Kisah Relawan Mangrove di Bengkulu Menjaga Pulau Tikus dari Tenggelam

Kompas.com - 02/05/2018, 11:43 WIB
Koordinator Komunitas Mangrove Bengkulu Riki Rahmansyah saat menanam mangrove di salah satu pulau di Bengkulu Dok. Riki RahmansyahKoordinator Komunitas Mangrove Bengkulu Riki Rahmansyah saat menanam mangrove di salah satu pulau di Bengkulu

BENGKULU, KOMPAS.com - Indonesia saat ini menghadapi ancaman tenggelamnya pulau-pulau kecil di wilayah perairannya akibat naiknya permukaan air laut sebagai dampak naiknya suhu bumi dan perubahan iklim. 

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2017 lalu menyebutkan sekitar 2.000 pulau di Indonesia menghadapi ancaman tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut serta abrasi pantai. 

Tidak terkecuali sejumlah pulau di Bengkulu. Sejumlah pulau sudah hilang dan lainnya mengalami masa kritis. Sebut saja pulau Bangkai dan Satu, yang kini tinggal cerita. Sementara pulau Tikus dan Enggano. 

Hilangnya pulau tidak saja merugikan nelayan dan negara secara ekonomi, tetapi dampak yang lebih jauh yakni mengurangi Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia dan memperkecil wilayah NKRI.

Baca juga : Abrasi, Efek Perubahan Iklim Ancaman Tersembunyi Kedaulatan NKRI

Tidak ingin abrasi dan kenaikan permukaan air laut menghilangkan lebih banyak pulau di Bengkulu, salah satu komunitas mangrove pun tergerak untuk melakukan aksi nyata. 

Koordinator Komunitas Mangrove Bengkulu (KMB), Riki Rahmansyah dan beberapa rekan pemuda lainnya melakukan penanaman dan pembibitan mangrove di Pulau Tikus dan Pulau Enggano sejak setahun silam. Mangrove sendiri merupakan salah satu tanaman yang mampu menahan abrasi air laut di pantai. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penanaman mangrove yang dilakukan Komunitas Peduli Mangrove di Pulau Tikus, BengkuluDOk. Komunitas Peduli Mangrove Penanaman mangrove yang dilakukan Komunitas Peduli Mangrove di Pulau Tikus, Bengkulu

"Penanaman ini dilakukan dengan teknik REM (Riley Encased Methodology) atau istilah lainnya penanaman dengan sistem bungkus," kata Riki kepada Kompas.com. 

Secara teknis, penanaman teknik ini tidak dibarengi dengan pembibitan. Jadi, penanaman dilakukan dimana buah atau propagul bakau kerdil (Rhizophora Stylosa) ditanam langsung pada substrat yang sudah terpasang pipa PVC sebagai media pembungkusnya.

Baca juga : Pulau Tikus Diprediksi Hilang dalam 20 Tahun

Teknik REM ini dipakai karena lokasi penanaman bersubstrat karang dan berarus deras serta bergelombang tinggi.

Teknik ini sendiri diadopsi langsung dari kegiatan Mangrove.org di Aruba, Spoil Island Florida. Penanaman mangrove di Pulau Tikus menjadi semi penelitian Komunitas Mangrove Bengkulu, karena sebelumnya tidak ada sejarah tanaman mangrove di pulau tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.