Kompas.com - 07/03/2018, 11:02 WIB
Kompas TV Kedua pasangan ini menikah di kantor polisi karena bersinggungan dengan masalah hukum yang harus dilalui keduanya.

Simbol lain agar kaum laki-laki bekerja keras sebelum menikah, lanjut Nurhayati, adalah mengelilingi dapur sebanyak tujuh kali. Dahulu seorang pria harus mengelilingi dapur sebanyak tujuh kali jika ingin menikah. Tujuh kali mengelilingi dapur adalah simbol kemampuan seorang laki-laki memenuhi kebutuhan dapur selama 7 hari untuk menghidupi istri dan anak-anaknya.

Komersialisasi uang panaik

Nurhayati menyayangkan tradisi uang panaik kini dikomersialisasikan. Apalagi, besaran uang panaik tergantung dari strata seorang wanita, misalnya lulusan SMA, sarjana, PNS, dokter, atau telah berhaji, dan lainnya. Strata itulah yang membedakan besaran uang panaiknya. Berbeda lagi jika sang wanita keturunan bangsawan.

"Kenapa ada seperti itu. Berbeda zaman dulu dengan sekarang. Semua tradisi sudah terkikis, semuanya dinilai dengan materi. Bukan nilai luhurnya yang diambil dari tradisi uang panaik itu. Kini pesta perkawinan sebagai ajang gengsi," katanya.

"Di zaman dulu, ada istilah Sulapa Appa Wala Suji. Maksudnya utara, selatan, timur, dan barat. Artinya simbol dari laki-laki, yakni kekayaan, cerdik atau pandai, kekuasaan, dan keberanian. Harus ini, salah satunya dimiliki oleh seorang laki-laki, karena kalau tidak memiliki salah satu sudut ini dianggap sampah," lanjutnya.

Nurhayati menceritakan, zaman dahulu keturunan bangsawan kebanyakan menikah dengan sepupu sendiri agar kebangsawannya tidak hilang. Selain itu, menikah dengan sepupu berarti uang panaik yang besar tidak jatuh ke orang yang bukan keluarganya. Ada juga rakyat biasa bisa mengawini wanita keturunan bangsawan. Biasanya dia memiliki keberanian yang tinggi.

"Biasa rakyat kecil dulu, jika menyukai anak keturunan bangsawan mereka pergi merantau dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk sebagai uang panaik wanita pujaan hatinya. Itulah yang sebenarnya, bukan karena nilainya saja itu uang panaik. Tapi nilai luhurnya uang panaik yang harus diambil," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika zaman sekarang uang panaik tetap mahal, Nurhayati berharap jangan dijadikan beban. Sebab, besaran uang panaik bisa dinegosiasikan pihak ketiga agar tidak terlalu besar. Yang penting, sang laki-laki itu bisa bekerja keras untuk menghidupi istri dan anak-anaknya kelak.

Baca juga : Pengantin Diminta Bayar Rp 120 Juta untuk Pakai Helikopter Polisi

 

Sistem negosiasi ini juga bisa menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti bunuh diri, kawin lari, dan sebagainya.

"Sekarang malah saya lihat uang panaik dijadikan beban. Padahal bisa dinegosiasi. Ada bahkan yang kedua pasangan kekasih itu sepakat menabung sama-sama untuk dijadikan nantinya uang panaik. Bahkan, ada juga uang panaik sampai miliaran rupiah bukan sepenuhnya uang panaik laki-laki. Tapi dibantu oleh uang pihak wanita dan dipertontonkan kepada keluarga, tapi setelah itu diambil kembali. Hanya untuk mempertontonkan saja," katanya.

Nurhayati mengatakan, ada kalanya uang panaik dipatok terlalu tinggi sebagai bentuk penolakan halus pinangan laki-laki. Penolakan itu bisa karena laki-laki calon suami adalah pemalas, pemabuk, suka berbuat kasar, dan perilaku jelek lainnya. Ada juga penolakan karena perbedaan status sosial.

"Tentunya, orang-orang tua itu meninggikan uang panaik untuk melakukan penolakan secara halus. Selain faktor karakter, biasa juga orangtua menolak laki-laki yang melamar anaknya karena statusnya lebih rendah. Itulah biasa diminta uang panaik tinggi yang disebut mengelilingi darah, dalam artian menaikkan strata rendah ke yang tinggi," jelasnya.

BERSAMBUNG

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.