Survei Polmark Indonesia: Pilkada Jatim, Gus Ipul Raih 42,7 Persen, Khofifah 27,2 Persen - Kompas.com

Survei Polmark Indonesia: Pilkada Jatim, Gus Ipul Raih 42,7 Persen, Khofifah 27,2 Persen

Kompas.com - 14/03/2018, 16:20 WIB
Polmark Indonesia merilis hasil survei Pilkada Jatim di SurabayaKOMPAS.com/Achmad Faizal Polmark Indonesia merilis hasil survei Pilkada Jatim di Surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com — Polmark Indonesia merilis hasil survei Pilkada Jatim 2018 di Surabaya, Rabu (14/3/2018).

Elektabilitas pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno disebut unggul jauh atas pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistyanto Dardak.

Elektabilitas Gus Ipul-Puti Soekarno dalam survei yang digelar pada 6-11 Februari lalu kepada 1.200 responden itu mencapai 42,7 persen, sementara Khofifah-Emil hanya 27,2 persen. Sementara 30,1 persen menyatakan belum menentukan pilihan.

"Berdasarkan survei kami, selisihnya 15,5 persen. Cukup jauh," kata Direktur Riset Polmark Indonesia Eko Bambang Subiantoro.

Kemenangan Gus Ipul-Puti Soekarno disebutnya merata hampir di semua wilayah, yakni Mataraman 37 persen, sedangkan Khofifah-Emil 23,8 persen. Lalu wilayah Tapal Kuda dan Pendalungan, Gus Ipul-Puti Soekarno mendapat 48,7 persen, sementara Khofifah-Emil 18,7 persen. Di wilayah Arek, Gus Ipul dan Puti Soekarno meraih 50 persen dan Khofifah-Emil 27 persen. Pasangan Khofifah-Emil hanya menang di Madura dengan 57,7 persen, sedangkan Gus Ipul-Puti Soekarno 25,4 persen.

Baca juga: Elektabilitas Beda Tipis dengan Khofifah, Gus Ipul Bilang Alhamdulillah

Tingginya angka pemilih yang belum menentukan pilihan, menurut pengamat politik Unair, Kacung Maridjan, disebabkan antara lain dua cagub adalah representasi Nahdlatul Ulama (NU). Khofifah menjabat sebagai Ketua Muslimat NU, sementara Gus Ipul mantan Ketua Ansor dan saat ini menjabat salah satu ketua di PBNU.

"Pemilih yang sebagian besar juga warga NU bimbang karena keduanya sama-sama NU," terangnya.

Dua bulan lebih sisa masa kampanye, menurut dia, bisa saja mengubah keadaan asalkan pasangan Khofifah-Emil melakukan "sprint" untuk mengejar elektabilitas.

"Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin Pilkada Jatim tahun ini akan menjadi seperti Pilkada Jatim 2008," ujarnya.

Sebelumnya, Tim Litbang Kompas dalam surveinya menyebut, persaingan dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada Jatim kian ketat.

Baca juga: Khofifah atau Gus Ipul, Tak Ada yang Lebih Unggul di Pilkada Jatim

Selisih tingkat keterpilihan pasangan Khofifah-Emil dengan pasangan Gus Ipul-Puti Soekarno amat tipis, yaitu hanya 0,5 persen. Khofifah-Emil memperoleh elektabilitas 44,5 persen, sedangkan Saifullah-Puti 44,0 persen.

Kompas TV Berdasarkan survei Litbang Kompas, Khofifah-Emil kalah tipis dalam perebutan suara di kalangan Nadlatul Ulama.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X