Ganjar: Itu Puisi 1987, Gus Mus yang Baca, Kenapa Ribut Sekarang?

Kompas.com - 09/04/2018, 06:16 WIB
Calon Gubernur Jateng  Ganjar Pranowo menghadiri Rakercabsus atau  pemantapan pemenangan Pilkada Jateng  di Kantor DPC PDIP Kabupaten Demak,  Jateng,  Minggu (8/4/2018) KOMPAS.com/ARI WIDODOCalon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menghadiri Rakercabsus atau pemantapan pemenangan Pilkada Jateng di Kantor DPC PDIP Kabupaten Demak, Jateng, Minggu (8/4/2018)

BAWEN, KOMPAS.com — Calon gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak ingin informasi hoaks menjadi arus utama informasi yang diterima masyarakat dalam masa pilkada.

Belajar dari pilkada daerah lain, dirinya ingin melawan berita hoaks dengan cepat-cepat memberikan konfirmasi agar masyarakat tidak terbelah.

"Sebab, jika sudah percaya hoaks dan tidak ada yang klarifikasi, itu bisa berefek negatif. Nanti bisa membelah masyarakat yang ada,” kata Ganjar dalam deklarasi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Gus Yasin di Bawen, Semarang, Minggu (8/4/2018).

Menurut Ganjar, perlawanan terhadap hoaks harus masif dilakukan sehingga dirinya mengajak masyarakat Semarang saling peduli, memerangi berita hoaks.

(Baca juga: Soal Politisasi Puisi, Ganjar Ajak Warga Jateng Tabayyun)

Caranya dengan check and recheck jika menerima informasi atau jika hendak membagi informasi. Konfirmasi atas berita hoaks juga perlu disebarkan melalui media sosial.

“Tunjukan bukti dan apabila itu sebuah pernyataan yang membutuhkan satu ilmu, ya, harus tanya kepada pakarnya. Bisa tokoh agama atau akademisi,” ujarnya.

Lebih-lebih, sambung Ganjar, apabila berita hoaks tersebut bisa bermuara ke isu SARA serta dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Semarang. Maka, hal itu perlu diredam.

"Tahu kalau itu ada hoaks jangan dikompori. Jawab dengan baik, kalau masih ngeyel, ya, dibawa ke penegak hukum,” ucapnya.

Ganjar lantas memberikan contoh tentang isu yang baru menimpanya, yakni tudingan menistakan agama gara-gara ia membacakan salah satu puisi Gus Mus dalam acara bincang-bincang di sebuah televisi swasta beberapa waktu lalu.

(Baca juga: Antara Ganjar, Sudirman, dan KPK di Pilkada Jateng )

Penampilan Ganjar dalam acara talkshow tersebut dipelintir ke arah isu SARA di media sosial. Ia menengarai, hal tersebut memiliki kepentingan dalam Pilkada Jateng 2018.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Sulsel Tangkap DPO Kasus Pembunuhan Babinsa di Tambora

Polda Sulsel Tangkap DPO Kasus Pembunuhan Babinsa di Tambora

Regional
Di Pedalaman Pegunungan Bintang Papua, Beras 10 Kilogram Dijual Rp 2 Juta dan Mi Instan Ditukar Emas

Di Pedalaman Pegunungan Bintang Papua, Beras 10 Kilogram Dijual Rp 2 Juta dan Mi Instan Ditukar Emas

Regional
100 Pedagang Positif Corona, Pemkot Jayapura Tetap Buka Pasar Youtefa

100 Pedagang Positif Corona, Pemkot Jayapura Tetap Buka Pasar Youtefa

Regional
Pengakuan Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Kebun Karet: Ayah Dia Utang Narkoba

Pengakuan Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Kebun Karet: Ayah Dia Utang Narkoba

Regional
Keluarga Pengundang Rhoma Irama Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab

Keluarga Pengundang Rhoma Irama Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab

Regional
KPU Jember Panggil 21 Penyelenggara Pemilu yang Dilaporkan Dukung Calon Perseorangan

KPU Jember Panggil 21 Penyelenggara Pemilu yang Dilaporkan Dukung Calon Perseorangan

Regional
Adopsi Anak hingga Gagas Perpustakaan Keliling, Aipda Donny Terima Pin Emas Kapolri

Adopsi Anak hingga Gagas Perpustakaan Keliling, Aipda Donny Terima Pin Emas Kapolri

Regional
Bayi 3 Bulan Meninggal Usai Diimunisasi, Sebelumnya Alami Pendarahan, Kejang, Lebam

Bayi 3 Bulan Meninggal Usai Diimunisasi, Sebelumnya Alami Pendarahan, Kejang, Lebam

Regional
91 Persen Pasien Covid-19 di Kota Padang Merupakan OTG dan ODP

91 Persen Pasien Covid-19 di Kota Padang Merupakan OTG dan ODP

Regional
Aksi Penyekapan Digagalkan Setelah Mobil Pelaku Tabrak Ambulans

Aksi Penyekapan Digagalkan Setelah Mobil Pelaku Tabrak Ambulans

Regional
Kronologi Siswi SMP Diperkosa dan Dibunuh di Kebun Karet oleh Teman Ayahnya, Sempat Dibuntuti

Kronologi Siswi SMP Diperkosa dan Dibunuh di Kebun Karet oleh Teman Ayahnya, Sempat Dibuntuti

Regional
Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kota Malang Meningkat Disebabkan Komorbid

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kota Malang Meningkat Disebabkan Komorbid

Regional
Amankan 298 Kg Ganja Berkedok Alpukat, BNN Banten Selamatkan 1,9 Juta Generasi Muda

Amankan 298 Kg Ganja Berkedok Alpukat, BNN Banten Selamatkan 1,9 Juta Generasi Muda

Regional
Belajar dari Jekmil, Ini Seharusnya Cara Driver Ojek Memperlakukan Ibu Hamil yang Dibonceng

Belajar dari Jekmil, Ini Seharusnya Cara Driver Ojek Memperlakukan Ibu Hamil yang Dibonceng

Regional
Dukun Pengobatan di Bandung Barat Perkosa Seorang Anak

Dukun Pengobatan di Bandung Barat Perkosa Seorang Anak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X