Sudirman Said: Pemimpin Menjangkau Semua, Ekstremisme Bisa Diredam...

Kompas.com - 21/04/2018, 06:41 WIB
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 2, Sudirman Said-Ida Fauziyah, saat tampil dalam debat perdana Pilkada Jateng di Hotel Patra, Semarang, Jumat (20/4/2018). Kompas.com/Erwin HutapeaPasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Jawa Tengah nomor urut 2, Sudirman Said-Ida Fauziyah, saat tampil dalam debat perdana Pilkada Jateng di Hotel Patra, Semarang, Jumat (20/4/2018).

MAGELANG, KOMPAS.com - Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyatakan keteladanan pemimpin adalah kunci meredam semua ekstrimisme dalam masyarakat.

Pemimpin, lanjutnya, harus bisa berjalan di antara dua sisi kelompok yang terpecah.

"Saya berkali-kali difitnah, dibilang antek Yahudi, ikut segala macam, tetapi sebetulnya pemimpin harus di tengah, menjangkau semuanya, dan menyentuh dengan adil, maka semua ekstremisme itu bisa kita redam," kata Sudirman saat debat terbuka Pilkada Jawa Tengah 2018 di Hotel Patra Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/4/2018).

Baca juga: Debat Ganjar dan Sudirman Said tentang Kartu Tani

Ia tidak memungkiri jika sikap tersebut akan menuai kecurigaan banyak pihak, terutama kelompok-kelompok ekstrimis.

Namun, mantan Manteri ESDM periode 2014-2016 itu meyakini pemimpin yang mampu menjangkau semua kelompok akan mewujudkan persatuan.

"Risikonya memang kita sering dicurigai. Karena kalau jalan di tengah, oleh yang kiri, kita disebut di kanan, begitu juga sebaliknya. Tapi itulah fungsi pemimpin, bisa menjangkau semuanya untuk merajut persatuan," ujarnya. 

Baca juga: Kepada Sudirman, Ganjar Minta Diajari Buka 5 Juta Lapangan Kerja dalam 5 Tahun

Dia menambahkan, Jawa Tengah adalah provinsi yang memiliki keberagaman, baik agama dan budaya.

Kendati demikian, masyarakat Jawa Tengah tetap kondusif dan mengedepakan sikap gotong royong.

"Jawa tengah itu tempat menyatukan banyak warna. Melestarikan yang sudah ada yakni warisan sejarah, semua agama, dan budaya besar berkembang di sini, karena itu pemimpin harus menjaga itu," kata Sudirman. 

Baca juga: Sudirman Said: Menciptakan 5 Juta Lapangan Kerja Bukan Mimpi

"Kita harus mengambil nilai-nilai baik itu, kejujuran, gotong royong, sopan santun, itu adalah bagian di Jawa Tengah. Kalau itu dijadikan sikap keteladanan, maka insya Allah lingkungan akan adem dan tenang. Sekali lagi keteladanan pemimpinnya," tambahnya

Calon wakil gubernur Jawa Tengah Ida Fauziyah menyatakan kunci menyatukan perbedaan berawal dari rasa cinta kepada bangsa Indoneia.

"Sementara yang harus dibangun adalah semangat cinta tanah air, ini menjadi kunci bagaimana menyatukan perbedaan," ucap mantan anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Manajer Restoran: Mereka Datang untuk Review Makanan

Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Manajer Restoran: Mereka Datang untuk Review Makanan

Regional
2 Pekan PPKM di Jatim, Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Terkumpul Rp 502 Juta

2 Pekan PPKM di Jatim, Denda Pelanggar Protokol Kesehatan Terkumpul Rp 502 Juta

Regional
Terduga Teroris di Lambhok Aceh 3 Tahun Sewa Rumah dan Jualan Buah, Tak Pernah Lapor Kades

Terduga Teroris di Lambhok Aceh 3 Tahun Sewa Rumah dan Jualan Buah, Tak Pernah Lapor Kades

Regional
KKB Masih Berulah, Aparat di Papua Fokus Ungkap Jaringan Penjualan Senjata

KKB Masih Berulah, Aparat di Papua Fokus Ungkap Jaringan Penjualan Senjata

Regional
Detik-detik Dandi Hilang Diterkam Buaya Saat Asik Memancing

Detik-detik Dandi Hilang Diterkam Buaya Saat Asik Memancing

Regional
Bandar Sayur Kerahkan Puluhan Orang Keroyok Dua Preman Tukang Peras, 1 Tewas

Bandar Sayur Kerahkan Puluhan Orang Keroyok Dua Preman Tukang Peras, 1 Tewas

Regional
Minta Bantuan karena Kehabisan Bensin, Siswi SMA Ini Malah Diperkosa di Hutan

Minta Bantuan karena Kehabisan Bensin, Siswi SMA Ini Malah Diperkosa di Hutan

Regional
Terjadi Awan Panas Guguran di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1200 Meter Arah Barat Daya

Terjadi Awan Panas Guguran di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1200 Meter Arah Barat Daya

Regional
Sering Tak Masuk Kerja, Polisi Ini Tertangkap Mencuri Mobil di Jambi

Sering Tak Masuk Kerja, Polisi Ini Tertangkap Mencuri Mobil di Jambi

Regional
Artis TikTok Asal Solo Diperiksa Polisi gara-gara Penggemar Berkerumun Tanpa Jaga Jarak

Artis TikTok Asal Solo Diperiksa Polisi gara-gara Penggemar Berkerumun Tanpa Jaga Jarak

Regional
Tambang Emas Ilegal Sebabkan Banjir, Polda Jambi Ambil 13 Alat Berat dari Lokasi

Tambang Emas Ilegal Sebabkan Banjir, Polda Jambi Ambil 13 Alat Berat dari Lokasi

Regional
Pengungsi Gempa Sulbar Mulai Terserang ISPA

Pengungsi Gempa Sulbar Mulai Terserang ISPA

Regional
Jadwal Distribusi Berubah, Vaksinasi Covid-19 di Sumedang Diundur

Jadwal Distribusi Berubah, Vaksinasi Covid-19 di Sumedang Diundur

Regional
Pesta Narkoba Saat Liburan di Bali, Selebgram Berinisial S Ditangkap Polisi

Pesta Narkoba Saat Liburan di Bali, Selebgram Berinisial S Ditangkap Polisi

Regional
Kejari Lhokseumawe Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pengaman Pantai Senilai Rp 4,9 M

Kejari Lhokseumawe Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Pengaman Pantai Senilai Rp 4,9 M

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X