ASN di Solo Dilarang Gunakan Elpiji 3 Kilogram

Kompas.com - 20/02/2018, 21:02 WIB
Ilustrasi elpiji 3 kilogram. KOMPAS.ComIlustrasi elpiji 3 kilogram.

SOLO, KOMPAS.com - Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengeluarkan Surat Edaran Nomor 541/457 tentang Pemakaian Tabung Gas LPG Non Subsidi untuk Aparatur Sipil Negara di Pemerintah Kota Surakarta.

Surat yang ditandatangani 14 Februari 2018 ini melarang Aparatur Sipil Negera ( ASN) di lingkungan Pemkot Surakarta menggunakan gas elpiji 3 kilogram. 

Dalam surat edaran itu juga tertulis imbauan agar ASN beralih menggunakan tabung gas elpiji 5,5 kilogram (non subsidi). Karena saat ini telah beredar Bright Gas LPG 5,5 kilogram yang telah tersedia di agen, warung, toko, maupun pusat perbelanjaan lainnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surakarta, Budi Yuslistiyanto mengatakan, ASN di lingkungan Pemkot Surakarta dilarang menggunakan gas bursubsidi karena dianggap mampu.

 

(Baca juga : Pertamina: Elpiji 3 Kg untuk Masyarakat Tidak Mampu)

Menurut Budi, larangan tersebut berlaku untuk semua ASN yang ada di lingkungan Pemkot Surakarta tanpa terkecuali. Baik ASN dari golongan terendah hingga tertinggi.

"Intinya ASN tidak diperbolehkan menggunakan gas elpiji yang bersubsidi. Sehingga semua ASN diberikan surat edaran supaya beralih ke penggunaan gas elpiji non subsidi," jelas Budi di Solo, Jawa Tengah, Selasa (20/2/2018).

Meskipun masih ada ASN golongan I dan II, penghasilan mereka perbulannya sudah di atas UMR Kota Solo.

Artinya, ASN tersebut tetap tidak diperbolehkan menggunakan atau memakai gas elpiji bersubsi. Sebab, gas elpiji 3 kilogram hanya diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.

(Baca juga : Pengoplosan Elpiji Bersubsidi di Gresik Beromzet Puluhan Juta/Bulan )

"Memang enggak ada sanksi bagi mereka (ASN) yang memakai elpiji 3 kilogram. Tetapi intinya melalui surat edaran itu kita sudah mengingatkan supaya mereka tidak menggunakan gas bersubsidi," tutupnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Ingin Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

Ganjar Ingin Eks Keraton Agung Sejagat Jadi Desa Wisata

Regional
Masih Ada Sistem Noken di Pilkada 2020, Ini Antisipasi Bawaslu Papua

Masih Ada Sistem Noken di Pilkada 2020, Ini Antisipasi Bawaslu Papua

Regional
Dua Siswi Korban Pencabulan Guru Olahraga di Bali Alami Trauma

Dua Siswi Korban Pencabulan Guru Olahraga di Bali Alami Trauma

Regional
Cegah Diskriminasi dan Intoleransi, Ganjar Minta Sekolah Awasi Ekstrakurikuler

Cegah Diskriminasi dan Intoleransi, Ganjar Minta Sekolah Awasi Ekstrakurikuler

Regional
Setor 150 Juta ke MeMiles, Adjie Notonegoro: Kalau Enggak Kembali Diikhlaskan Saja

Setor 150 Juta ke MeMiles, Adjie Notonegoro: Kalau Enggak Kembali Diikhlaskan Saja

Regional
Polisi Sebut Hasil Otopsi Mantan Istri Sule Akan Keluar Satu atau Dua Hari ke Depan

Polisi Sebut Hasil Otopsi Mantan Istri Sule Akan Keluar Satu atau Dua Hari ke Depan

Regional
Demam, 2 Turis China yang Berkunjung ke Bintan Langsung Dilarikan ke RS

Demam, 2 Turis China yang Berkunjung ke Bintan Langsung Dilarikan ke RS

Regional
Suami Kerja, Istri Selingkuh di Sebuah Penginapan

Suami Kerja, Istri Selingkuh di Sebuah Penginapan

Regional
Viral Sumber Air Tercemar Limbah Babi, PDAM Kabupaten Semarang: Kami Jamin Aman

Viral Sumber Air Tercemar Limbah Babi, PDAM Kabupaten Semarang: Kami Jamin Aman

Regional
Dinkes Jatim Mulai Antisipasi Virus Corona di Bandara dan Pelabuhan

Dinkes Jatim Mulai Antisipasi Virus Corona di Bandara dan Pelabuhan

Regional
Kronologi Pasutri Dibacok Tetangga gara-gara Kentut

Kronologi Pasutri Dibacok Tetangga gara-gara Kentut

Regional
Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 9 Orang

Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang Bertambah Jadi 9 Orang

Regional
Guru Olahraga yang Cabuli Dua Siswi SD di Bali Terancam 20 Tahun Penjara

Guru Olahraga yang Cabuli Dua Siswi SD di Bali Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas, Saksi Mengira Temukan Tengkorak Kucing

Sidang Pembunuhan Satu Keluarga di Banyumas, Saksi Mengira Temukan Tengkorak Kucing

Regional
Kapok Divonis 2 Bulan karena Sisa Getah Karet Seharga Rp 17 Ribu, Kakek Samirin: Tidak Lagi

Kapok Divonis 2 Bulan karena Sisa Getah Karet Seharga Rp 17 Ribu, Kakek Samirin: Tidak Lagi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X