Dedi Mulyadi: Kami Bukan Ingin Menang di Survei...

Kompas.com - 09/05/2018, 14:14 WIB
Dedi Mulyadi saat menemui Mak Oomndi Cihaurbeuti, Ciamis, Jawa Barat, Jumat (20/4/2018) KOMPAS.con/ IRWAN NUGRAHADedi Mulyadi saat menemui Mak Oomndi Cihaurbeuti, Ciamis, Jawa Barat, Jumat (20/4/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengklaim, pihaknya sudah memiliki data valid terkait pemetaan calon pemilih untuk pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Pemetaan tersebut didasarkan pada karakter pemilih secara geopolitik di provinsi yang menjadi kantong suara pemilu nasional tersebut.

“Wilayah Jabar Utara itu sudah masuk dalam fase tidak ingin lagi mengubah pilihan. Karakternya militan, sebab bukan ikatan politik yang terbangun, tetapi ikatan kekeluargaan,” katanya melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Rabu (9/5/2018).

Kini, kata Dedi, pihaknya tinggal memelihara dan memperkuat calon pemilihnya dengan cara menjaga silaturahmi dengan masyarakat di Jabar Utara. Ia mengaku setiap hari mendapat 20 undangan dari masyarakat di daerah tersebut.

“Caranya keondangan kok, diundang ya hadir karena kewajiban kita menjalin silaturahmi. Ditambah kan sejak lama komunikasi kultural kita sudah terjalin di Pantura,” ungkapnya.

Baca juga : Kunjungi Situs Ciung Wanara, Dedi Mulyadi Kritik Cara Penataan Obyek Wisata Sejarah

Persepsi pemilih di wilayah Bandung Raya terhadap pasangan dengan sebutan "DM4Jabar" pun disebut mengalami tren positif. Hal yang sama terjadi di kawasan Jawa Barat bagian Selatan.

“Orang Jawa Barat mah kan harus selalu disilaturahmian. Mereka itu senang kalau kita ajak berparsitispasi, jadi tidak searah dari kita. Bisa sambil ngaliwet, numpeng, ngagubyang empang, apa saja pokoknya. Bagi kami itu yang penting rakyat bahagia. Silaturahmi itu yang penting,” pungkasnya. 

Menang di survei bukan tujuan

Dedi juga menyinggung soal hasil survei sejumlah lembaga survei yang menempatkan pasangan DM44Jabar unggul.

Misalnya, survei yang digelar Litbang Kompas menyebutkan Deddy-Dedi meraih hasil 42,8 persen, disusul Ridwan-Uu 39,9 persen.

Lalu hasil survei Lingkar Survei Indonesia menempatkan Deddy-Dedi unggul dengan persentase 43,2 persen disusul Ridwan-Uu dengan raihan 39,27 persen.

Baca juga : Dedi Mulyadi Tawarkan 2 Solusi Atasi Masalah di Sungai Citarum

Dedi menilai, hasil survei tidak terlalu penting sebagai cerminan utuh. Sebab, hasil perhitungan suara KPU Jawa Barat merupakan penentu kemenangan yang hakiki.

“Kami ini bukan ingin menang di survei tetapi kami ingin menang di pemilihan. Nanti kan, tanggal 27 Juni 2018,” kata Dedi, Selasa (9/5/2018) sebelum keberangkatannya menuju Tasikmalaya dari Purwakarta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang

Ini Alasan PSBB Bodebek Kembali Diperpanjang

Regional
Kasus Mayat Bayi Dalam Kantong Plastik, Polisi Tetapkan Ibu Kandung sebagai Tersangka

Kasus Mayat Bayi Dalam Kantong Plastik, Polisi Tetapkan Ibu Kandung sebagai Tersangka

Regional
Bawaslu Klaim Kasus Covid-19 di Daerah yang Gelar Pilkada Cenderung Turun

Bawaslu Klaim Kasus Covid-19 di Daerah yang Gelar Pilkada Cenderung Turun

Regional
Ridwan Kamil Puji Ketua PBNU yang Berani Umumkan Diri Positif Covid-19

Ridwan Kamil Puji Ketua PBNU yang Berani Umumkan Diri Positif Covid-19

Regional
Langgar Protokol Kesehatan, Operasional Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang Dihentikan

Langgar Protokol Kesehatan, Operasional Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang Dihentikan

Regional
Rizieq Shihab Akan Dipanggil Polisi Terkait 2 Kasus Berbeda di Bogor

Rizieq Shihab Akan Dipanggil Polisi Terkait 2 Kasus Berbeda di Bogor

Regional
Ridwan Kamil Sebut Tokoh Publik Wajib Umumkan Hasil Tes Covid-19

Ridwan Kamil Sebut Tokoh Publik Wajib Umumkan Hasil Tes Covid-19

Regional
KPU Solo Temukan 8.237 Lembar Surat Suara Rusak

KPU Solo Temukan 8.237 Lembar Surat Suara Rusak

Regional
10 Orang Diperiksa Polisi soal RS Ummi, Termasuk Menantu Rizieq Shihab

10 Orang Diperiksa Polisi soal RS Ummi, Termasuk Menantu Rizieq Shihab

Regional
Kronologi Balita Tewas Setelah Terjebak Dalam Rumah yang Terbakar

Kronologi Balita Tewas Setelah Terjebak Dalam Rumah yang Terbakar

Regional
Masa Tanggap Darurat Covid-19 di DIY, Sri Sultan: Pusat Diperpanjang, Mosok Aku Nyabut

Masa Tanggap Darurat Covid-19 di DIY, Sri Sultan: Pusat Diperpanjang, Mosok Aku Nyabut

Regional
Tulis Cerpen di Penjara, Jerinx Singgung Soal Kaliyuga hingga Kebebasan Berpendapat

Tulis Cerpen di Penjara, Jerinx Singgung Soal Kaliyuga hingga Kebebasan Berpendapat

Regional
Pemprov DIY Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19 untuk Ketujuh Kalinya

Pemprov DIY Perpanjang Status Tanggap Darurat Covid-19 untuk Ketujuh Kalinya

Regional
KPU Targetkan 79 Persen Pemilih Gunakan Suaranya di Pilkada Kalsel

KPU Targetkan 79 Persen Pemilih Gunakan Suaranya di Pilkada Kalsel

Regional
Guru, Satpam hingga OB Sekolah Bisa Dapat Rumah Subsidi, Ini Syaratnya

Guru, Satpam hingga OB Sekolah Bisa Dapat Rumah Subsidi, Ini Syaratnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X