PT CA ke Reskrimsus Polda Aceh karena dugaan tindak pidana membuka lahan dan melakukan penamanan baru saat izin belum diperpanjang," kata M Nasir.

Selain itu, kata Nasir, perusahaan juga tidak melaksanakan beberapa kewajibannya yang lain seperti membangun kebun plasma. Lalu persoalan dana corporate social responsibility (CSR) masih bermasalah dan bahkan tidak ditepati, serta tidak memprioritaskan tenaga kerja lokal, sehingga masalah inilah yang menyebabkan warga menolak HGU PT CA diperpanjang.

Senada dengan itu, koordinator GeRAK Aceh, Askahalani, mengatakan, dari investigasi lapangan yang dilakukan, ia melihat kawasan HGU PT CA tidak semuanya ditanami sawit, tetapi hanya 50 sampai 100 meter ke dalam saja. Sementara di tengah petakan lahan itu terlihat seperti hutan belantara dan memang tidak terurus dengan baik.

Karena itu, tambah Askhalani, pihaknya mendesak Polda Aceh untuk segera menyelidiki laporan kasus ini, serta dapat menindaklanjuti dan memprosesnya sesuai aturan hukum.

Sementara itu, Koordinator Lapangan PT Cemerlang Abadi, Agus Marhelis mengatakan, pihak perusahaan sudah mengajukan perpanjangan izin HGU sesuai dengan prosedur yang berlaku, dan kini hanya menunggu proses finalisasi dari pemerintah pusat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X