Kompas.com - 27/02/2018, 21:23 WIB

BOGOR, KOMPAS.com - Calon wali kota Bogor Bima Arya Sugiarto bersama istri, Yane Ardian, mendatangi Polsek Citeureup untuk menjenguk lima orang pelaku penyerangan terhadap bus rombongan jemaah umrah yang ditumpangi Bima Arya bersama keluarga, Selasa (27/2/2018).

Tiba di Polsek, Bima bersama istri langsung menuju ke ruang tahanan. Lima orang pelaku berinisial AE (26), AO (25), SA (25), YS (29) dan ESF (23), hanya bisa tertunduk malu. Kelimanya pun mengakui perbuatannya itu dan meminta maaf.

"Kami menyesal, minta maaf. Kemarin kami balas dendam karena waktu itu pernah diserang. Kami berjanji tidak akan mengulangi lagi," kata salah satu pelaku.

Baca juga : Bus Rombongan Umroh Bima Arya Dilempar Batu oleh Orang Tak Dikenal

Mendengar itu, Bima yang baru saja selesai menunaikan ibadah umrah menyatakan bahwa ia berserta seluruh jemaah sudah memaafkan para pelaku.

"Sewaktu masih di Makkah, kami banyak dihubungi, mungkin oleh keluarga mereka (pelaku). Minta untuk diperhatikan," ucap Bima.

"Saya sampaikan, pas pulang (umrah) nanti, saya akan menjenguk sekaligus ingin tahu juga sebetulnya ada apa waktu itu. Tadi malam saya mendarat, kami sempatkan ke sini. Seperti dugaan kami sebelumnya, memang kami disangka Jakmania oleh mereka," sambungnya.

Mengenai proses hukum, sambung Bima, akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum sesuai aturan berlaku. Ia pun berharap agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi.

"Ini kewenangannya kepolisian. Saya serahkan semuanya ke penegak hukum. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran untuk semua suporter apa pun. Kalau bola ya bola, olahraga ya olahraga. Harus menyehatkan, membanggakan, dan mempersatukan serta jangan anarki," tuturnya.

Baca juga : Hari Pertama Cuti, Bima Arya Ajak Komunitas Pelari Sapa Warga Bogor

Sementara itu, Kepala Polsek Citeureup Komisaris Polisi Darwan menyatakan, proses hukum terhadap perlaku tetap berjalan sesuai dengan aturan berlaku.

Pihaknya juga akan menilai sejauhmana perubahan sikap para pelaku selama menjalani masa penahanan. Hal itu mengingat pihak keluarga meminta untuk ditangguhkan penahanannya.

"Kami akan meng-assement dan menilai sejauhmana perubahan sikap dan lain-lain. Walaupun ada perdamaian di antara terlapor dan pelapor, tapi kami harus lihat dulu perubahan para pelaku ini seperti apa," sebut Darwan.

Kompas TV Akibat aksi pelemparan itu, dua orang jemaah umrah terluka akibat terkena serpihan kaca.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.