Di Forum Rektor, Jokowi Minta Dibuat Jurusan Kelapa Sawit dan Kopi

Kompas.com - 16/02/2018, 10:10 WIB
Presiden Joko Widodo bersama rombongan berfoto bersama denga staf Amaris Ambon. Dok. Amaris AmbonPresiden Joko Widodo bersama rombongan berfoto bersama denga staf Amaris Ambon.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi membuka Konfrensi 2018 Forum Rektor se-Indonesia di Auditorium AP Pettarani Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Kamis (15/2/2018) sore. Saat acara itu, Presiden meminta agar kampus-kampus bisa membuka jurusan atau program studi khusus tentang kopi dan kelapa sawit. 

Menurut Presiden, dua jurusan itu punya peluang besar di dunia industri. Jokowi juga meminta seluruh universitas di Indonesia jeli melihat perkembangan teknologi dan membuka jurusan atau fakultas yang dapat menyerap tenaga kerja. 

"Adakah jurusan kopi? Belum ada kan? Ada kah jurusan kelapa sawit? Belum ada kan? Padahal dua jurusan ini banyak dinikmati masyarakat. Kopi banyak dinikmati masyarakat, kelapa sawit lahannya banyak di Indonesia, mencapai 13 juta hektar," kata Presiden.

Jika jurusan kopi dibuka, kata Jokowi, ada banyak hal yang bisa dipelajari seperti soal kopi toraja, kopi tubruk, kopi ekspresso, dan banyak jenis kopi lain.

"Mutu mahasiswa dalam persaingan tak hanya dilihat dari sektor pertumbuhan pengetahuan teknologi, tetapi juga dengan memberdayakan sektor pertanian dan melakukan manajemen yang baik akan menjadi daya saing pengembangan kawasan pertanian," kata Jokowi.

Baca juga : Kunjungan Kerja ke Makassar, Jokowi Bagikan Sertifikat dan Hadiri Forum Rektor

Ia mengambil contoh di luar negeri ada jurusan manajemen olahraga. Maka, dunia sepak bola mereka pun terus berkembang dan menjadi juara.

"Kita di Indonesia tidak adakan jurusan manajemen sepak bola. Di luar negeri ada jurusan itu, makanya juara terus mereka. Jika ada juga jurusan manajemen sepak bola di Indonesia, saya yakin dunia sepak bola kita akan maju dan selalu juara," kata Jokowi.

Di depan para rektor se-Indonesia, Jokowi juga meminta maaf atas kostum yang dikenakannya. Selama kunjungan kerja di beberapa daerah di Sulawesi Selatan, Jokowi diguyur hujan dan dia pun kehabisan baju ganti.

"Hujan deras sekali di dua tempat yang saya datangi. Saya kehujanan jadi saat saya ke sini, saya minta izin ke Ibu Rektor (Rektor Unhas) untuk ganti baju. Saya bertanya tentang yang hadir, katanya banyak yang pakai batik tapi batik saya basah. Adanya jas, jadi saya pakai jas. Jadi mohon maaf kalau saya salah kostum sendiri," kata Presiden.

Sebelumnya, Rektor Unhas Dwia Aries Tina Pulubuhu menyatakan, Jokowi sudah beberapa kali  mengunjungi Unhas sejak masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan selalu mengenakan pakaian sederhana.

"Jokowi yang kala itu masih Gubernur DKI, tepatnya 4 Oktober 2013 lalu, pernah mengunjungi kampus Unhas. Datang dengan kesederhanaannya untuk memberikan kuliah umum. Kebanggaan bagi kami juga, karena berturut-turut dalam tiga tahun konferensi Forum Rektor Indonesia Bapak Joko Widodo selalu hadir. Ini menunjukkan komitmen beliau untuk pengembangan pendidikan tinggi dan pendidikan lainnya agar lebih berkualitas di negeri ini," kata Dwia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X