Cerita Siswa SD di Polewali Menantang Arus Sungai Deras agar Bisa Pergi ke Sekolah

Kompas.com - 11/04/2018, 18:25 WIB
Meski kadang harus menantang bahaya dan maut menyeberangi sungai yang meluap karena banjir, anak-anak Desa Lenggo nekat menantang maut demi sekolah. KOMPAS.com/ JunaediMeski kadang harus menantang bahaya dan maut menyeberangi sungai yang meluap karena banjir, anak-anak Desa Lenggo nekat menantang maut demi sekolah.

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com – Fajar baru saja menyingsing ketika anak-anak desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, ini sudah harus berjuang menyeberangi Sungai Lenggo yang deras.

Mereka sengaja berangkat dari desa mereka berjarak sekitar 3 kilometer lebih pagi secara berkelompok, agar bisa sampai ke sekolah dan belajar tepat waktu, Selasa pagi (10/4/2018).

Karena tak ada sarana jembatan atau jalan alternatif yang dekat, anak-anak ini terpaksa harus berjuang menyeberangi sungai tanpa dikawal oleh siapa pun. Karena jalan kampung halaman mereka dengan sekolah cukup jauh, anak-anak sekolah terpencil ini sengaja berangkat ke sekolah lebih pagi secara berkelompok agar bisa lebih santai dalam perjalanan.

Sejumlah anggota TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (SATGAS) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 Kodim 1402/Polmas di Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, yang menyaksikan semangat anak-anak desa menantang bahaya menyeberangi arus sungai yang deras hanya menggunakan rakit bambu, ini merasa terpanggil turun tangan membantu mereka.


Baca juga : Siswa SMP Kerja Serabutan demi Hidupi Nenek dan Ayahnya yang Gangguan Jiwa

Salman, siswa kelas II SD Galung-galung, Polewali Mandar, yang tak berani menyerberangi sungai seorang diri ini mengaku senang dan bangga lantaran kemarin ia tak perlu membongkar pasang sepatu dari tepi sungai ke tepi sungai di sebelahnya.

“Senang dibantu tentara, saya tidak perlu buka sepatu menyeberangi sungai karena diangkat tentara menyeberenag dari perahu. Barusan banyak tentara di sini, biasanya hanya Pak Waluyo saja,” tutur Salman polos.

Koptu Irwandi, salah satu anggota Satgas TMMD ke-101 dari Kodim 1402/Polmas dengan berbekal keahliannya mengemudikan landing craft rubber (LCR) berusaha menyeberangkan para siswa ke sungai selebar 50 meter lebih itu.

Agar sepatu para siswa tak basah kuyup atau dibongkar pasang di tepi sungai sebelum dan sesudah menyeberang, anak-anak ini dipersilakan naik rakit tanpa harus membuka sepatu atau sandal mereka. Mereka juga digendong atau diangkat petugas dari bibir sungai ke rakit bambu.

“Setelah saya coba mengemudikan rakit bambu ini tidak jauh beda ketika mengemudikan landing craft rubber (LCR) d isatuan lama saya dulu di Raider 700. Cara kemudinya sama saja, cuma kekurangannya rakit ini tidak menggunakan mesin,” kata Koptu Irwandi.

Pemerintah bersama kodim setempat berencana mendatangkan 12 drum yang dirangkai dengan trol sebagai pengganti rakit bambu. Drum ini nantinya diharapkan bisa membantu para siswa menyeberang lebih nyaman dan aman dari segala bahaya.

Rakit yang dibuat dari drum ini akan digunakan warga sebagai sarana transportasi darurat untuk menyeberangi Sungai Lenggo, sambil menunggu selesainya pembangunan jembatan gantung yang dibangun TNI tak jauh dari lokasi penyeberangan ini.

Kepala Desa Lenggo Andi Rusliamin mengatakan, rakit bambu itu memang satu-satunya sarana penyebrangan warga Desa Lenggo, baik anak sekolah, warga maupun para pedagang yang masuk ke desa ini.

Baca juga : Siswa SMA Harus Ujian Ulang gara-gara Soal UNBK Error

Ruslimin menyebutkan, kerap saat banjir dan sungai meluap, anak-anak desa tak bisa bersekolah karea takut menyeberangi sungai yang deras. Meski demikian, banyak juga siswa tetap nekat menyeberang dan mennatang arus sungai menggunakan rakit bambu agar bisa menyeberang dan bersekolah di desa sebelah.

“Kalau banjir dan sungainya meluap anak-anak desa sebelah terpaksa tidak bisa sekolah,” jelas Andi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

'Mereka Menuduh Kami Lebih Kafir dari Polisi', Kata Adik Trio Bom Bali I Soal Perangnya Melawan Radikalisasi

Regional
Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Temui Ortu Korban Susur Sungai, Sultan HB X Sampaikan Pesan

Regional
Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Empat Siswa SMPN 1 Turi Sleman yang Ikut Susur Sungai Belum Ditemukan

Regional
Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Kesaksian Salma, Siswa SMPN 1 Turi yang Selamat Susur Sungai, Arus Deras Tiba-tiba Datang

Regional
Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Tak Kunjung Ada Kabar, Ibu Siswi SMPN 1 Turi: Saya Mohon Doanya

Regional
Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Pelaku Penusukan Anak Korban Kecelakaan di Musi Rawas Serahkan Diri

Regional
Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Kronologi Pria di Riau Banting Sepeda Motor karena Tak Terima Ditilang Polisi

Regional
Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Dilaporkan Hilang, Dokter Muda di Palembang Ini Ternyata Liburan ke Lampung

Regional
Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Berkas Perkara Bupati Aceh Barat Duel dengan Penagih Utang Dilimpahkan ke Polda

Regional
Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Wagub Kaltim Dukung Satu Calon dalam Pilkada Samarinda 2020, Bawaslu Sebut Tak Etis

Regional
Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Tinjau Proyek Tol Sigli-Banda Aceh, Jokowi: Proses Pembebasan Lahan Berjalan Baik

Regional
Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Siswa SMPN 1 Turi Tewas Saat Susur Sungai, Korban Pertama Ditemukan Tersangkut Batu

Regional
Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Sudah Ada Peringatan Akan Turun Hujan Sebelum Siswi SMPN 1 Turi Sleman Susur Sungai

Regional
Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Regional
Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Formasi CPNS untuk Dokter Spesialis Banyak yang Kosong, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X