Bus Rombongan Umroh Bima Arya Dilempar Batu oleh Orang Tak Dikenal

Kompas.com - 17/02/2018, 17:45 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat menghadiri acara simbolis pemasangan AC gratis untuk angkot se-Jabotabek oleh Go-Car dan Uber di Silang Barat Monas, Sabtu (1/7/2017). KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat menghadiri acara simbolis pemasangan AC gratis untuk angkot se-Jabotabek oleh Go-Car dan Uber di Silang Barat Monas, Sabtu (1/7/2017).

BOGOR, KOMPAS.com - Bus yang membawa rombongan umroh calon Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dilempari batu oleh orang tak dikenal di Tol Jagorawi KM 27, Sentul, Kabupaten Bogor, Sabtu (17/2/2018).

Akibat lemparan batu itu, bus mengalami pecah kaca di bagian samping kiri.

Belum diketahui pasti penyebab penyerangan bus yang membawa Bima Arya beserta keluarga bersama puluhan jemaah umroh lainnya itu.

Namun diduga, aksi pelemparan batu tersebut dilakukan oleh suporter salah satu klub sepak bola yang mengira rombongan di dalam bus adalah kelompok suporter Persija Jakarta.

Penyerangan bus oleh orang tak bertanggungjawab itu juga menyebabkan dua orang jemaah umroh mengalami luka di bagian pipi akibat terkena serpihan kaca.

"Alhamdulillah semua selamat. Dua ibu di bagian pipi luka sedikit kena pecahan kaca. Bus kemudian berhenti di SPBU menunggu bus pengganti," kata Bima, dalam keterangannya.

Bima Arya bersama istri dan kedua anaknya serta belasan jamaah lainnya dijadwalkan berangkat ibadah umroh siang ini.

Setelah melakukan berbagai persiapan, rombongan berangkat dari Masjid Raya Kota Bogor sekitar pukul 14.00 WIB.

Sementara itu, Kepala Polres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky menyebut, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat laporan adanya insiden tersebut.

"Kita justru dapat laporannya dari masyarakat, dari media juga. Bukan dari yang bersangkutan (Bima Arya). Terus kita cek, benar," ucap Dicky.

Dicky menuturkan, kejadian tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan politik. Ia menyebut, peristiwa penyerangan itu karena rombongan bus disangka suporter The Jak.

Ia menjelaskan, anggota kepolisian memang sudah melakukan penjagaan di sejumlah titik untuk memantau pergerakan massa suporter sepak bola dari Kabupaten Bogor yang berangkat menuju Stadion Gelora Bung Karno (GBK) untuk menyaksikan pertandingan final Piala Presiden.

"Kita udah jaga tuh di kantung-kantung, supaya tidak ada bentrok. Cuman kan di jalan tol, panjang gitu, bingung juga kita jaganya. Tapi kita akan perkuat lagi. Kita juga akan lacak pelakunya, mudahan-mudahan ada kemudahan," tutupnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Kisah Cadas Pangeran, Jalan Legendaris yang Menelan Korban Ribuan Jiwa

Regional
Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Ikan-ikan Mati di Sungai Citarum, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Tenaga Medis RSUD Wonogiri Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 60 Orang

Tenaga Medis RSUD Wonogiri Positif Covid-19 Bertambah 9, Total 60 Orang

Regional
Guru SMP di Jatim Meninggal Positif Covid-19, 67 Pegawai Rapid Test, Ini Hasilnya

Guru SMP di Jatim Meninggal Positif Covid-19, 67 Pegawai Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

RSUD AWS Samarinda Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

[POPULER NUSANTARA] 12 Tahun Jadi Tentara Gadungan | Viral Prank Daging Isi Sampah

Regional
Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Kisah Agus Berdayakan Korban PHK Saat Pandemi Lewat Wastafel Portabel

Regional
Positif Corona, Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf

Positif Corona, Gubernur Kepri Isdianto Minta Maaf

Regional
Menghilang, Bos Arisan yang Tipu Ratusan Anggotanya Diminta Kooperatif

Menghilang, Bos Arisan yang Tipu Ratusan Anggotanya Diminta Kooperatif

Regional
15 Tahun Aisyah Terbaring di Kasur, Ibu: Saya Ingin Anak Saya Bisa Bicara dan Berjalan Seperti Lainnya

15 Tahun Aisyah Terbaring di Kasur, Ibu: Saya Ingin Anak Saya Bisa Bicara dan Berjalan Seperti Lainnya

Regional
Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Regional
'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

Regional
4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X